"Intel COre Ultra Series 3 merupakan langkah maju yang signifikan dalam roadmap komputasi client kami," ujar Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia.
Intel Core Ultra Series 3 Hadir di Indonesia, Ngebut dan Efisien

- Intel resmi meluncurkan Core Ultra Series 3 di Indonesia, membawa performa tinggi, efisiensi daya, dan integrasi AI untuk mendukung berbagai aktivitas dari kerja hingga gaming.
- Chipset ini memiliki hingga 16 core CPU dan GPU Intel Arc dengan peningkatan performa gaming hingga 77%, serta NPU berkemampuan 50 TOPS untuk fitur AI langsung di perangkat.
- Dengan teknologi fabrikasi Intel 18A, daya tahan baterai bisa mencapai sekitar 27 jam, tersedia dalam berbagai varian seperti X9 dan X7 untuk kebutuhan profesional maupun kreator.
Laptop kini tidak lagi hanya digunakan untuk satu jenis aktivitas. Dalam satu perangkat, pengguna bisa bekerja, mengedit konten, hingga bermain game. Perubahan ini membuat kebutuhan terhadap chipset juga ikut berkembang. Tidak hanya harus cepat, tetapi juga efisien dan cerdas. Intel menjawab kebutuhan tersebut lewat Intel Core Ultra Series 3.
Generasi terbaru ini membawa pendekatan baru dalam dunia chipset laptop, dengan fokus pada performa tinggi, efisiensi daya, serta kemampuan AI yang semakin terintegrasi dalam penggunaan sehari-hari.
Performa tinggi untuk multitasking hingga gaming

Intel Core Ultra Series 3 dirancang untuk menangani berbagai skenario penggunaan dalam satu perangkat. Chipset ini hadir dengan konfigurasi hingga 16 core CPU dan GPU terintegrasi Intel Arc, yang memberikan peningkatan performa signifikan. Dalam penggunaan nyata, hal ini berarti multitasking terasa lebih lancar, baik saat membuka banyak aplikasi, editing video, hingga menjalankan game modern.
Bahkan, performa gaming disebut meningkat hingga 77% dibanding generasi sebelumnya, menjadikannya cukup relevan untuk pengguna yang ingin laptop serba bisa tanpa harus menggunakan GPU diskrit.
AI jadi bagian dari penggunaan sehari-hari
Salah satu perubahan besar di generasi ini adalah integrasi AI yang lebih serius. Intel menyematkan NPU dengan performa hingga 50 TOPS, yang memungkinkan berbagai fitur AI berjalan langsung di perangkat. Ini mencakup aktivitas seperti AI image processing, voice recognition, hingga fitur berbasis AI di aplikasi produktivitas.
Dalam penggunaan sehari-hari, AI ini bekerja di belakang layar untuk meningkatkan efisiensi, mulai dari pengolahan data hingga pengalaman penggunaan yang lebih responsif.
Lebih efisien, baterai bisa tembus seharian
Selain performa, efisiensi daya menjadi fokus utama. Intel Core Ultra Series 3 dibangun dengan teknologi fabrikasi Intel 18A, yang memungkinkan konsumsi daya lebih hemat tanpa mengorbankan performa. Dalam skenario penggunaan tertentu, laptop dengan chipset ini bahkan bisa bertahan hingga sekitar 27 jam.
Hal ini membuat laptop tidak hanya powerful, tetapi juga lebih praktis untuk digunakan sepanjang hari tanpa harus sering mencari charger.
Cocok untuk berbagai kebutuhan, dari kerja hingga kreator
Intel juga menghadirkan varian seperti Core Ultra X9 dan X7 yang ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan lebih berat. Chipset ini cocok untuk kreator konten, profesional, hingga gamer yang membutuhkan performa tinggi dalam perangkat portabel. Sementara itu, varian lainnya tetap tersedia untuk segmen mainstream dengan harga lebih terjangkau, namun tetap membawa fondasi teknologi yang sama.
Pendekatan ini membuat ekosistem laptop menjadi lebih fleksibel, dengan pilihan yang bisa disesuaikan kebutuhan pengguna.
Intel Core Ultra Series 3 menunjukkan bahwa evolusi chipset kini tidak hanya soal kecepatan. Mulai dari pekerjaan sehari-hari, aktivitas kreatif, hingga gaming, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu kompromi besar. Di sinilah peran chipset mulai berubah, bukan hanya sebagai “mesin”, tetapi sebagai otak yang memahami kebutuhan pengguna.
Ke depan, pendekatan seperti ini kemungkinan akan menjadi standar baru dalam dunia laptop, di mana performa, efisiensi, dan kecerdasan berjalan beriringan dalam satu sistem.
Sudah hadir di Indonesia

Secara global, lebih dari 200 desain laptop akan mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3, mencakup segmen premium consumer, gaming, hingga komersial.
Intel mengatakan bahwa chipset terbaru mereka tersebut sudah bisa dibeli di pasar Indonesia melalui berbagai mitra OEM terkemuka. Di Indonesia, chip dengan kode nama Panther Lake tersebut sudah hadir dalam beragam brand seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, dan MSI.
"Dengan dukungan mitra OEM terkemuka, konsumen dan pelaku bisnis di Indonesia kini dapat merasakan pengalaman generasi baru komputasi berbasis AI," ujar Harry.
Pelanggan di Indonesia akan mendapatkan berbagai pilihan perangkat, mulai dari laptop yang ultra-portable untuk mendorong produktivitas, hingga sistem berperforma tinggi untuk para kreator dan gaming, yang akan hadir di sepanjang tahun 2026.


![[QUIZ] Tebak Game Warnet Jadul, Gen Z Bisa Nebak?](https://image.idntimes.com/post/20240121/game-jadul-105f3a3f3c5df0b114b7fdc833e67f6c-b5a4f1c9ab7a3dacb4ddba52c5a7f6c1.jpg)

![[QUIZ] Dari Mesin AI Favoritmu, Ini Karaktermu yang Sesungguhnya](https://image.idntimes.com/post/20250511/upload_ce55b7cd826ac706ac0bbc9744a854a2.png)













