Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tim Piala Dunia 2026 yang Mengganti Kiper pada Fase Gugur
ilustrasi kiper (unsplash.com/phoedobus)
  • Inggris, Belgia, Ghana, dan Australia menjadi empat tim yang mengganti kipernya pada fase gugur Piala Dunia 2026 dengan alasan berbeda, mulai dari taktik hingga cedera.
  • Dean Henderson debut di laga perebutan tempat ketiga saat Inggris menang 6-4 atas Prancis, sementara Senne Lammens membuat blunder fatal yang menyingkirkan Belgia di perempat final.
  • Ghana kembali memainkan Lawrence Ati Zigi setelah pulih cedera namun kalah dari Kolombia, sedangkan Australia mengganti kiper demi adu penalti melawan Mesir namun tetap tersingkir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Inggris mengganti kipernya ketika melawan Prancis pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Thomas Tuchel memasang Dean Henderson alih-alih Jordan Pickford. Perubahan ini menjadikan Inggris sebagai tim keempat yang mengganti penjaga gawangnya pada fase gugur Piala Dunia 2026.

1. Dean Henderson kebobolan empat gol, tapi Inggris menang 6-4 atas Prancis

Thomas Tuchel memainkan Dean Henderson pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 karena pertandingan ini yang memang tidak memiliki makna. Selain Henderson, Tuchel juga memang merombak total starting line-up-nya. Ia mencadangkan dua top skornya, Harry Kane dan Jude Bellingham. Kane yang merupakan kapten tim bahkan tidak dimainkan sama sekali.

Bagi Henderson, ini merupakan debutnya di turnamen mayor dan caps yang keenam secara total. Sebelumnya, ia tampil 3 kali dalam laga uji coba dan masing-masing 1 kali di Kualifikasi Piala Dunia serta UEFA Nations League. Sayangnya, momen istimewanya berakhir dengan mengecewakan. Kiper Crystal Palace tersebut kebobolan empat gol. Beruntung, rekan-rekan setimnya mampu mencetak enam gol.

2. Senne Lammens melakukan blunder yang membuat Belgia gugur pada perempat final

Belgia gugur pada perempat final di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Rudi Garcia ini kalah 1-2 dari Spanyol yang kemudian menjadi juara. Belgia tertinggal oleh gol Fabian Ruiz pada menit 30. Mereka lantas menyamakan kedudukan melalui sundulan Charles De Ketelaere pad menit 41. Namun, Belgia akhirnya kalah akibat gol Mikel Merino pada menit 88.

Gol yang membuat Belgia kalah disebabkan blunder Senne Lammens. Penjaga gawang Manchester United itu gagal mengamankan tembakan jarak jauh Pau Cubarsi. Merino pun lantas berhasil memaksimalkan rebound. Lammens sendiri bermain pada laga ini karena situasi darurat. Ia harus menggantikan Thibaut Courtois yang cedera pada menit 71.

3. Lawrence Ati Zigi kembali menjaga gawang Ghana pada 32 besar

Ghana memulai Piala Dunia 2026 dengan Lawrence Ati Zigi sebagai kiper utamanya. Mereka menjalani partai pembuka dengan melawan Panama. Sayangnya, Ati Zigi mengalami cedera pangkal paha. Ia pun digantikan Benjamin Asare pada awal babak kedua. Ghana kemudian memenangkan pertandingan dengan dramatis berkat gol tunggal Caleb Yirenkyi pada akhir laga.

Asare lantas tetap menjadi kiper Ghana dalam dua pertandingan terakhir fase grup. Ia tampil apik yang menghasilkan imbang tanpa gol kontra Inggris dan kalah tipis 1-2 atas Kroasia. Hasil itu cukup untuk membuat Ghana lolos ke 32 besar. Mereka kemudian berjumpa Kolombia. Menariknya, Carlos Quieroz kembali memilih Ati Zigi yang sudah pulih. Naas, mereka kalah 0-1.

4. Australia memainkan Mathew Ryan pada 32 besar untuk menjalani adu penalti

Satu tim lain yang mengganti kipernya pada fase gugur Piala Dunia 2026 adalah Australia. Wakil dari Asian Football Confederation (AFC) ini melakukannya dengan pertimbangan yang sangat menarik. Mereka melakoni 32 besar melawan Mesir sampai babak tambahan. Beberapa saat sebelum laga berakhir, sang pelatih, Tony Popovic, menarik keluar Patrick Beach dan memainkan Mathew Ryan.

Popovic melakukan pergantian ini karena memang sudah menyiapkan Ryan untuk menjalani adu penalti. Selain itu, pengalamannya juga diharapkan bakal memberi energi lebih. Pasalnya, Ryan merupakan kapten tim. Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Australia kalah akibat kegagalan 2 dari total 4 eksekutornya. Ryan sendiri tidak membuat penyelamatan sama sekali.

Keempat peserta Piala Dunia 2026 di atas mengganti kipernya pada fase gugur dengan alasan yang berbeda-beda. Inggris melakukannya karena pertandingan mereka yang jalani tidak berarti apa-apa. Belgia dan Ghana terpaksa membuatnya akibat cedera. Sementara, Australia memiliki pertimbangan taktik.

Sebagai catatan, ada sepuluh kontestan lain yang juga menggunakan lebih dari satu penjaga gawang di Piala Dunia 2026. Namun, mereka melakukannya pada fase grup. Kesepuluh negara tersebut adalah Aljazair, Irak, Meksiko, Norwegia, Senegal, Swedia, Tunisia, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Uruguay.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article