5 Fitur Flagship yang Jarang Dimiliki HP Kelas Low-End

Flagship adalah sebutan untuk smartphone terbaik yang ada di suatu merek smartphone. HP flagship identik dengan harga yang sangat mahal, namun, dibarengi dengan fitur-fitur canggih.
Dalam era gawai yang makin berkembang pesat, para produsen ponsel mulai berani menyelipkan fitur smartphone flagship di HP kelas low-end. Meski begitu, masih ada beberapa fitur yang rasanya sangat jarang atau bahkan tidak pernah di temui di smartphone kelas low-end. Jika kamu penasaran, simak artikel ini untuk mengetahui kelima fitur tersebut.
1. Fitur anti air IP68

Fitur anti air adalah fitur flagship yang sangat jarang ditemui di smartphone kelas low-end. Fitur ini memungkinkan smartphone tetap bisa berfungsi dengan normal meski terendah air. Bahkan, beberapa merek smartphone seperti Samsung Galaxy S23 series mampu bertahan selama 30 menit di dalam air.
Fitur anti air atau lebih dikenal standar perlindungan ini memiliki cukup banyak jenis, di antaranya IP67, IP68, IPX5, IPX4, dan lainnya. Di antara semua itu, IP68 adalah yang terbaik dan hanya dimiliki smartphone kelas flagship.
2. Sensor fingerprint di layar

Sensor fingerprint di layar adalah fitur flagship yang sangat mewah. Teknologi ini memiliki banyak kelebihan, seperti tanpa tombol fisik, mudah diakses, dan sangat aman. Hingga saat ini, teknologi seperti ini masih sangat jarang ditemui di smartphone kelas low-end.
Sensor fingerprint di bawah layar biasanya digunakan pada layar berpanel OLED, AMOLED, dan LCD. Beberapa merek yang paling sering menggunakan teknologi ini adalah Samsung, Oppo, hingga vivo.
3. Teknologi wireless charging

Teknologi wireless charging memungkinkan kamu mengisi baterai tanpa membutuhkan kabel. Teknologi ini sangat jarang ditemui di smartphone kelas low-end karena membutuhkan biaya yang banyak. Demi menjaga harga smartphone tetap murah, para produsen terpaksa meninggalkan fitur ini.
Meski terdengar canggih, wireless charging tak sebagus wired charging. Teknologi wireless charging memiliki beberapa kelemahan, seperti kecepatan pengisian daya jadi lebih lambat dan terkadang membuat smartphone lebih mudah panas.
4. Layar lengkung atau foldable

Layar lengkung atau foldable adalah salah satu nilai jual paling tinggi dari smartphone kelas flagship. Apalagi jika layar dibarengi dengan bezel tipis yang seakan selalu berhasil menggoda calon pembeli. Dengan layar tersebut, ponsel flagship terlihat sangat premium baik ketika dilihat ataupun dipegang.
Smartphone kelas low-end tidak ada yang mengadopsi layar lengkung apalagi foldable. Mayoritas dari produk smartphone low-end mengadopsi penggunaan desain layar flat atau datar.
5. Mampu merekam video hingga kualitas 8K

Dibandingkan 4K, perekaman video 8K memiliki empat piksel lebih banyak, memiliki kualitas yang lebih baik, dan memakan banyak ruang penyimpanan banyak. Oleh karena itu, dibutuhkan perangkat keras yang kuat untuk memproses video 8K.
Saat ini, smartphone yang mampu merekam video hingga kualitas 8K sangat sedikit. Teknologi ini membutuhkan spesifikasi kamera yang sangat canggih dan prosesor yang kelas atas. Oleh karena itu, sangat wajar jika smartphone kelas low-end tidak mampu melakukannya.
Meskipun HP kelas low-end tidak menawarkan semua fitur flagship, dengan harga yang lebih terjangkau pengguna tetap dapat mencicipi beberapa fitur yang ada pada HP kelas flagship. Dengan demikian, kamu dapat memilih HP yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet yang tersedia.



















