5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Baterai Ponsel Cepat Menurun

- Paparan panas berlebih, termasuk suhu di atas 35 derajat Celsius, pengisian saat perangkat panas, sinar matahari langsung, atau mobil panas, dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai.
- Aktivitas berat seperti gim grafis tinggi atau perekaman video saat mengisi daya meningkatkan panas perangkat; kurangi penggunaan bila ponsel terasa sangat panas.
- Baterai lithium-ion tidak perlu dikosongkan hingga 0 persen sebelum diisi; lakukan pengisian sesuai kebutuhan dan manfaatkan fitur pengisian optimal atau batas daya yang tersedia.
Baterai merupakan salah satu komponen ponsel yang kemampuannya akan berkurang seiring waktu. Pada baterai lithium-ion, kapasitas penyimpanan daya memang perlahan menurun setelah digunakan dan diisi ulang berkali-kali.
Namun, cara menggunakan dan mengisi daya ponsel juga dapat memengaruhi seberapa cepat baterai mengalami penurunan kemampuan. Faktor seperti suhu tinggi, pola pengisian daya, dan kondisi penggunaan menjadi bagian dari proses tersebut. Lantas, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai diperhatikan?
1. Membiarkan ponsel terlalu sering kepanasan

ilustrasi memainkan ponsel (pexels.com/Stanislav Kondratiev) Panas merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membicarakan kesehatan baterai. Apple menyebut paparan suhu lingkungan di atas 35 derajat Celsius dapat mengurangi kapasitas baterai secara permanen. Pengisian daya dalam kondisi terlalu panas juga dapat semakin meningkatkan risiko penurunan kapasitas.
Google juga menyarankan pengguna Android menghindari kondisi yang membuat ponsel mengalami panas berlebih. Karena itu, kebiasaan seperti meninggalkan ponsel di dalam mobil yang panas atau mengisi daya ketika perangkat sudah terasa sangat panas sebaiknya dihindari. Jika ponsel menjadi panas saat mengisi daya, lepaskan casing tertentu yang dapat menahan panas dan letakkan perangkat di tempat yang lebih sejuk.
2. Sering menggunakan ponsel untuk aktivitas berat saat aedang mengisi daya

ilustrasi mengisi daya (unsplash.com/Andreas Haslinger) Bermain gim dengan grafis tinggi, merekam video dalam waktu lama, atau menjalankan aplikasi berat dapat membuat perangkat bekerja lebih keras. Jika aktivitas tersebut dilakukan ketika ponsel sedang mengisi daya, panas yang dihasilkan perangkat dapat menjadi lebih tinggi.
Padahal, suhu merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap umur baterai. Bukan berarti ponsel sama sekali tidak boleh digunakan ketika sedang diisi daya. Namun, jika perangkat terasa sangat panas, sebaiknya kurangi aktivitas berat dan beri kesempatan perangkat untuk mendingin.
3. Menunggu baterai benar-benar habis sebelum mengisi daya

ilustrasi mengisi daya (unsplash.com/lu nan) Masih ada anggapan bahwa baterai harus dikosongkan sampai 0 persen sebelum diisi ulang agar kapasitasnya tetap baik. Untuk baterai lithium-ion modern, anggapan tersebut tidak diperlukan. Google menjelaskan bahwa pengguna tidak perlu mengajari ponsel dengan menghabiskan baterai dari penuh hingga kosong atau sebaliknya.
Apple juga menyebut pengisian daya sebagian tidak akan merusak baterai. Artinya, kamu tidak perlu sengaja menunggu baterai mencapai 0 persen sebelum mencari charger. Mengisi daya secara berkala sesuai kebutuhan merupakan hal yang normal.
4. Mengabaikan fitur pengisian daya yang sudah disediakan ponsel

ilustrasi mengisi daya (unsplash.com/Sophia Stark) Ponsel modern sudah memiliki berbagai sistem untuk membantu mengelola pengisian daya. Sebagai contoh, iPhone memiliki fitur Pengisian Daya Optimal yang dirancang untuk mengurangi waktu perangkat berada dalam kondisi terisi penuh. Pada model tertentu, pengguna juga dapat menetapkan batas pengisian daya.
Jika ponselmu memiliki fitur serupa, tidak ada salahnya memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Fitur tersebut dirancang untuk membantu mengurangi keausan baterai dalam penggunaan jangka panjang. Yang juga penting, jangan merasa harus mengikuti satu angka persentase secara kaku. Pola penggunaan setiap orang berbeda, sehingga pengaturan pengisian daya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.
5. Membiarkan ponsel terpapar suhu panas dalam waktu lama

ilustrasi ponsel yang tergeletak diatas meja (unsplash.com/Saad Jameel) Bukan hanya saat mengisi daya, menyimpan ponsel di tempat panas juga dapat memengaruhi kesehatan baterai. Apple memperingatkan bahwa menyimpan perangkat dalam lingkungan panas dapat menyebabkan kerusakan kapasitas baterai yang permanen.
Paparan sinar matahari langsung atau meninggalkan ponsel di dalam mobil yang panas merupakan contoh kondisi yang sebaiknya dihindari. Jadi, meskipun ponsel sedang tidak digunakan, bukan berarti baterainya bebas dari pengaruh lingkungan. Tempat penyimpanan yang sejuk dan tidak terkena panas berlebihan tetap penting.
Pada akhirnya, penurunan kapasitas baterai merupakan bagian normal dari usia baterai lithium-ion. Jadi, tidak realistis mengharapkan baterai tetap berada pada kondisi seperti baru selama bertahun-tahun. Yang bisa dilakukan adalah menghindari kebiasaan yang dapat mempercepat penurunannya.
Menjaga perangkat agar tidak terlalu panas, tidak perlu menunggu baterai sampai 0 persen untuk mengisi daya, serta memanfaatkan fitur pengisian daya yang tersedia dapat membantu menjaga kesehatan baterai dalam penggunaan jangka panjang. Dengan kebiasaan penggunaan yang lebih baik, baterai tidak akan menjadi awet selamanya, tetapi penurunan kemampuannya dapat dikelola dengan lebih baik.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























