Dalam laga melawan AC Milan, sisi kiri pertahanan Manchester United menjadi area yang paling sering dieksploitasi oleh para penyerang lawan. Sektor ini menjadi sasaran empuk serangan akibat koordinasi posisi yang kurang optimal. Pemain I Rossonerri memanfaatkan celah terbuka itu untuk menusuk langsung ke area pertahanan.
Luke Shaw sering terisolasi di garis belakang saat mengawal pergerakan sayap kiri AC Milan yang diisi Samuel Chukwueze dan Alphadjo Cisse. Shaw menerima beban terlalu besar dan kewalahan untuk menutup ruang di area sayap. Tekanan fisik menghinggapi dirinya sewaktu lawan melakukan skema switch of play secara cepat.
Kurangnya dukungan serta perlindungan di area ini memberi kebebasan penuh bagi pemain lawan. Chukwueze secara leluasa melepaskan umpan silang maupun umpan matang ke dalam kotak penalti. Situasi berbahaya tersebut berulang kali mengancam gawang MU sepanjang pertandingan.
Selain itu, Lisandro Martinez yang diplot sebagai bek tengah kiri sempat kalah adu kecepatan saat berhadapan langsung dengan Ruben Loftus-Cheek. Pemain asal Argentina itu belum fit 100 persen mengingat ia baru saja kembali dari tugas membela negaranya di Piala Dunia 2026. Kondisi kebugaran sang pemain turut memengaruhi kesigapan dirinya dalam memotong pergerakan ofensif lawan.
Dalam hal ini, Michael Carrick perlu mengatur ulang mekanisme bertahan di sisi kiri demi menjaga soliditas lini belakang. Tim kepelatihan harus mencegah bek kiri bertarung sendirian dalam menghadapi situasi overload lawan. Bantuan dari gelandang bertahan akan menetralisir potensi ancaman saat lawan menyerang dari lebar lapangan.