Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEO Xiaomi Wanti-wanti Jangan Kelamaan Ganti HP, Kenapa?
Xiaomi 17 Max (mi.com)
  • CEO Xiaomi, Lei Jun, memperingatkan bahwa harga smartphone akan terus naik karena biaya produksi meningkat akibat lonjakan harga komponen utama seperti chip memori dan penyimpanan.
  • Xiaomi berupaya menahan kenaikan harga dengan efisiensi rantai pasok dan optimalisasi teknologi internal, namun tekanan biaya yang terus meningkat bisa membuat harga perangkat sulit dijaga tetap stabil.
  • Presiden Xiaomi Group memprediksi smartphone flagship premium dapat menembus 10.000 yuan pada akhir tahun ini, mencerminkan tren kenaikan harga signifikan di pasar akibat mahalnya komponen teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Harga smartphone diperkirakan bakal terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Xiaomi, Lei Jun, saat peluncuran Xiaomi 17 Max pada 21 Mei 2026. Mengutip Gizmochina (29/5/2026), ia menilai biaya produksi smartphone kini semakin besar karena kenaikan harga komponen utama di industri teknologi. Kondisi tersebut dinilai bisa membuat harga HP baru menjadi semakin mahal dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Menurut Lei Jun, pengguna yang rutin mengganti HP setiap tahun sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk membeli perangkat lebih cepat. CEO Xiaomi wanti-wanti jangan kelamaan ganti HP karena kenaikan harga komponen tidak terjadi sementara, melainkan berpotensi berlangsung cukup lama. Situasi ini dapat membuat perusahaan smartphone kesulitan mempertahankan harga jual yang tetap stabil. Akibatnya, konsumen kemungkinan akan menghadapi harga smartphone yang lebih tinggi pada masa mendatang.

1. Harga chip memori terus naik

peluncuran chip pertama Xiaomi pada Februari 2017 (m.weibo.cn/Lei Jun)

Lei Jun menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kenaikan harga smartphone berasal dari chip memori (RAM) dan penyimpanan. Komponen tersebut menjadi bagian penting dalam sebuah perangkat karena memengaruhi performa, kapasitas, hingga kemampuan multitasking smartphone modern. Ketika harga memori meningkat, biaya produksi perangkat otomatis ikut terdorong naik. Hal ini juga berdampak pada berbagai produk elektronik, termasuk HP.

Ia menyebut Xiaomi termasuk salah satu merek pertama yang secara terbuka memperingatkan soal kenaikan harga memori sejak 2025 lalu. Berdasarkan prediksi perusahaan, tren kenaikan biaya chip masih akan berlangsung setidaknya dua tahun lagi atau kurang lebih hingga 2028. Tekanan pada rantai pasok global disebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Karena itu, industri smartphone diperkirakan masih akan menghadapi tantangan biaya produksi tinggi hingga beberapa tahun ke depan.

2. Xiaomi berusaha menahan kenaikan harga

Xiaomi 17 Ultra Leica Edition (mi.com)

Di tengah kenaikan biaya produksi, Xiaomi mengaku tetap berupaya menjaga harga produknya agar tidak melonjak drastis. Perusahaan disebut melakukan berbagai efisiensi dalam rantai pasok dan optimalisasi teknologi internal demi menekan biaya tambahan. Strategi tersebut dilakukan agar konsumen masih bisa mendapatkan perangkat dengan harga yang kompetitif. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mempertahankan daya saing di pasar smartphone global.

Lei Jun mengatakan sebagian kenaikan biaya saat ini masih ditanggung perusahaan dan belum sepenuhnya dialihkan kepada pembeli. Namun, ia mengakui kondisi tersebut tidak mudah dipertahankan apabila harga chip memori terus naik dengan cepat. Jika tekanan biaya semakin besar, produsen kemungkinan tidak punya banyak pilihan selain menaikkan harga perangkat. Karena itu, menjaga harga smartphone tetap stabil disebut akan menjadi tantangan besar bagi industri dalam beberapa tahun mendatang.

3. Smartphone flagship diprediksi tembus harga fantastis

Xiaomi 17 Ultra Leica Edition memiliki fitur bernama mechanical zoom ring (mi.com)

Hal senada soal kenaikan harga smartphone juga disampaikan Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing. Dalam sebuah siaran langsung, ia memprediksi smartphone flagship premium dari sejumlah merek China bisa menembus harga 10.000 yuan atau sekitar Rp26 jutaan pada akhir tahun ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa segmen flagship berpotensi mengalami kenaikan harga yang semakin signifikan. Terutama untuk perangkat dengan spesifikasi tinggi dan fitur AI terbaru.

Lu Weibing menilai tekanan pada industri chip dan komponen utama masih akan berlangsung cukup lama. Ia memperkirakan tren kenaikan harga memori dapat berlanjut hingga akhir 2027 dan bahkan berpotensi terus terjadi sampai 2028. Menurutnya, kondisi pasar saat ini membuat biaya produksi perangkat premium semakin sulit ditekan. Situasi tersebut akhirnya dapat berdampak langsung pada harga jual smartphone di pasaran.

4. Pasar smartphone mulai terdampak

kamera Xiaomi 17 (mi.co.id)

Dampak kenaikan biaya komponen ternyata sudah mulai terlihat di pasar smartphone China. Sejak Maret 2026, sejumlah model smartphone dilaporkan mengalami kenaikan harga sekitar 200 hingga 400 yuan (Rp525 ribu hingga Rp1 jutaan). Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya biaya produksi akibat harga komponen yang terus bertambah. Situasi ini menjadi tanda bahwa tekanan industri mulai dirasakan langsung oleh konsumen.

Banyak perusahaan teknologi kini harus mencari strategi baru agar tetap bisa menjaga penjualan perangkat mereka. Di sisi lain, konsumen kemungkinan perlu bersiap menghadapi harga HP yang semakin tinggi, terutama untuk kelas flagship premium. Industri smartphone yang sebelumnya fokus pada inovasi AI, kamera, dan performa kini juga harus menghadapi tantangan besar dari sisi biaya produksi. Jika tren kenaikan harga komponen terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga smartphone generasi mendatang akan semakin sulit dijangkau sebagian pengguna.

Kondisi tersebut membuat banyak pengguna mulai mempertimbangkan waktu terbaik untuk upgrade HP. Oleh sebab itu, CEO Xiaomi wanti-wanti jangan kelamaan ganti HP. Sebagian orang mungkin memilih membeli perangkat lebih cepat sebelum harga kembali naik dalam beberapa tahun ke depan. Namun, ada juga yang kemungkinan memilih menahan pembelian karena harga smartphone premium sudah semakin tinggi saat ini. Situasi pasar yang terus berubah membuat keputusan membeli HP didasarkan pada waktu yang tepat.

Meski begitu, produsen smartphone masih terus berupaya menjaga keseimbangan antara inovasi dan harga jual perangkat. Persaingan antarmerek diperkirakan tetap ketat karena setiap perusahaan ingin mempertahankan minat konsumen di tengah tekanan biaya produksi. Jika harga komponen berhasil stabil di masa depan, peluang harga smartphone kembali lebih kompetitif tentu masih terbuka. Kalau menurut kamu, apakah sekarang jadi waktu yang tepat untuk upgrade HP baru?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article