Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Chat WhatsApp Kirim Judi Online Sendiri? Cek Ekstensi Chrome

Chat WhatsApp Kirim Judi Online Sendiri? Cek Ekstensi Chrome
Ilustrasi WhatsApp (IDN Times/Misrohatun)
  • Pesan promosi judi online dapat terkirim dari WhatsApp Web ke nomor asing tanpa muncul di ponsel, meski verifikasi dua langkah dan daftar perangkat tertaut terlihat bersih.
  • Riset Socket.dev menemukan 131 ekstensi Chrome berkedok CRM atau otomasi WhatsApp yang menyuntikkan skrip untuk mengirim pesan massal; lebih dari 20.000 pengguna sempat terdampak.
  • Menghapus perangkat tertaut atau mengganti PIN tidak cukup; pengguna perlu menghapus ekstensi mencurigakan melalui chrome://extensions/ atau memakai profil/peramban bersih, termasuk di browser berbasis Chromium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pengamat Keamanan Siber Vaksincom, Alfons Tanujaya kembali membagikan pengamatannya terkait fenomena akun WhatsApp yang secara massal tiba-tiba terblokir oleh Meta.

Seorang warganet membagikan pengalamannya di media sosial, di mana dia melakukan login WhatsApp di laptop miliknya sendiri dan tidak ada yang aneh pada awalnya.

Namun tak lama kemudian ia menemukan riwayat chat baru yang terkirim dari akunnya sendiri ke sejumlah nomor asing, berisi promosi judi online. Yang lebih janggal, pesan itu tidak bisa dihapus ‘Delete for Everyone’ dan tidak muncul di riwayat WhatsApp pada ponselnya.

Pengguna sudah mengaktifkan verifikasi dua langkah dan memeriksa Perangkat Tertaut, namun keduanya ditemukan dalam keadaan bersih—tidak ada perangkat asing yang tertaut ke akunnya.

  1. Ekstensi peramban di perangkat korban

    Alfons menjelaskan bahwa kejadian ini pada awalnya terlihat seperti kasus pembajakan akun biasa. Namun penelusuran lebih lanjut mengarah ke penyebab yang berbeda dari dugaan umum selama ini—bukan linked device asing, melainkan ekstensi peramban (browser extension) yang terpasang di komputer korban sendiri.

    Perusahaan keamanan siber Socket.dev pada Oktober 2025 mempublikasikan riset yang mengungkap 131 ekstensi Chrome yang menyamar sebagai tools ‘CRM WhatsApp’ atau ‘otomasi WhatsApp’ untuk kebutuhan bisnis. 

    Alih-alih sekadar membantu manajemen kontak, ekstensi-ekstensi ini terbukti menyuntikkan skrip langsung ke halaman web.whatsapp.com untuk mengirim pesan massal secara otomatis. Google kemudian menghapus seluruh ekstensi tersebut dari Chrome Web Store. Namun tercatat lebih dari 20.000 pengguna aktif sempat terdampak sejak ekstensi-ekstensi ini beredar pada awal 2025.

    Ekstensi ini memanfaatkan fungsi internal yang dipakai WhatsApp Web sendiri untuk mengatur pengiriman pesan, dikombinasikan dengan Manifest V3 service worker agar pengiriman bisa tetap terjadwal di latar belakang. Nama-nama ekstensi ini sengaja dibuat menyerupai tools bisnis yang sah dan mayoritas diterbitkan oleh publisher yang sama meski memakai nama dan tampilan berbeda-beda—mengindikasikan model reseller/white-label, bukan operasi satu pihak.

  2. Kenapa pesan tidak muncul di perangkat HP?

    ilustrasi WhatsApp (pexels.com/Anton)
    ilustrasi WhatsApp (pexels.com/Anton)

    Sejak WhatsApp memperbarui sistem multi-device agar tidak lagi bergantung pada ponsel utama yang harus selalu aktif, Meta mengadopsi model yang dikenal sebagai client-fanout. Dalam model ini, setiap perangkat tertaut, termasuk WhatsApp Web atau Desktop, diperlakukan sebagai perangkat independen dengan kunci enkripsi end-to-end miliknya sendiri.

    Ketika sebuah pesan dikirim dari WhatsApp Web, aplikasi web (disebut sebagai client) yang bertanggung jawab mengenkripsi dan ‘membagi’ (fanout) paket pesan ke dua tujuan yaitu perangkat penerima pesan dan perangkat milik pengirim sendiri termasuk ponsel utama, sebagai salinan untuk keperluan sinkronisasi (self-sync).

    Di titik inilah celahnya. Karena proses enkripsi terjadi di tingkat client, server WhatsApp pada dasarnya hanya berfungsi sebagai perantara (relay) bagi paket data yang sudah terenkripsi, dan tidak dapat membaca isi maupun memverifikasi kelengkapan pengiriman tersebut. 

    Ekstensi peramban yang jahat, karena menguasai penuh logika JavaScript pada halaman WhatsApp Web, dapat dengan sengaja hanya mengirimkan salinan pesan ke penerima spam, sembari memotong (bypass) proses pengiriman salinan ke ponsel pemilik akun. Hasilnya, server WhatsApp tetap memproses pesan tersebut sebagai pengiriman yang sah ke penerima.

    Namun karena tidak ada salinan yang pernah dibuat untuk ponsel pemilik akun, pesan tersebut tidak akan pernah tercatat di riwayat chat pemilik akun.

  3. Pengamat bagikan solusinya

    Pengguna kerap tidak menyadari bahwa ekstensi CRM, WhatsApp Marketing, atau broadcast tool yang mereka unduh demi fitur otomatisasi sebenarnya membawa fungsi tersembunyi semacam ini. Ekstensi tetap berjalan normal untuk fungsi CRM yang dijanjikan, namun di balik layar turut memakai sesi WhatsApp Web milik pengguna untuk mengirim spam ke nomor acak.

    Pola ini juga tidak selalu melibatkan jaringan spam profesional. Kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan adalah pihak terdekat—pasangan atau anggota keluarga yang menggunakan komputer bersama, dan memasang ekstensi semacam ini dengan niat memantau percakapan, tanpa menyadari bahwa tools yang mereka pasang juga terhubung ke jaringan spam di baliknya.

    Menghapus sesi pada Perangkat Tertaut maupun mengganti PIN verifikasi dua langkah tidak banyak membantu karena akar masalahnya bukan pada autentikasi akun WhatsApp, melainkan ekstensi yang tetap terpasang di peramban. Begitu pengguna login ulang WhatsApp Web pada peramban yang sama, ekstensi tersebut dapat langsung menyusup ke sesi baru yang terbentuk.

    Satu-satunya cara efektif untuk menghentikan penyalahgunaan ini adalah menghapus ekstensi bermasalah melalui chrome://extensions/, atau bila masih ragu, menghapus instalasi secara total dan menggantinya dengan profil atau peramban yang bersih. 

    Risiko ini juga tidak terbatas pada Google Chrome semata, karena seluruh peramban berbasis Chromium seperti Microsoft Edge, Brave, dan Opera mendukung instalasi ekstensi yang sama, dan berlaku di seluruh sistem operasi—Windows, macOS, maupun Linux—karena serangan ini bekerja di tingkat peramban, bukan sistem operasi.

    “Sebagai langkah pencegahan tambahan, pengguna WhatsApp disarankan untuk memeriksa daftar ekstensi yang terpasang di peramban secara berkala, terutama yang mengklaim sebagai tools CRM atau otomasi WhatsApp, serta menjaga agar ponsel tidak diakses maupun dipindai kode QR-nya oleh pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya,” imbuh Alfons.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More