Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa iPhone Air Kurang Diminati?

potret iPhone Air
potret iPhone Air (apple.com)
Intinya sih...
  • Apple mengurangi rencana produksi iPhone Air karena permintaan yang terus melemah, membuatnya sulit menemukan segmen yang jelas.
  • Desain tipis berdampak pada spesifikasi, dengan pengorbanan kamera, baterai, dan performa tidak setara model lain.
  • Konsumen lebih memilih fungsionalitas daripada tampilan, harga dianggap terlalu mahal, dan Apple berencana menunda seri iPhone Air selanjutnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

iPhone Air sempat digadang sebagai perangkat yang mampu mengubah standar smartphone tipis modern. Produk ini hadir membawa desain sangat ringan serta bodi ramping yang membuatnya terlihat menarik di awal peluncuran. Namun, antusiasme pasar yang diharapkan tampaknya tidak terwujud hingga membuat banyak pihak mempertanyakan nasib perangkat ini.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa iPhone Air tidak mampu bersaing di tengah lini produk Apple sendiri. Pengguna lebih tertarik pada model lain yang menawarkan fitur lebih lengkap serta daya tahan lebih baik. Kondisi ini memperlihatkan bahwa desain tipis saja tidak cukup untuk mencuri perhatian pasar yang semakin selektif. Lantas, kenapa, sih, iPhone Air kurang diminati?

1. Apple disebut mengurangi rencana produksi iPhone Air

potret iPhone Air
potret iPhone Air (apple.com)

Apple dikabarkan mengurangi produksi iPhone Air karena permintaan yang terus melemah. Langkah ini menunjukkan bahwa perangkat tersebut gagal menarik minat pasar secara luas. Situasi tersebut membuat banyak analis menilai iPhone Air lebih cocok untuk segmen sangat terbatas.

Model lain seperti iPhone 17 Pro Max justru memiliki daya tarik lebih kuat karena menawarkan paket lebih lengkap. Kamera lebih baik, baterai lebih besar, dan fitur lebih kaya menjadi alasan utama konsumen memilih model lain. Dengan kata lain, iPhone Air sulit menemukan segmen yang jelas.

2. Desain tipis berdampak pada spesifikasi

Apple menghadirkan iPhone Air sebagai smartphone paling tipis yang pernah mereka buat. Hal ini membuatnya terasa nyaman digenggam dan terlihat elegan bagi sebagian pengguna. Penampilan fisik yang ringan memang menjadi kelebihan utama perangkat tersebut.

Desain tipis itu memaksa Apple melakukan pengorbanan di beberapa aspek penting. Kamera berkurang, kapasitas baterai diperkecil, dan performa tidak setara model lain. Sebagian pengguna akhirnya menilai bahwa kompromi tersebut terlalu besar.

3. Konsumen tampaknya lebih memilih fungsionalitas

iPhone 17 Pro Max
iPhone 17 Pro Max (unsplash.com/@ubeyonroad)

Reaksi konsumen terhadap iPhone Air tampaknya tidak terlalu antusias. Sebagian pembeli lebih memilih iPhone 17 standar yang menawarkan keseimbangan fitur dan performa. Perangkat yang dianggap kurang memadai untuk penggunaan harian mudah terabaikan.

Kebutuhan pengguna cenderung berfokus pada daya tahan dan kemampuan multitasking. Smartphone tidak lagi dianggap sekadar aksesori, tetapi alat produktivitas. Karena itu, model yang mengedepankan tampilan dibanding fungsi cenderung kurang dipilih.

4. Harga dianggap terlalu mahal oleh sebagian konsumen

potret iPhone Air
potret iPhone Air (apple.com)

iPhone Air dijual dengan harga yang relatif tinggi untuk fitur yang ditawarkan. Beberapa pengguna merasa selisih harga dengan model yang lebih lengkap terlalu tipis. Situasi tersebut membuat calon pembeli mengalihkan pilihan ke iPhone 17.

Harga premium biasanya menuntut nilai lebih yang terasa kuat. Jika fitur minim, harga tinggi dianggap tidak masuk akal. Hal inilah yang memperburuk penerimaan iPhone Air di pasar global.

5. Apple berencana menunda seri iPhone Air selanjutnya

potret iPhone Air
potret iPhone Air (apple.com)

Penjualan yang kurang memuaskan membuat rencana lanjutan iPhone Air dipertanyakan. Ada kabar bahwa versi berikutnya ditunda karena Apple ingin fokus pada produk utama. Kondisi menunjukkan bahwa perusahaan masih menimbang apakah konsep iPhone tipis layak dipertahankan.

Meski begitu, sebagian pengguna masih menaruh harapan. Jika Apple mampu meningkatkan kemampuan kamera dan daya tahan sambil mempertahankan desain ramping, peluang untuk bangkit tetap ada. Perubahan tersebut bisa membuat penerus iPhone Air lebih menarik.

Rendahnya minat terhadap iPhone Air ternyata bukan hanya masalah harga, tetapi juga soal kebutuhan pengguna yang berubah. Konsumen lebih menghargai fitur lengkap dan ketahanan tinggi daripada sekadar bentuk ramping. Pertanyaannya, benarkah konsumen tidak membutuhkan inovasi smartphone tipis?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

OPPO A6x Rilis di Indonesia, HP Rp1 Jutaan dengan Baterai 6500 mAh

30 Nov 2025, 14:22 WIBTech