Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Bikin Toko Online Sendiri, Bisa Sambung ke WhatsApp
ilustrasi toko online (pexels.com/@cup-of-couple)
  • Membangun toko online sendiri memberi kebebasan mengatur tampilan, katalog, dan identitas merek tanpa biaya layanan marketplace yang tinggi.
  • WordPress dengan plugin WooCommerce memudahkan pembuatan toko online lengkap dengan fitur produk, pembayaran, pengiriman, dan integrasi WhatsApp.
  • Sebelum dipublikasikan, pemilik perlu memastikan fungsi situs berjalan baik serta menambahkan keamanan, SEO, dan promosi agar toko mudah ditemukan pelanggan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki toko online sendiri menjadi pilihan menarik bagi pelaku UMKM maupun pebisnis yang ingin menjual produk tanpa bergantung pada marketplace. Website pribadi memberi keleluasaan untuk mengatur tampilan, katalog produk, harga, hingga identitas merek sesuai kebutuhan. Selain itu, penjual menjadi bebas dari biaya layanan marketplace yang saat ini semakin tinggi. 

Salah satu platform yang paling mudah digunakan adalah WordPress yang dipadukan bersama plugin WooCommerce. Kombinasi tersebut memungkinkan siapa saja. Integrasi WhatsApp pun dapat ditambahkan agar calon pembeli bisa langsung menghubungi penjual sebelum melakukan pemesanan. Berikut panduan ringkasnya. 

1. Siapkan domain, hosting, dan instal WordPress

domain dot com (unsplash.com/@markusspiske)

Langkah pertama adalah membeli nama domain yang sesuai identitas usaha. Domain akan menjadi alamat situs sehingga sebaiknya mudah diingat dan mencerminkan nama bisnis. Setelah itu, pilih layanan hosting yang memiliki performa stabil agar website dapat diakses tanpa kendala.

Sebagian besar penyedia hosting telah menyediakan fitur instalasi WordPress hanya dalam beberapa klik. Setelah proses selesai, kamu dapat masuk ke dasbor WordPress untuk mulai mengelola website. Tahap ini menjadi fondasi utama sebelum toko online dikembangkan lebih lanjut. Biaya hosting dan domain bervariasi, tergantung penyedia dan spesifikasi fitur yang ditawarkan.

2. Pasang plugin WooCommerce

logo Woocommerce (unsplash.com/@rubaitulazad)

Masuk ke menu Plugin, kemudian cari WooCommerce dan lakukan instalasi. Plugin gratis tersebut akan mengubah situs WordPress menjadi toko online yang memiliki fitur katalog produk, keranjang belanja, halaman checkout, hingga pengaturan ongkos kirim. WooCommerce menyediakan panduan konfigurasi awal yang cukup sederhana. Kamu hanya perlu menentukan lokasi usaha, mata uang, jenis produk, metode pengiriman, dan pilihan pembayaran. Setelah pengaturan selesai, toko online sudah siap digunakan untuk menampilkan berbagai produk.

3. Tambahkan produk dan percantik tampilan website

ilustrasi halaman toko online (unsplash.com/@igormiske)

Langkah berikutnya adalah mengisi katalog produk. Setiap produk dapat dilengkapi nama, deskripsi, harga, stok, kategori, serta beberapa foto agar calon pembeli memperoleh informasi yang lengkap. Gunakan gambar berkualitas tinggi supaya produk terlihat lebih menarik.

Pilih tema WordPress yang mendukung WooCommerce agar tampilan website tampak profesional. Logo, warna, menu navigasi, banner promosi, hingga halaman beranda dapat disesuaikan tanpa perlu menulis kode. Pengaturan ini membantu membangun identitas merek sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung saat berbelanja.

4. Sambungkan website ke WhatsApp

aplikasi WhatsApp (unsplash.com/@mourimoto)

Website toko online dapat dihubungkan ke WhatsApp melalui plugin seperti Click to Chat atau plugin serupa. Tombol WhatsApp biasanya muncul pada halaman produk maupun bagian bawah situs sehingga mudah ditemukan pengunjung. Fitur ini memudahkan calon pembeli bertanya mengenai stok, variasi produk, ongkos kirim, atau cara pembayaran. Cara ini sangat cocok bagi pelaku UMKM yang masih melayani transaksi secara manual. Komunikasi pun berlangsung lebih cepat karena pelanggan tidak perlu mencari nomor WhatsApp secara terpisah.

5. Optimalkan toko sebelum dipublikasikan

ilustrasi mengelola toko online di laptop (unsplash.com/@kaitlynbaker)

Sebelum toko dibuka untuk umum, lakukan pengecekan pada seluruh halaman. Pastikan informasi produk, harga, stok, formulir kontak, serta tombol WhatsApp berfungsi dengan baik. Uji pula tampilan situs melalui komputer dan HP agar pengalaman pengguna tetap nyaman. Tambahkan plugin keamanan, pencadangan data otomatis, optimasi kecepatan, serta plugin SEO supaya situs lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari. Setelah semua pengaturan selesai, kamu dapat mempromosikan toko melalui media sosial, Google, maupun WhatsApp kepada pelanggan. 

Membangun toko online memakai WordPress dan WooCommerce menjadi solusi yang fleksibel karena seluruh data dan tampilan toko berada di bawah kendali pemilik usaha. Kekurangannya adalah penjual harus berusaha lebih keras dalam mempromosikan tokonya. Selain itu, meski terbebas dari biaya layanan marketplace, penjual perlu membayar biaya hosting dan domain tahunan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article