5 Kekurangan dari Membeli iMac yang Perlu Diketahui

- Pembaruan iMac dinilai tidak konsisten dan tertinggal dari lini Mac lain, tanpa opsi prosesor kelas Pro, layar mini-LED XDR, maupun refresh rate ProMotion.
- iMac hanya tersedia dengan layar Retina 4,5K 24 inci dan dudukan tanpa pengaturan tinggi, sehingga ruang kerja serta kenyamanan ergonomis dapat terbatas.
- Harga iMac M4 mulai Rp29 juta, sekitar Rp10 juta di atas Mac mini M4; port terbatas juga dapat memaksa pengguna membeli hub atau docking station.
iMac dikenal sebagai salah satu komputer all-in-one paling terkenal dan cukup banyak digunakan. Desainnya tipis dan minimalis, layarnya memanjakan mata, sementara hardware dan macOS sebagai sistem operasi sudah terintegrasi sehingga pengguna bisa langsung menggunakannya setelah membelinya. Namun, tidak dapat disangkal bahwa iMac tetap bukan PC yang sempurna untuk semua pengguna. Di balik nama besar Apple sebagai produsen, terdapat sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan dari iMac, terutama terkait pilihan spesifikasi, fleksibilitas layar, sisi ergonomi, harga dan konektivitas. Berikut ulasan lebih lengkapnya.
1. Pembaruan ke generasi baru lebih lambat dibanding perangkat Apple yang lain

ilustrasi iMac (Unsplash/Deng Xiang) Salah satu masalah terbesar iMac adalah pembaruannya yang tidak konsisten. Berbeda dari MacBook dan iPhone yang lebih rutin mendapatkan generasi baru, iMac sering kali menunggu cukup lama sebelum diperbarui. Selain membuat calon pembeli ragu menentukan waktu terbaik untuk membeli, masalah ini juga berdampak pada spesifikasi. iMac mungkin masih menggunakan prosesor yang cukup mumpuni untuk kebutuhan harian, namun tidak selalu menawarkan teknologi terbaru yang sudah tersedia pada lini Mac lainnya. Bahkan sampai saat ini, iMac belum memiliki model dengan prosesor kelas Pro, layar mini-LED XDR atau refresh rate ProMotion seperti yang tersedia pada beberapa MacBook. Dengan kata lain, bagi pengguna profesional yang membutuhkan performa maksimal atau teknologi layar terkini, iMac sayangnya masih tertinggal.
2. Hanya tersedia dalam satu ukuran layar
iMac saat ini menggunakan layar Retina 4,5K berukuran 24 inci. Ukuran tersebut memang cukup ideal untuk banyak pengguna dan menawarkan kualitas gambar yang tajam, namun Apple tidak menyediakan iMac dengan layar yang lebih besar, lebih terang atau memiliki refresh rate lebih tinggi. Keterbatasan ini bisa terasa ketika pengguna harus membuka banyak aplikasi secara bersamaan. Pekerja kantoran, editor video, programmer atau pengguna yang sering membandingkan beberapa dokumen akan merasa layar 24 inci iMac terlalu sempit. Solusinya adalah menambahkan monitor eksternal. Namun, solusi tersebut jelas mengurangi kesederhanaan desain iMac dan malah menambah biaya. Karenanya, pengguna yang menginginkan layar 27 atau 32 inci lebih disarankan untuk menggunakan Mac mini yang bisa dipasangkan dengan monitor sesuai kebutuhan.
3. Dudukannya tidak bisa diatur ketinggiannya

ilustrasi iMac (Unsplash/N.Tho.Duc) Dudukan bawaan iMac hanya memungkinkan pengguna mengatur kemiringan layar, bukan ketinggiannya. Keterbatasan kecil ini bisa memengaruhi kenyamanan, terutama bagi pengguna yang duduk di depan PC selama berjam-jam setiap harinya. Posisi layar yang terlalu rendah bisa membuat pengguna harus menundukkan kepala atau membungkukkan leher. Dalam jangka panjang, posisi kerja yang kurang ideal seperti itu bisa menyebabkan rasa pegal pada leher, bahu dan punggung. Apple memang menyediakan dukungan pemasangan dudukan VESA atau alternatif lainnya adalah menggunakan penyangga tambahan untuk menaikkan posisi iMac. Namun, kedua solusi tersebut memiliki kekurangan masing-masing karena penyangga tambahan bisa mengurangi desain minimalis dari iMac, sedangkan dudukan VESA membuat pengguna harus menyediakan lengan monitor atau melakukan pemasangan sendiri.
4. Mac mini dengan monitor terpisah bisa lebih murah
iMac menawarkan kenyamanan karena layar, kamera, mikrofon dan speaker sudah berada dalam satu perangkat. Kendati demikian, konsep all-in-one seperti itu membuat harga iMac relatif tinggi dibandingkan Mac mini dengan monitor terpisah. Saat ini, iMac dengan prosesor M4 dibanderol di harga mulai dari Rp29 juta, sekitar Rp10 juta lebih mahal dari Mac mini di harga Rp19,5 juta yang ditenagai prosesor yang sama. Selisih harga itu tentu bisa dialokasikan untuk membeli monitor eksternal, terutama monitor dengan ukuran atau spesifikasi yang lebih sesuai kebutuhan pengguna. Selain itu, Mac mini juga menawarkan sejumlah keunggulan lain seperti tersedia dalam varian dengan prosesor M4 Pro, memiliki lebih banyak port, dibekali HDMI dan Ethernet bawaan, serta memungkinkan penggantian SSD dengan proses yang relatif lebih mudah dibandingkan iMac.
5. Pilihan port sangat terbatas

ilustrasi iMac (Unsplash/Andreas Rasmussen) Keterbatasan port menjadi kekurangan lain yang cukup serius dari iMac. Pada varian paling bawah, iMac hanya menyediakan dua port Thunderbolt, tanpa USB-A dan Ethernet. Apple memang masih menyertakan headphone jack, tetapi jumlah port lainnya tetap sangat terbatas. Situasi ini bisa sangat menyulitkan pengguna yang sering menghubungkan banyak perangkat, seperti SSD eksternal, flashdisk, kabel Ethernet, card reader atau monitor tambahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pengguna mau tidak mau harus membeli USB hub atau docking station. Selain harus mengeluarkan uang lagi, USB hub yang menggantung di bagian belakang iMac bisa mengurangi tampilan rapi yang menjadi salah satu daya tarik utama PC all-in-one ini. Lalu, pengguna juga perlu memperhatikan kualitas USB hub yang dibeli karena USB hub murah belum tentu mampu menangani banyak koneksi secara stabil.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa kekurangan dari membeli iMac yang perlu diketahui. Tetap tertarik membeli iMac setelah membaca ulasan di atas?




















