MacBook Air vs Pro untuk Mahasiswa, Mana yang Paling Pas?

- Performa MacBook Air cocok untuk jurusan Sastra, Hukum, Ekonomi, atau Komunikasi.
- Portabilitas MacBook Air ideal untuk mahasiswa mobile, sementara Pro lebih cocok untuk tugas berat di satu tempat.
- Layar MacBook Pro dirancang untuk pekerjaan professional seperti desain dan editing video.
Memasuki dunia perkuliahan, laptop termasuk senjata utama untuk mengerjakan tugas, riset, hingga hiburan. Bagi banyak mahasiswa, MacBook menjadi pilihan idaman karena ekosistemnya yang solid dan citranya yang premium. Namun, saat dihadapkan pada dua pilihan utama, yaitu MacBook Air dan MacBook Pro, rasa kebingungan pun pasti muncul.
Keduanya sama-sama kencang berkat chip Apple Silicon, sama-sama punya desain keren, dan sama-sama premium. Lantas, mana yang paling pas untuk menemanimu begadang ngerjain makalah atau rendering video tugas akhir? Biar nggak salah pilih, yuk, bedah perbandingan MacBook Air dan MacBook Pro dari kacamata jurusan kuliahmu!
1. Beda performa MacBook Air dan MacBook Pro

MacBook Air adalah pilihan paling pas untuk mayoritas mahasiswa, terutama dari jurusan seperti sastra, hukum, ekonomi, atau komunikasi. Performanya lebih dari cukup untuk melibas tugas harian seperti riset dengan puluhan tab hingga membuat presentasi. Desainnya yang tanpa kipas membuatnya super senyap, namun, bisa sedikit melambat jika dipakai kerja sangat berat dalam waktu lama.
Di sinilah MacBook Pro menjadi alat kerja wajib bagi mahasiswa jurusan DKV, arsitektur, film, atau teknik. Berkat adanya kipas pendingin, MacBook Pro lebih mampu mempertahankan performa puncaknya untuk tugas-tugas "menyiksa", seperti rendering video 4K, modeling 3D, atau kompilasi kode yang kompleks. Jika tugas kuliahmu sering membuat laptop lain kepanasan, MacBook Pro adalah jawabannya.
2. Portabilitas MacBook Air dan MacBook Pro

Sesuai namanya, MacBook Air adalah juaranya soal portabilitas. Bodinya yang ramping dan ringan membuatnya sangat ideal untuk mahasiswa yang mobile. Misalnya anak sospol atau komunikasi yang sering berpindah kelas, mengerjakan tugas di kafe, atau rapat organisasi hingga malam. Laptop ini tidak akan membuat tasmu terasa berat. Percaya, deh!
Sementara itu, MacBook Pro sedikit lebih tebal dan berisi. Ini merupakan konsekuensi dari tenaganya yang lebih besar. Aspek tersebut mungkin bukan masalah bagi mahasiswa yang lebih banyak bekerja di satu tempat, seperti anak arsitektur atau DKV yang mungkin lebih sering lembur di studio. Portabilitasnya tetap sangat baik, namun, bobotnya yang sedikit ekstra adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah laptop yang lebih powerful.
3. Teknologi layar MacBook Air dan MacBook Pro

Layar Liquid Retina milik MacBook Air sudah sangat tajam, cerah, dan memukau untuk kebutuhan sebagian besar mahasiswa. Untuk membaca jurnal, menonton film, atau membuat presentasi, kualitasnya dijamin lebih dari cukup dan akan memanjakan matamu. Bagi mayoritas jurusan, layar ini sudah tergolong mewah.
Namun, bagi mahasiswa jurusan DKV, Fotografi, atau Film, layar MacBook Pro memang dirancang buat pekerjaan professional. Teknologi ProMotion (120Hz) membuat semua gerakan terlihat super mulus saat mengedit video. Di sisi lain, layar Mini-LED (XDR) memberikan akurasi warna dan kontras tingkat dewa yang krusial untuk pekerjaan desain dan color grading agar hasilnya sempurna.
4. Ketahanan baterai MacBook Air dan MacBook Pro

Berkat chip Silicon Apple yang super efisien, kedua MacBook ini punya baterai yang luar biasa awet. MacBook Air adalah sang juara untuk aktivitas harian. Ia bisa dengan mudah menemanimu dari kelas pagi hingga rapat organisasi malam hari untuk tugas-tugas ringan seperti mengetik dan riset tanpa perlu membawa charger.
Sementara itu, baterai MacBook Pro dirancang untuk daya tahan di bawah tekanan. Meski untuk tugas ringan sedikit lebih boros, ia sangat andal saat diajak begadang mengerjakan tugas berat. Kamu, sebagai mahasiswa DKV atau arsitektur bisa melakukan proses rendering atau editing selama berjam-jam lebih aman. Tapi, lebih bijak tetap siapkan charger, ya!
5. Perbandingan harga MacBook Air dan MacBook Pro

Pada akhirnya, budget adalah penentu utama. MacBook Air adalah pilihan paling rasional, di mana model dasarnya Air M4 biasanya bisa didapatkan di iBox atau distributor resmi lain dengan harga mulai dari kisaran Rp 16 jutaan hingga Rp 20 jutaan, tergantung penyimpanan. Dengan harga tersebut, kamu sudah mendapatkan performa super kencang dan seluruh pengalaman premium macOS sehingga membuatnya menjadi pilihan paling masuk akal untuk mayoritas jurusan kuliah.
Sementara itu, MacBook Pro adalah sebuah investasi serius untuk karier yang tercermin dari harganya. Model dasar MacBook Pro biasanya dibanderol mulai dari Rp 27 jutaan ke atas, bahkan bisa jauh lebih mahal tergantung konfigurasi. Harga yang tinggi ini sepadan jika kamu berasal dari jurusan kreatif atau teknik, karena laptop ini bukan hanya untuk tugas kuliah, tetapi juga mesin untuk membangun portofolio profesionalmu.
Pada akhirnya, pilihan antara MacBook Air dan Pro sepenuhnya tergantung pada jurusan kuliah, kebutuhan, dan budget kamu. Kamu juga bisa mempertimbangkan beli MacBook bekas, tetapi harus lebih hati-hati mengecek kelayakan dan kondisi laptop tersebut.