Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Karena 5 Alasan Ini, Sebaiknya Kamu Jangan Pernah Beli Smartphone HDC

Karena 5 Alasan Ini, Sebaiknya Kamu Jangan Pernah Beli Smartphone HDC
ilustrasi membeli smartphone baru (pexels.com/Pixabay)

Hand Copy Draw (HDC) adalah julukan untuk smartphone kw atau tiruan. Biasanya, oknum yang membuat smartphone HDC ini menirukan produk dari merek ternama seperti iPhone, Xiaomi, dan Samsung.

Smartphone HDC bisa dengan mudah ditemui di marketplace. Jika dibandingkan dengan yang original, harga smartphone HDC tentu saja jauh lebih murah.

Buat kamu nih yang berencana membeli smartphone HDC, sebaiknya urungkan niatmu karena lebih banyak kerugian yang didapat daripada keuntungan. Gak percaya? Berikut ini ada lima alasan jangan beli smartphone HDC. Yuk, cek apa saja.

1. Spesifikasi yang ditawarkan tidak sesuai aslinya

ilustrasi seorang merasa kecewa (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi seorang merasa kecewa (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Smartphone HDC yang dijual di marketplace tidak pernah menawarkan spesifikasi yang sesungguhnya, alias menipu. Mereka memasang iklan dengan spesifikasi tinggi padahal itu hanya rekayasa custom ROM belaka.

Jika dipikir secara logika, tidak mungkin ada orang berjualan untuk merugi. Oleh karena itu, tidak mungkin ada smartphone dengan spesifikasi RAM 12/512GB dijual dengan harga Rp1 juta. Iya, kan?

2. Kualitas produk sangat buruk

ilustrasi smartphone rusak (pixabay.com/vijendrakushwah)
ilustrasi smartphone rusak (pixabay.com/vijendrakushwah)

Diambil dari beberapa sumber seperti YouTube dan group Facebook. Gambar yang dipajang dan spesifikasi yang ditawarkan penjual benar-benar gak sesuai dengan kenyataan. Akibatnya, banyak orang yang merasa kecewa lantaran smartphone yang mereka beli memiliki kualitas yang sangat jauh bedanya.

Keluhan yang paling sering dialami, seperti bezel yang ternyata tebal, menggunakan baterai lepas-pasang, kamera tidak berfungsi, dan masih banyak lagi lainnya. Rugi banget, ya, kan?

3. Menggunakan sistem operasi Android jadul

ilustrasi sistem Android (pixabay.com/İXimus)
ilustrasi sistem Android (pixabay.com/İXimus)

Alasan ketiga karena smartphone HDC menggunakan sistem operasi Android jadul. Yang dimaksud Android jadul di sini adalah yang versinya di bawah Lollipop 5.0, ya.

Bukan tanpa alasan, hal ini terjadi karena hanya sistem Android jadul saja yang dapat dimodifikasi ROM-nya. Dengan begitu, mereka bisa merekayasa spesifikasi smartphone tersebut dengan leluasa.

4. Sering terjadi bug

ilustrasi terjadi bug (pexels.com/Kelvin Valerio)
ilustrasi terjadi bug (pexels.com/Kelvin Valerio)

Alasan keempat karena smartphone HDC sangat sering terjadi bug. Bug yang paling terjadi adalah layar tidak bisa disentuh, jaringan internet tidak bisa digunakan, HP restart sendiri, bahkan bootloop sehingga tidak bisa digunakan. Jika sudah terjadi kerusakan di sistem, maka akan sangat sulit untuk diperbaiki.

5. Harga tidak sepadan

ilustrasi membeli smartphone baru (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi membeli smartphone baru (pexels.com/Pixabay)

Smartphone HDC tidak worth it untuk dibeli karena spesifikasi yang ditawarkan benar-benar tidak sepadan dengan harga yang dikeluarkan. Selain itu, kebanyakan smartphone HDC juga tidak bisa diklaim garasi sehingga sangat merugikan pembeli apabila terjadi kerusakan. Daripada membeli smartphone HDC, jauh lebih baik uangnya dikumpulin untuk membeli smartphone original.

Keberadaan smartphone HDC memang sangat meresahkan. Oleh karena itu, daripada membeli smartphone yang tidak jelas asal-usulnya, jauh lebih baik apabila kamu membeli smartphone original walau yang second.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

Instagram Uji Coba Langganan Premium, Bisa Lihat Story Tanpa Ketahuan

04 Apr 2026, 19:22 WIBTech