Harga iPhone Melambung di Tangan Scalper, Apa Risikonya?

- Pre-order iPhone Duo pada 16 Oktober 2026 memicu penundaan pengiriman hingga Januari 2027 di sejumlah pasar, sementara Brasil dilaporkan menunggu sampai awal Februari.
- Stok terbatas dan permintaan tinggi dimanfaatkan scalper untuk menjual iPhone Duo jauh di atas harga resmi, dengan tawaran model 2 TB mencapai 9.777 dolar AS.
- Pembelian dari scalper berisiko penipuan, ketidaksesuaian barang, masalah registrasi IMEI, pajak impor, dan garansi; pembeli perlu memeriksa reputasi penjual serta status perangkat.
Pre-order iPhone terbaru tidak selalu menjamin calon pembeli bisa mendapatkan perangkat sesuai jadwal yang diharapkan. Ketika permintaan melonjak dan stok terbatas, sebagian konsumen akhirnya mencari alternatif melalui scalper, yakni penjual yang membeli produk untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Fenomena ini kembali terlihat pada peluncuran iPhone Duo, smartphone lipat pertama Apple yang mulai memasuki tahap pre-order pada 16 Oktober 2026.
Laman 9to5Mac melaporkan bahwa estimasi pengiriman produk tersebut bergeser dari akhir Oktober ke November, Desember, bahkan Januari 2027 di sejumlah pasar. Brasil bahkan dikabarkan menghadapi penundaan pengiriman hingga awal Februari 2027. Meskipun keterbatasan pasokan awal telah diperkirakan sebelumnya, besarnya penundaan tersebut tetap mengejutkan banyak calon pembeli.
Di tengah situasi ini, sejumlah scalper memanfaatkan tingginya permintaan dan terbatasnya stok iPhone Duo sebagai ajang aji mumpung dengan menawarkan perangkat seharga 10.000 dolar AS atau sekitar Rp180 juta di eBay dan X. Harga tersebut jauh melampaui harga awal perangkat. Lantas, apa saja risiko membeli iPhone dari scalper? Berikut penjelasannya!
1. Mengapa harga iPhone bisa melambung di tangan scalper

ilustrasi seorang perempuan sedang melihat atau membeli smartphone di toko gadget atau toko elektronik (freepik.com/pressahotkey) Scalper adalah pihak yang membeli barang ketika stok masih tersedia, kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi saat permintaan meningkat. Praktik ini kerap terjadi pada produk populer dengan persediaan terbatas, termasuk perangkat elektronik dan konsol gim. Pada kasus iPhone Duo, tingginya permintaan saat pre-order membuat sebagian konsumen harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan perangkat tersebut.
Apple menyebut permintaan terhadap iPhone Duo sangat tinggi dan menyatakan akan terus menerima pesanan daring sembari berupaya mempercepat pengiriman. Situasi ini membuka peluang bagi penjual kembali untuk menawarkan perangkat dengan harga premium. Laporan AplWire pada 17 Oktober 2026 menyebut sebuah iPhone Duo berkapasitas 2 TB ditawarkan seharga 9.777 dolar AS atau sekitar Rp176,3 juta di Amerika Serikat. Angka tersebut jauh di atas harga awal model 2 TB sebesar 3.199 dolar AS atau sekitar Rp57,7 juta.
Praktik ini juga terlihat dari unggahan akun X @ra_ecom_ yang mengaku telah menghabiskan 400.000 dolar AS atau sekitar Rp7,21 miliar untuk membeli iPhone Duo selama periode pre-order. Penjual tersebut mengklaim berhasil memperoleh 12 unit dan mendapatkan jadwal pengiriman antara 23 Oktober dan 9 November 2026. Ia juga menyebut menggunakan perangkat otomatis untuk menyelesaikan transaksi pada menit-menit krusial saat pemesanan dibuka. Menurut pengakuannya, strategi tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan ratusan dolar AS per unit.
2. Risiko penipuan dalam transaksi daring

ilustrasi pembayaran cashless menggunakan QR code (freepik.com/rawpixel.com) Tidak semua penjual yang menawarkan iPhone dengan harga tinggi merupakan penipu. Namun, membeli dari penjual yang tidak dikenal dapat meningkatkan risiko, terutama jika pembeli diminta mentransfer uang terlebih dahulu tanpa jaminan transaksi yang memadai. Risiko tersebut mencakup barang tidak dikirim, spesifikasi tidak sesuai, perangkat berbeda dari foto, hingga penjual menghilang setelah pembayaran.
Untuk menghindari masalah tersebut, pembeli sebaiknya memeriksa reputasi penjual, memilih metode pembayaran yang menyediakan perlindungan transaksi, serta memahami kebijakan pengembalian sebelum membeli. Apple juga menyarankan konsumen yang membeli iPhone bekas untuk memilih penjual tepercaya dan memahami kebijakan pengembalian. Prinsip ini relevan diterapkan ketika membeli perangkat dari scalper, terutama jika transaksi dilakukan secara daring.
3. Status IMEI dan garansi belum tentu sesuai harapan

menu Pengaturan untuk cek status dan nomor IMEI (tecno-mobile.com) Harga tinggi tidak otomatis menjamin perangkat memiliki garansi yang sesuai atau dapat digunakan tanpa masalah di Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan ketika iPhone ditawarkan oleh penjual yang mendatangkan perangkat dari luar negeri. Sebelum membeli, konsumen perlu memastikan asal perangkat, bukti pembelian, cakupan garansi, serta status IMEI.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa perangkat telekomunikasi yang dibawa atau dikirim dari luar negeri wajib mengikuti ketentuan registrasi IMEI sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat memperoleh akses ke jaringan seluler Indonesia. Registrasi IMEI tidak dipungut biaya, tetapi bea masuk dan pajak impor dapat dikenakan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, pembeli perlu memastikan status perangkat dan kepatuhan terhadap aturan impor, bukan hanya mengandalkan keterangan penjual.
Selain IMEI, cakupan garansi juga perlu diperiksa. Ketentuan layanan dapat berbeda bergantung pada negara pembelian dan jenis perlindungan yang tersedia. Apple menyediakan layanan untuk memeriksa status perlindungan perangkat, sementara bukti pembelian asli dapat diperlukan dalam kondisi tertentu. Artinya, konsumen sebaiknya tidak menganggap semua perangkat yang dijual kembali otomatis memperoleh perlindungan garansi yang sama.
4. Jangan biarkan kelangkaan menentukan keputusan membeli

iPhone Duo (apple.com) Ketika jadwal pengiriman mundur, membeli dari scalper mungkin terlihat sebagai jalan pintas untuk mendapatkan iPhone incaran. Namun, konsumen perlu mempertimbangkan apakah selisih harga tersebut sebanding dengan manfaat memperoleh perangkat lebih cepat. Harga premium juga tidak menghilangkan risiko penipuan, masalah IMEI, atau ketidakjelasan garansi.
Jika tidak membutuhkan perangkat tersebut dalam waktu dekat, menunggu ketersediaan stok dari penjual resmi dapat menjadi pilihan yang lebih bijak. Sebelum memutuskan membeli, bandingkan harga, periksa reputasi penjual, dan pastikan status perangkat. Jangan sampai keinginan mendapatkan iPhone lebih cepat justru membuat pengeluaran membengkak atau menimbulkan masalah setelah transaksi selesai. Jadi, pertimbangkan kebutuhan dan risikonya terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli, ya!























