Kenapa Robot Ballie Samsung Menghilang dari Panggung CES 2026?

- Samsung tidak lagi menyebut Ballie sebagai produk, melainkan platform inovasi internal.
- Ballie bukan proyek sia-sia meskipun tidak hadir sebagai produk konsumen di pasaran.
- Perjalanan robot Ballie yang begitu terjal sejak diperkenalkan di CES 2020 hingga ketidakhadirannya di CES 2026.
Sektor robotika rumah tangga kian mencuri perhatian dalam gelaran CES 2026. Berbagai perusahaan tampil agresif memamerkan terobosan baru yang lahir dari riset dan eksperimen jangka panjang. Namun, di tengah euforia tersebut, Samsung justru menghadapi kenyataan berbeda.
Eksperimen Samsung di ranah robot rumah tangga kembali menemui jeda. Mengutip laporan Bloomberg dan Gizmochina, Kamis (7/1/2026), robot berbentuk bola berwarna kuning bernama Ballie sebelumnya sempat diklaim hampir siap meluncur ke pasar. Akan tetapi, saat para pesaing merilis robot rumah pintar terbaru, Ballie justru tak terlihat di panggung CES 2026. Ketidakhadiran Ballie justru menunjukkan hal sebaliknya. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi hingga Ballie kembali menghilang dari sorotan publik?
1. Samsung tidak lagi menyebut Ballie sebagai produk, melainkan platform inovasi internal

Dalam pernyataannya kepada Bloomberg, Samsung tidak lagi memposisikan Ballie sebagai produk konsumen yang akan segera meluncur ke pasar. Perusahaan teknologi raksasa satu ini menyebut Ballie sebagai platform inovasi aktif yang dimanfaatkan secara internal untuk mengeksplorasi dan mengembangkan pengalaman berbasis kesadaran ruang, kecerdasan kontekstual, ambient AI, dan prinsip privasi sejak tahap perancangan. Penjelasan ini menandai perubahan dari Ballie sebagai perangkat mandiri menuju peran yang lebih eksperimental.
Alih-alih mendorong Ballie sebagai robot rumah tangga siap jual, Samsung memilih menyerap hasil riset dan pengujian proyek tersebut ke dalam produk lain di ekosistemnya. Pendekatan ini memungkinkan teknologi dan konsep yang dikembangkan melalui Ballie tetap dimanfaatkan tanpa harus merilis perangkat khusus ke pasar. Artinya, Ballie berperan sebagai wahana pengujian internal ketimbang produk konsumen yang dipasarkan dalam waktu dekat.
2. Ballie bukan proyek sia-sia meskipun tidak hadir sebagai produk konsumen di pasaran

Meski Samsung tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa Ballie dibatalkan, pilihan kata yang digunakan perusahaan kuat mengindikasikan bahwa proyek tersebut ditangguhkan sementara. Berbagai pembelajaran dari pengujian selama bertahun-tahun justru dipindahkan ke lini produk yang sudah ada, seperti robot penyedot debu dan ekosistem rumah pintar, ketimbang diwujudkan dalam peluncuran robot rumah tangga mandiri. Pendekatan terhadap navigasi ruang, interaksi berbasis konteks, dan penerapan ambient AI disebut turut memengaruhi arah pengembangan produk-produk tersebut. Inilah yang menjelaskan sikap hati-hati Samsung dalam menyebut status Ballie. Alih-alih dihentikan sepenuhnya, Ballie lebih tepat dipandang sebagai proyek yang disisihkan, tetapi tetap memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap strategi teknologi perusahaan.
3. Perjalanan robot Ballie yang begitu terjal

Perjalanan Ballie sejak awal jauh dari kata mulus. Robot berbentuk bola berwarna kuning ini pertama kali diperkenalkan di CES 2020. Kemudian, beberapa kali muncul kembali secara sporadis melalui pembaruan kemampuan. Dalam enam tahun terakhir, Ballie kerap hadir dan menghilang. Pada CES 2024 dan 2025, Samsung masih menampilkan demonstrasi terbatas, mencakup proyeksi video ke dinding, pemantauan kondisi rumah, dan interaksi berbasis suara. Kemitraan dengan Google untuk mengintegrasikan Gemini AI bahkan sempat menumbuhkan harapan bahwa Ballie akan resmi meluncur pada 2025.
Sampai akhirnya, harapan tersebut kembali tertunda. Ketidakhadiran Ballie di CES 2026 memperkuat kesan bahwa Samsung belum sepenuhnya siap membawa robot rumah serba bisa ini ke pasar massal. Tantangan teknis, biaya pengembangan, dan tingginya ekspektasi konsumen tampaknya menjadi faktor yang masih membayangi langkah komersialisasinya.
Situasi ini semakin kontras ketika sejumlah pesaing justru tampil memukau dengan memperkenalkan robot-robot baru di CES 2026, salah satunya LG. Perbedaan ini menegaskan strategi Samsung yang lebih berhati-hati. Alih-alih terburu-buru merilis produk eksperimental, perusahaan tampaknya memilih menahan langkah hingga teknologi yang dikembangkan benar-benar matang dan siap diterima pasar.
Pada akhirnya, menghilangnya Ballie dari panggung CES 2026 bukan sekadar cerita tentang satu produk yang tertunda. Fenomena ini mencerminkan tantangan lebih luas dalam industri robot rumah, di mana ambisi besar harus berhadapan dengan kompleksitas teknologi dan realitas pasar. Meski tak lagi tampil di depan publik, Ballie tetap meninggalkan pengaruh dalam arah pengembangan teknologi Samsung ke depan.


















