Xavi Hernandez dan Timnas Belanda Jadi Perpaduan Sempurna?

- Xavi Hernandez resmi memulai era baru sebagai pelatih Timnas Belanda setelah dikontrak KNVB hingga Piala Dunia 2030.
- Filosofi menyerang berbasis penguasaan bola Xavi dinilai selaras dengan DNA Belanda, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan warisan Johan Cruyff dan Barcelona.
- KNVB mengandalkan mentalitas juara Xavi untuk sukses internasional; ia akan melibatkan pelatih lokal demi mempercepat adaptasi taktik, pemain, dan budaya Belanda.
Jakarta, IDN Times - Timnas Belanda bersiap memulai era baru di bawah arahan Xavi Hernandez. Legenda dan mantan pelatih Barcelona itu diharapkan mampu mengembalikan kejayaan De Oranje.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengikat Xavi hingga Piala Dunia 2030. Pertemuan antara Xavi dan KNVB dinilai banyak pihak sebagai sebuah pernikahan ideologis yang klop. Benarkah?
1. Jatuh cinta pada DNA sepak bola menyerang Belanda
Xavi dan sepak bola Belanda sama-sama mendewakan filosofi menyerang atraktif, warisan panjang yang menghubungkan sejarah sepak bola Belanda dan Spanyol. Bagi Xavi, gaya bermain Belanda bukanlah sesuatu yang asing.
Itu karena filosofinya mirip dengan ajaran tiki-taka yang membesarkan namanya di Barcelona. Apalagi, filosofi tersebut ditemukan legenda Belanda, Johan Cruyff, kala melatih Barcelona.
"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan filosofi yang jelas, yang juga sangat saya sukai: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola," kata Xavi dikutip dari laman resmi KNVB.
2. KNVB butuh sosok penanam mentalitas juara
Di mata KNVB, Xavi merupakan sosok sempurna. Tidak hanya paham taktik, tetapi juga memiliki aura dan mentalitas seorang pemenang. Direktur Sepak Bola Elite KNVB, Nigel de Jong, menilai rekam jejak Xavi di lapangan hijau adalah modal yang sangat berharga.
"Sebagai pelatih, filosofi sepak bolanya sangat sesuai dengan cara kami ingin bermain: mengambil inisiatif, dominan, dan atraktif," ujar De Jong.
3. Misi pembuktian di panggung internasional
Menangani tim nasional akan menjadi tantangan dan pengalaman baru bagi Xavi, setelah sebelumnya hanya fokus melatih di level klub. Pekerjaan ini sekaligus menjadi panggung pembuktiannya usai meninggalkan Barcelona dengan penuh gejolak, pada 2024 lalu.
Direktur Sepak Bola Profesional KNVB, Marianne van Leeuwen, optimistis transisi Xavi dari pelatih klub menjadi pelatih tim nasional akan berjalan mulus. Xavi punya modalnya.
"Dia tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di level tertinggi dan membawa pengalaman tersebut ke Timnas Belanda," kata Van Leeuwen.
Demi memuluskan proses adaptasi taktiknya, pelatih berusia 46 tahun itu berencana menyisipkan pelatih lokal ke dalam stafnya nanti. Staf kepelatihannya akan diumumkan segera.
"Rencananya kami akan membentuk staf kepelatihan yang juga melibatkan unsur Belanda. Pengetahuan orang-orang Belanda mengenai sepak bola, para pemain, dan budaya mereka sangat berharga. Dengan menggabungkan pengetahuan dan pengalaman satu sama lain, kami dapat menciptakan kondisi terbaik agar sebagai sebuah tim kami bisa mengeluarkan kemampuan maksimal dari diri sendiri dan para pemain," ucap Xavi.



















