Unai Simon: Spanyol Gak Minder Walau Tak Punya Messi atau Ronaldo

- Unai Simon menegaskan keberhasilan Spanyol di Piala Dunia 2026 bukan karena pemain bintang, melainkan kekompakan tim yang jadi kunci utama kemenangan.
- Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres di perpanjangan waktu, sementara pertahanan mereka hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
- Simon merendah atas penghargaan Golden Glove dan memuji soliditas seluruh tim sebagai fondasi kesuksesan Spanyol meraih trofi dunia kedua.
JAKARTA – Kiper utama Timnas Spanyol, Unai Simon, menegaskan kejayaan negaranya di level tertinggi sepak bola tidak melulu bertumpu pada kehebatan individu.
Pernyataan ini meluncur usai dirinya menyabet penghargaan Golden Glove (Kiper Terbaik) pasca-keberhasilan La Roja memboyong trofi Piala Dunia 2026.
Bagi Simon, ketiadaan figur megabintang sekelas Lionel Messi, Kylian Mbappe, atau Cristiano Ronaldo di dalam skuad justru menjadi berkah tersembunyi. Absennya nama besar membuat kolektivitas tim menjadi senjata mematikan yang tak tertandingi sepanjang turnamen.
"Saat menganalisis rival, kami tidak bisa mengecilkan diri hanya karena melihat nama-nama besar. Portugal punya Cristiano, Prancis punya Mbappe, Argentina punya Messi. Mereka punya modal itu, bisa mendewakan para pemain tersebut. Namun, kami tahu caranya untuk tetap tenang," kata Unai Simon, dikutip BeIN Sports.
1. Ferran Torres jadi pahlawan Spanyol di final

Kepastian gelar juara tersebut dikunci Spanyol setelah menumbangkan Argentina lewat drama perpanjangan waktu yang berakhir dengan skor 1-0. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, menjelma menjadi pahlawan kemenangan lewat gol tunggalnya yang krusial.
Kekalahan ini menorehkan tinta hitam bagi Argentina di partai puncak. La Albiceleste mencatat rekor buruk sebagai finalis pertama yang gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran selama waktu normal, dan hanya mampu mengoleksi dua peluang sepanjang 120 menit laga berjalan.
Ketangguhan lini belakang Spanyol sepanjang kompetisi memang luar biasa karena hanya kemasukan satu gol dari delapan pertandingan. Skuad asuhan Luis de la Fuente ini juga menekan potensi gol musuh hingga menyentuh angka expected goals (xG) terendah dalam sejarah, yakni total 2,4 xG atau rata-rata 0,3 xG per laga.
2. Hanya melakukan 10 kali penyelamatan sepanjang Piala Dunia 2026

Solidnya pertahanan membuat Simon tampil minim tekanan dengan hanya melakukan 10 kali penyelamatan sepanjang turnamen. Angka ini bahkan lebih sedikit dibandingkan jumlah penyelamatan yang harus dilakukan kiper Argentina, Emiliano Martinez, khusus di laga final saja.
Dalam wawancara bersama stasiun televisi Spanyol, La 1, Simon menyebut soliditas tim adalah fondasi utama keberhasilan mereka merengkuh trofi Piala Dunia yang kedua kalinya bagi negara tersebut.
"Ini bukan cuma kerja keras penjaga gawang. Seluruh tim tampil solid tanpa celah. Untuk menjuarai Piala Dunia, Anda harus bermain di level tertinggi sepanjang turnamen," ujar Unai Simon.
3. Unai Simon merendah dianggap jadi tembok kokoh Timnas Spanyol

Saat disinggung mengenai catatan statistik pertahanannya yang fantastis, penjaga gawang milik Athletic Bilbao ini menolak untuk jemawa dan memilih mengapresiasi kerja keras seluruh elemen tim.
"Statistik seperti itu pasti selalu dikaitkan dengan kiper, tapi Anda harus mengapresiasi kerja keras lini pertahanan dari depan sampai belakang. Jika ingin juara Piala Dunia, Anda harus tampil konsisten," bebernya.
"Kami berhasil membuktikannya. Kami sangat bangga dengan para pejuang ini. Penampilan kami benar-benar luar biasa," lanjut Unai Simon.











