Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Peralatan Elektronik yang Tidak Boleh Berbagi Stop Kontak

ilustrasi stop kontak dan sambungan kabel perangkat elektronik
ilustrasi stop kontak dan sambungan kabel perangkat elektronik (pixabay.com/congerdesign)
Intinya sih...
  • Rice cooker, dispenser air, dan setrika termasuk peralatan elektronik berdaya besar yang tidak boleh berbagi stop kontak.
  • Peralatan tersebut membutuhkan sumber listrik khusus untuk mencegah risiko kebakaran dan korsleting akibat beban listrik berlebih.
  • Memastikan instalasi listrik rumah sesuai standar dan menggunakan RCD (Residual Current Device) dapat melindungi dari sengatan listrik berbahaya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berangkat dari kebiasaan sehari-hari, banyak orang yang masih menganggap sepele urusan colokan listrik di rumah. Stop kontak bertumpuk, terminal disambung tanpa pikir panjang, sampai peralatan listrik berdaya besar dipakai bersamaan, semuanya terasa praktis dan hemat tempat. Padahal kebiasaan asal colok ini diam-diam menyimpan risiko serius yang sering luput disadari.

Tanpa disadari, beberapa peralatan listrik termasuk kategori boros daya dan tidak disarankan digunakan pada satu sumber listrik yang sama. Jika dipaksakan, beban listrik berlebih bisa memicu panas berlebih, korsleting, bahkan berujung kebakaran. Supaya kamu lebih waspada, catat sederet peralatan elektronik boros daya yang sebaiknya tidak disatukan dalam satu stop kontak berikut!

1. Rice cooker salah satu peralatan elektronik berdaya besar

ilustrasi rice cooker
ilustrasi rice cooker (commons.wikimedia.org/allegro Takahi from sendai, Japan)

Peralatan dapur elektronik satu ini menjadi primadona ibu-ibu seluruh dunia untuk memudahkan dalam memasak nasi, maupun memasak hidangan lain. Memilih produk dari penjual terpercaya, mengikuti petunjuk pabrikan, serta memastikan kondisi steker dan instalasi listrik yang aman merupakan langkah awal untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan. Rice cooker merupakan salah satu peralatan elektronik berdaya besar. Dalam menjaga keselamatan utama, rice cooker juga harus diberikan satu stop kontak khusus dan tidak boleh digabung dengan peralatan lain. Pastikan rumah juga dilengkapi dengan RCD (Residual Current Device) yang biasanya terdapat di kotak sekring (consumer unit). RCD merupakan perangkat penyelamat yang melindungi dari sengatan listrik berbahaya dan mengurangi risiko kebakaran akibat listrik.

2. Dispenser air memiliki daya besar dan bekerja secara terus-menerus

ilustrasi dispenser air
ilustrasi dispenser air (commons.wikimedia.org/Clementina)

Dispenser air tidak disarankan berbagi stop kontak dengan peralatan listrik lain karena memiliki daya besar dan bekerja secara terus-menerus, terutama untuk fungsi pemanas dan pendingin air. Jika digunakan pada stop kontak yang sama dengan alat lain, beban listrik bisa menjadi berlebihan (overload) sehingga meningkatkan risiko kabel panas, korsleting, hingga kebakaran. Selain itu, dispenser membutuhkan suplai listrik yang stabil agar komponen pemanas dan termostatnya bekerja optimal. Berbagi stop kontak juga dapat menyebabkan penurunan tegangan yang berpengaruh pada kinerja dan memperpendek usia pakai alat, sehingga demi keselamatan dan keawetan perangkat, dispenser sebaiknya menggunakan stop kontak khusus.

3. Setrika membutuhkan tarikan listrik tinggi

ilustrasi setrika
ilustrasi setrika (pixabay.com/stevepb)

Setrika termasuk peralatan rumah tangga yang sering disepelekan, padahal konsumsi dayanya cukup besar. Dalam waktu singkat, alat ini sudah menghasilkan panas yang ekstrem sehingga membutuhkan tarikan listrik tinggi, terutama saat awal pemanasan. Jika digunakan bersamaan dengan perangkat lain di satu stop kontak, beban listrik bisa melonjak drastis dan meningkatkan risiko korsleting hingga kebakaran. Karena itu, setrika sebaiknya dicolokan ke stop kontak khusus agar lebih aman dan tidak memicu masalah listrik di rumah.

4. Microwave tergolong rakus dalam hal konsumsi listrik

ilustrasi microwave yang ada di dapur
ilustrasi microwave yang ada di dapur (pixabay.com/PublicDomainPictures)

Microwave dikenal praktis. Tapi, urusan daya listrik, alat ini tergolong rakus. Saat dinyalakan, microwave membutuhkan daya besar secara instan yang bisa memicu lonjakan arus dalam hitungan detik. Kalau dipakai berbagai colokan dengan peralatan lain, kondisi ini berisiko membuat MCB turun mendadak atau bahkan merusak instalasi listrik. Demi keamanan jangka panjang, microwave sebaiknya menggunakan stop kontak tersendiri agar beban listrik tetap stabil.

5. Air fryer konsumsi daya cukup tinggi

ilustrasi air fryer di rumah
ilustrasi air fryer di rumah (commons.wikimedia.org/I am R)

Air fryer sering dianggap peralatan dapur yang hemat listrik karena ukurannya ringkas, padahal faktanya tidak selalu demikian. Alat ini mengandalkan elemen panas dan kipas yang bekerja bersamaan, sehingga konsumsi dayanya cukup tinggi saat digunakan. Jika dipasang pada colokan yang sama dengan perangkat lain, risiko beban listrik berlebih pun tak bisa dihindari. Jadi, meski terlihat kecil dan praktis, air fryer tetap perlu perhatian khusus soal sumber listrik agar penggunaannya tetap aman.

6. Water heater portable langsung menarik arus listrik besar saat digunakan

ilustrasi water heater portable
ilustrasi water heater portable (commons.wikimedia.org/Downtowngal)

Water heater portable bekerja dengan sistem pemanas air instan yang langsung menarik arus listrik besar saat digunakan. Karena kebutuhan dayanya tinggi, alat ini sangat sensitif terhadap kualitas colokan dan instalasi listrik. Jika dipakai pada stop kontak yang tidak kuat atau berbagi dengan perangkat lain, risikonya bukan hanya MCB turun, tapi juga kosleting yang bisa berujung bahaya serius. Itulah sebabnya water heater portable wajib menggunakan stop kontak khusus dengan kabel dan sambungan yang benar-benar aman.

7. AC termasuk peralatan listrik dengan beban besar

ilustrasi AC
ilustrasi AC (pixabay.com/AlfLucio)

AC termasuk peralatan listrik dengan beban besar, terutama saat pertama kali dinyalakan karena kompresornya membutuhkan daya tinggi. Ditambah lagi, penggunaan dalam jangka panjang membuat konsumsi listrik terus membebani instalasi rumah. Jika AC dipakai berbagi stop kontak dengan perangkat lain, risiko gangguan listrik hingga korsleting bisa meningkat. Idealnya, AC menggunakan stop kontak khusus agar aliran listrik lebih stabil dan penggunaannya tetap aman.

8. Kulkas sering bekerja tanpa henti

ilustrasi kulkas
ilustrasi kulkas (commons.wikimedia.org/SATELITBM)

Kulkas salah satu perangkat elektronik yang paling penting untuk menyimpan persediaan makanan. Kulkas bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh, dengan kompresor yang aktif secara berkala untuk menjaga suhu tetap stabil. Pola kerja seperti ini membuat beban listrik terus berjalan meski terlihat diam. Jika disambungkan ke kabel roll atau stop kontak bertingkat, panas bisa menumpuk dan meningkatkan risiko korsleting. Demi keamanan jangka panjang, kulkas sebaiknya dicolokkan langsung ke stop kontak dinding tanpa perantara.

9. Mesin cuci membutuhkan daya listrik cukup tinggi

ilustrasi mesin cuci
ilustrasi mesin cuci (commons.wikimedia.org/Birdies100)

Mesin cuci membutuhkan daya listrik cukup tinggi, terutama saat motor berputar dan fitur pemanas air bekerja. Ditambah lagi, getaran selama proses pencucian bisa membuat colokan menjadi longgar sendiri tanpa disadari. Kondisi ini meningkatkan risiko percikan listrik, apalagi jika mesin cuci dipakai di area lembap. Karena itu, penggunaan stop kontak khusus dengan sambungan yang kuat jadi langkah penting untuk menjaga keamanan.

10. Pompa air memiliki tarikan daya besar

ilustrasi pompa air
ilustrasi pompa air (pixabay.com/gbeaty)

Pompa air dikenal memiliki tarikan daya besar saat pertama kali dinyalakan, sehingga kerap menjadi penyebab listrik rumah “jeglek” tiba-tiba. Lonjakan arus ini akan semakin berisiko jika pompa air dipakai berbagi stop kontak dengan peralatan lain. Selain bisa menurunkan MCB, kondisi ini juga berpotensi merusak instalasi listrik. Karena itu, pompa air wajib dicolokkan langsung ke sumber listrik khusus agar penggunaannya lebih aman dan stabil.

Kebiasaan sehari-hari yang tidak kamu sadari ketika menyatukan banyak perangkat dalam satu stop kontak membuka peluang korsleting dan kebakaran. Mulai sekarang, biasakan memberi stop kontak khusus untuk alat-alat berdaya tinggi dan pastikan instalasi listrik rumah sesuai standar. Lebih baik repot sedikit di awal daripada menyesal karena masalah listrik di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

3 Iklan Health Tech yang Paling Disorot di Super Bowl LX 2026

08 Feb 2026, 18:02 WIBTech