Hands-on Samsung Galaxy S26 FE, Mini Flagship yang Siap Diajak Ngonten

- Samsung Galaxy S26 FE hadir di Indonesia sebagai opsi Galaxy S lebih terjangkau, menyasar pengguna muda yang aktif membuat foto dan video spontan.
- Fitur My FanCam memungkinkan pemilihan subjek setelah merekam, Horizontal Lock menjaga video horizontal saat bergerak, dan kamera depan ultra lebar 85 derajat mendukung selfie grup.
- Perangkat membawa Galaxy AI dan One UI 9, layar 6,7 inci, baterai 4.900mAh, pengisian 45W, serta harga normal mulai Rp11.999.000 untuk varian 8GB/128GB.
Samsung Galaxy S26 FE resmi hadir di Indonesia sebagai opsi baru bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman lini Galaxy S dengan harga lebih terjangkau. Patut dicatat, lini FE ini memang selalu jadi yang dinanti oleh Galaxy Fans karena punya fitur flagship dengan harga yang lebih affordable. Seri Galaxy S26 FE kali ini membawa sejumlah fitur yang diarahkan untuk kebutuhan anak muda, terutama mereka yang cukup aktif mengabadikan aktivitas sehari hari melalui foto maupun video.
Pendekatan Samsung pada Galaxy S26 FE kali ini terasa cukup menarik karena pengalaman kameranya tidak hanya bertumpu pada kemampuan mengambil gambar. My FanCam memungkinkan pengguna menentukan subjek utama setelah video selesai direkam, Horizontal Lock membantu menjaga orientasi video tetap horizontal saat smartphone bergerak, sementara Photo Assist berbasis Galaxy AI disiapkan untuk membantu proses pengolahan hasil tangkapan.
Dari pengalaman awal menggunakan Galaxy S26 FE, kombinasi fitur baru tersebut membuat smartphone ini terasa diarahkan sebagai perangkat untuk pengguna yang gemar membuat konten secara spontan. Samsung juga melengkapinya dengan layar 6,7 inci, baterai 4.900mAh, pengisian daya 45W Fast Charging, serta tiga pilihan warna Pistachio, Blueberry, dan Graphite yang membuat karakter perangkat ini semakin dekat dengan target pengguna mudanya.
1. Desain simpel dengan tiga pilihan warna

Samsung Galaxy S26 FE (IDN Times/Fatkhur Rozi) Secara visual, Samsung Galaxy S26 FE masih membawa pendekatan yang sederhana dan mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga Galaxy. Smartphone ini tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Pistachio, Blueberry, dan Graphite, sehingga pengguna memiliki opsi yang cukup berbeda untuk menyesuaikan perangkat dengan karakter personal masing masing.
Pistachio menjadi pilihan yang terasa lebih playful, sementara Blueberry memberikan karakter warna yang lebih kuat dibanding warna smartphone pada umumnya. Graphite berada di sisi yang lebih aman karena tampilannya lebih minimalis, sehingga cocok untuk pengguna yang tidak ingin smartphone terlihat terlalu mencolok.
Bagian depannya didominasi layar berukuran 6,7 inci yang memberikan ruang cukup lega ketika menikmati konten maupun melakukan proses editing. Ukuran tersebut juga terasa relevan dengan pendekatan Galaxy S26 FE sebagai smartphone untuk kreasi konten karena pengguna mendapatkan area visual yang lebih luas ketika memeriksa foto dan video sebelum membagikannya.
2. Fitur kamera kelas flagship

Samsung Galaxy S26 FE (IDN Times/Fatkhur Rozi) Seri Galaxy S26 FE kali ini dibekali beberapa fitur kamera kelas flagship Samsung. My FanCam menjadi salah satu fitur yang paling menarik untuk dicoba pada Galaxy S26 FE karena menawarkan pendekatan berbeda ketika merekam sebuah momen. Patut dicatat bahwa sejauh ini, baru seri Galaxy Z Fold8 Series saja yang memiliki fitur ini. Bahkan S26 Ultra saja belum punya.
Pengguna tidak perlu menentukan subjek yang harus menjadi fokus sejak awal karena video dapat direkam secara utuh terlebih dahulu, kemudian subjek utama baru dipilih setelah proses perekaman selesai. Setelah subjek dipilih, My FanCam berbasis Galaxy AI akan melacak orang tersebut sekaligus menyesuaikan framing sepanjang video agar tetap menjadi pusat perhatian. Pendekatan ini terasa relevan ketika merekam situasi yang memiliki banyak subjek sekaligus, seperti konser atau pertunjukan, karena pengguna tidak harus terus mempertahankan framing pada satu orang selama proses perekaman.
Konsep tersebut juga membuat satu rekaman dapat diolah menjadi beberapa perspektif yang berbeda setelah momen selesai. Pengguna memiliki ruang lebih besar untuk menentukan cerita yang ingin ditonjolkan tanpa harus merekam kejadian yang sama berulang kali, sehingga proses pembuatan konten terasa lebih fleksibel.
Fitur kamera lain yang cukup menarik adalah Horizontal Lock, terutama bagi pengguna yang sering merekam sambil bergerak. Perubahan posisi smartphone ketika mengikuti subjek atau mencari sudut pengambilan gambar biasanya bisa mengubah orientasi video, sehingga pengguna harus lebih memperhatikan bagaimana perangkat digenggam selama proses perekaman.
Horizontal Lock membantu mempertahankan orientasi video agar tetap stabil dan horizontal meskipun posisi Galaxy S26 FE berubah ketika sedang merekam. Pengguna pun bisa lebih leluasa bergerak mengikuti objek atau mengeksplorasi angle tanpa terus memikirkan orientasi perangkat yang sedang digunakan.
Karakter tersebut membuat Horizontal Lock cukup menarik untuk skenario perekaman yang lebih dinamis, mulai dari konser, aktivitas bersama teman, hingga membuat konten sambil bergerak. Fokus pengguna akhirnya dapat lebih diarahkan pada momen dan komposisi yang ingin ditangkap, sementara smartphone membantu mempertahankan orientasi rekamannya.
Samsung juga memberikan perhatian pada kamera depan Galaxy S26 FE melalui kemampuan Ultra Wide Selfie Camera. Kamera tersebut memiliki Field of View 85 derajat yang memungkinkan area lebih luas masuk ke dalam frame, terutama ketika pengguna ingin mengambil foto bersama beberapa orang sekaligus.
Sudut pandang yang lebih luas membuat pengguna tidak perlu terlalu jauh menjangkau smartphone ketika mengambil group selfie. Ruang tambahan dalam frame juga membantu menangkap tidak hanya wajah orang yang sedang berfoto, tetapi sebagian suasana di sekitarnya sehingga konteks sebuah momen masih dapat dipertahankan.
Pendekatan tersebut terasa sejalan dengan keseluruhan konsep kamera Galaxy S26 FE yang lebih menekankan fleksibilitas dalam membuat konten. My FanCam menawarkan kebebasan menentukan fokus setelah merekam, Horizontal Lock membantu ketika merekam sambil bergerak, sedangkan kamera depan 85 derajat memberi ruang lebih luas ketika momen yang ingin diabadikan melibatkan banyak orang.
3. Galaxy AI ikut masuk ke proses kreasi konten

Samsung Galaxy S26 FE (IDN Times/Fatkhur Rozi) Pengalaman kamera Galaxy S26 FE tidak selesai setelah tombol shutter atau record ditekan karena Samsung turut membawa Galaxy AI ke dalam proses pengolahan konten. Photo Assist dapat digunakan untuk membantu mengolah dan menyempurnakan hasil tangkapan sehingga pengguna memiliki lebih banyak ruang untuk mengubah foto menjadi kreasi yang sesuai dengan perspektif mereka.
Integrasi AI tersebut melengkapi My FanCam yang juga menggunakan Galaxy AI untuk melakukan pelacakan subjek setelah video selesai direkam. Samsung tampaknya ingin membuat AI menjadi bagian dari alur pembuatan konten, bukan hanya fitur terpisah yang sesekali digunakan ketika pengguna membutuhkan bantuan tertentu.
Galaxy S26 FE sekaligus menjadi Galaxy S pertama yang menggunakan One UI 9. Kombinasi software terbaru tersebut dengan Galaxy AI menjadi bagian penting dari positioning perangkat ini, terutama karena Samsung memang menempatkan Galaxy S26 FE sebagai smartphone yang mengikuti aktivitas harian sekaligus membantu pengguna mengolah ide kreatif mereka.
Hasil foto Samsung Galaxy S26 FE
4. Baterai 4.900mAh dengan 45W Fast Charging

Samsung Galaxy S26 FE (IDN Times/Fatkhur Rozi) Aktivitas mengambil foto, merekam video, dan melakukan editing tentu membutuhkan daya yang tidak sedikit. Galaxy S26 FE dibekali baterai berkapasitas 4.900mAh yang disiapkan untuk menemani berbagai aktivitas sepanjang hari, sehingga pengguna tidak hanya mengandalkan perangkat ini untuk komunikasi tetapi juga untuk kebutuhan kreatif.
Samsung turut meningkatkan aspek pengisian dayanya melalui dukungan 45W Fast Charging. Kemampuan tersebut ditujukan untuk mempersingkat waktu yang diperlukan ketika mengisi daya di sela aktivitas, terutama bagi pengguna yang memiliki agenda berpindah pindah dan tidak memiliki banyak waktu untuk membiarkan smartphone terhubung ke charger.
Layar 6,7 inci kemudian melengkapi pengalaman tersebut sebagai ruang untuk menikmati maupun mengedit konten. Samsung juga menyebut Galaxy S26 FE memiliki performa yang disiapkan untuk kebutuhan hiburan, pembuatan konten, hingga editing.
Pengalaman awal menggunakan Samsung Galaxy S26 FE memperlihatkan bahwa peningkatan yang ingin ditonjolkan Samsung bukan sekadar pada hardware kamera. My FanCam menjadi fitur yang paling mencuri perhatian karena memberikan fleksibilitas untuk memilih subjek setelah proses perekaman selesai, sementara Horizontal Lock menyelesaikan persoalan sederhana tetapi cukup sering ditemui ketika membuat video sambil bergerak.
Galaxy S26 FE dipasarkan dalam konfigurasi 8GB/128GB dengan harga normal Rp11.999.000 dan 8GB/256GB seharga Rp13.999.000, sementara varian 8GB/512GB disebut akan segera hadir. Pada periode penawaran yang tercantum dalam materi, varian 8GB/128GB bisa didapatkan mulai Rp9.249.000 dan 8GB/256GB mulai Rp11.249.000 sesuai syarat dan ketentuan, membuat Galaxy S26 FE menjadi opsi baru untuk pengguna yang menginginkan pengalaman Galaxy S dengan penekanan kuat pada kreasi konten.





















