Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral FIFA 'Tolak' Bahasa Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Faktanya!

Viral FIFA 'Tolak' Bahasa Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Faktanya!
ilustrasi mikrofon untuk press conference (pexels.com/Yunus Erdogdu)
Intinya Sih
  • Sebuah video konferensi pers Piala Dunia 2026 viral setelah jurnalis Meksiko dilarang bertanya dalam bahasa Spanyol kepada Achraf Hakimi, memicu tudingan bahwa FIFA melarang penggunaan bahasa tersebut.
  • FIFA menjelaskan insiden itu terjadi karena aturan teknis penerjemahan; hanya empat bahasa—Portugis, Prancis, Arab, dan Inggris—yang disediakan untuk pertandingan Brasil vs Maroko.
  • Bahasa Spanyol tetap menjadi salah satu bahasa resmi FIFA, sehingga kejadian ini lebih merupakan kesalahpahaman teknis daripada pelarangan resmi terhadap penggunaan bahasa Spanyol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebuah video dari konferensi pers Piala Dunia 2026 mendadak viral di media sosial. Seorang jurnalis asal Meksiko tampak tidak diizinkan mengajukan pertanyaan dalam bahasa Spanyol kepada bek Maroko, Achraf Hakimi, menjelang pertandingan Brasil melawan Maroko di Piala Dunia 2026. Peristiwa itu langsung memicu kritik.

Banyak warganet menilai FIFA telah melarang penggunaan bahasa Spanyol. Padahal bahasa tersebut merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia dan sangat akrab dalam lingkungan sepak bola internasional. Namun, benarkah FIFA benar-benar melarang bahasa Spanyol di Piala Dunia 2026 ini?

1. Video viral yang memicu kontroversi

Kontroversi bermula ketika seorang jurnalis berusaha mengajukan pertanyaan kepada Achraf Hakimi dalam bahasa Spanyol saat sesi konferensi pers resmi. Petugas penyelenggara kemudian menghentikan pertanyaan tersebut dan meminta agar pertanyaan disampaikan menggunakan bahasa yang telah ditentukan untuk acara tersebut. Momen itu segera menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet menganggap FIFA sengaja menyingkirkan bahasa Spanyol dari konferensi pers, terutama karena Hakimi sendiri fasih berbahasa Spanyol setelah bertahun-tahun berkarier dan menimba ilmu sepak bola di Spanyol. Yang lebih mengherankan, publik bertanya-tanya kenapa bahasa Spanyol tak bisa digunakan, padahal salah satu tuan rumah edisi Piala Dunia kali ini adalah Meksiko yang masyarakatnya berbahasa Spanyol.

2. Situasi yang terjadi lebih berkaitan dengan aturan teknis penerjemahan

Meski terlihat seperti pelarangan, kenyataannya situasi tersebut lebih berkaitan dengan aturan teknis penerjemahan yang diterapkan dalam konferensi pers resmi FIFA. Untuk pertandingan Brasil melawan Maroko, panitia hanya menyediakan layanan interpretasi dalam empat bahasa, yaitu Portugis, Prancis, Arab, dan Inggris. Pemilihan bahasa tersebut disesuaikan oleh kebutuhan kedua tim yang bertanding. Portugis digunakan untuk Brasil, sementara Prancis dan Arab digunakan untuk Maroko. Adapun Inggris berfungsi sebagai bahasa penghubung internasional. Karena tidak ada penerjemah bahasa Spanyol dalam sistem yang disiapkan, pertanyaan dalam bahasa tersebut tidak dapat diterjemahkan secara resmi kepada seluruh peserta konferensi pers. Akibatnya, panitia meminta jurnalis menggunakan salah satu bahasa yang tersedia dalam layanan interpretasi.

3. Mengapa bahasa Spanyol tidak masuk dalam konferensi pers?

Yang membuat kejadian ini terasa janggal adalah fakta bahwa Achraf Hakimi sebenarnya memahami bahasa Spanyol dengan sangat baik. Bek sayap Maroko tersebut merupakan produk akademi sepak bola Real Madrid dan telah lama berinteraksi dengan lingkungan berbahasa Spanyol. Namun, konferensi pers resmi tidak hanya melibatkan satu pemain dan satu jurnalis saja.

Seluruh media yang hadir harus dapat memahami isi pertanyaan dan jawaban yang disampaikan. Karena itu, penyelenggara mengandalkan sistem penerjemahan yang telah disiapkan sebelumnya. Apabila pertanyaan diajukan dalam bahasa yang tidak tersedia dalam sistem interpretasi, maka peserta lain tidak akan mengetahui isi pertanyaan tersebut. Inilah alasan utama mengapa penggunaan bahasa Spanyol tidak diperbolehkan dalam sesi tersebut.

4. Bahasa Spanyol termasuk bahasa resmi FIFA

Bahasa Spanyol sebetulnya memiliki posisi penting dalam struktur FIFA. Dalam Statuta FIFA edisi April 2016, bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman tercantum sebagai bahasa resmi organisasi. Selain itu, bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Rusia, Arab, dan Portugis ditetapkan sebagai bahasa resmi yang digunakan dalam Kongres FIFA dengan dukungan penerjemah resmi.

Pada 7 Juni 2022, FIFA melalui Circular No. 1797 mengonfirmasi perluasan daftar bahasa resminya dengan memasukkan bahasa Arab, Portugis, dan Rusia. Artinya, ketiga bahasa tersebut bergabung dengan bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman yang telah lebih dahulu berstatus bahasa resmi FIFA. Artinya, bahasa Spanyol tetap menjadi salah satu bahasa resmi organisasi sepak bola dunia tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa insiden di konferensi pers Brasil melawan Maroko bukan disebabkan oleh status bahasa Spanyol yang tidak diakui FIFA.

5. Salah FIFA atau salah paham?

Jika melihat keseluruhan konteks, menyebut FIFA melarang bahasa Spanyol tampaknya kurang tepat. Yang terjadi sebenarnya adalah bahasa Spanyol tidak dimasukkan ke dalam skema penerjemahan untuk konferensi pers tertentu, sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahasa resmi dalam sesi tanya jawab.

Meski demikian, keputusan tersebut tetap memunculkan perdebatan. Sebagian orang menilai bahasa Spanyol memiliki peran sangat besar dalam dunia sepak bola dan seharusnya lebih sering diakomodasi dalam ajang sebesar Piala Dunia. Apalagi banyak pemain, pelatih, dan jurnalis yang menguasai bahasa tersebut.

Pada akhirnya, insiden ini lebih tepat disebut sebagai kesalahpahaman yang dipicu oleh aturan teknis komunikasi daripada pelarangan bahasa Spanyol oleh FIFA. Namun, kontroversi tersebut menunjukkan bahwa persoalan bahasa dalam turnamen global dapat memengaruhi persepsi publik hampir sama besarnya dengan pertandingan itu sendiri.

Meski bahasa Spanyol tidak dilarang oleh FIFA, absennya bahasa tersebut dalam sistem penerjemahan konferensi pers tetap memunculkan perdebatan. Jika bahasa Spanyol merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dalam dunia sepak bola, apakah sudah saatnya FIFA memberikan ruang yang lebih luas bagi penggunaannya dalam kegiatan resmi Piala Dunia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More