Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

UEFA Ternyata Boikot Final Piala Dunia 2026, Imbas Kontroversi Balogun

UEFA Ternyata Boikot Final Piala Dunia 2026, Imbas Kontroversi Balogun
Penyerang Amerikat Serikat, Folarin Balogun (kanan), merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 13 Juni 2026. (AFP/Frederic J. Brown)
Share Article

Jakarta, IDN Times - UEFA ternyata melakukan boikot atas final Piala Dunia 2026. Presiden UEFA, Alexander Ceferin, tak hadir di New York New Jersey Stadium saat Spanyol berduel dengan Argentina pada partai final, Senin dini hari WIB (20/7/2026).

Dengan statusnya sebagai Presiden UEFA dan Spanyol, yang merupakan salah satu negara anggota di organisasinya, Ceferin tentu mendapatkan slot undangan untuk hadir. Tapi, dia memutuskan tak memenuhinya sebagai bentuk protes atas tindakan FIFA.

1. UEFA kritik keras tindakan FIFA

Ceferin, bersama UEFA, dengan tegas menolak tindakan FIFA yang kental dengan aroma politik, ketika memutuskan menangguhkan kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Apalagi, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim keberhasilan lobinya kepada FIFA karena kartu merah Balogun ditangguhkan.

Bagi UEFA, tindakan FIFA dan Trump sudah mencederai integritas sepak bola. FIFA, sebagai otoritas tertinggi sepak bola di dunia, malah melanggar sendiri aturan dan statutanya.

2. Tolak pula sejumlah kebijakan FIFA

Boikot ini juga diikuti oleh penolakan UEFA atas keputusan FIFA yang lainnya. Mereka menegaskan tak setuju dengan Halftime Show dan memastikan tidak mengadopsinya di turnamen regional seperti Euro, Liga Champions, dan lainnya.

Bukan hanya itu, UEFA juga menolak ide FIFA yang mau memperluas slot Piala Dunia menjadi 64 tim.

3. Berbagai tindakan UEFA bertolak belakang dengan FIFA

Kebijakan UEFA belakangan memang berbanding terbalik dengan FIFA. Ketika FIFA mengaku tak bisa membantu wasit Omar Artan masuk ke wilayah AS, UEFA memberikan karpet merah.

Mereka menunjuk Artan sebagai wasit dalam Piala Super Eropa musim depan, yang melibatkan Paris Saint-Germain versus Aston Villa. Selain itu, UEFA tak akan melakukan identifikasi tindakan seperti diving lewat video assistant referee. Hingga, tak menerapkan kebijakan mengusir pemain yang berbicara menutupi mulutnya saat konflik terjadi di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More