Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MacBook Pro PROLED XDR vs MacBook Pro Biasa, Ini Perbandingannya
MacBook Pro PROLED XDR Display (kiri) (apple.com) | MacBook Pro M5 Pro dan Max 14 inci (kanan) (ibox.co.id)
  • MacBook Pro PROLED XDR memakai tandem OLED dengan kontras 10.000.000:1, HDR hingga 2.000 nits, serta cakupan P3 dan Adobe RGB; model standar memakai Mini-LED dengan kontras 1.000.000:1.
  • Model PROLED XDR menjadi MacBook Pro pertama dengan layar Multi-Touch, Dynamic Island, bodi lebih tipis dan ringan, serta pembaruan termal dan audio; desainnya tetap laptop konvensional.
  • PROLED XDR tersedia dengan M5 Pro atau M5 Max dan harga awal sekitar 400 dolar AS lebih mahal; baterainya diklaim hingga 24 jam, setara model standar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apple siap membawa gebrakan baru pada lini laptop profesionalnya melalui kehadiran MacBook Pro with PROLED XDR Display. Resmi diperkenalkan dalam acara Apple Pro and Tell pada 28 Oktober 2026, perangkat ini menjadi Mac pertama yang mengusung layar sentuh sekaligus teknologi tandem OLED. Kehadirannya menarik perhatian karena Apple turut menghadirkan sejumlah pembaruan lain, mulai dari Dynamic Island hingga desain bodi yang lebih tipis dan ringan.

Meski sama-sama menyandang nama MacBook Pro, model PROLED XDR memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan MacBook Pro standar yang menggunakan layar Liquid Retina XDR. Perbedaan tersebut mencakup teknologi panel, tingkat kecerahan, rasio kontras, kemampuan layar sentuh, hingga desain fisik. Lantas, apa saja perbedaan dan keunggulan yang ditawarkan MacBook Pro PROLED XDR dibandingkan model biasa? Simak perbandingan berikut ini sebagai dasar pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli!

1. Teknologi layar tandem OLED vs Mini-LED

MacBook Pro PROLED XDR mengandalkan tandem OLED (apple.com)

Perbedaan paling mencolok terletak pada teknologi layar yang digunakan. MacBook Pro PROLED XDR mengandalkan tandem OLED, sedangkan MacBook Pro standar masih menggunakan Liquid Retina XDR berbasis Mini-LED. Perbedaan teknologi ini berpengaruh terhadap cara layar menghasilkan cahaya dan menampilkan warna.

Pada teknologi tandem OLED, terdapat dua lapisan piksel yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Mekanisme tersebut memungkinkan layar menampilkan warna hitam yang lebih pekat, kontras tinggi, dan mengurangi efek blooming atau lingkaran cahaya di sekitar objek terang. Sementara itu, Mini-LED menggunakan banyak sumber cahaya kecil sebagai lampu latar yang dibagi ke dalam sejumlah zona peredupan.

Berdasarkan informasi spesifikasi yang tercantum pada situs resmi Apple, teknologi PROLED XDR mampu menghasilkan rasio kontras hingga 10.000.000:1. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rasio kontras 1.000.000:1 pada Liquid Retina XDR. Perbedaan ini berpotensi memberikan pengalaman visual yang lebih baik, terutama ketika pengguna mengolah foto, mengedit video HDR, atau mengerjakan proyek desain yang membutuhkan ketelitian warna.

2. Kecerahan dan reproduksi warna

Layar MacBook Pro PROLED XDR Display dibekali 2000 nits (apple.com)

Selain teknologi panel, kemampuan layar dalam menghasilkan tingkat kecerahan juga menjadi pembeda. MacBook Pro PROLED XDR menawarkan kecerahan puncak HDR hingga 2.000 nits. Sementara itu, MacBook Pro standar memiliki kecerahan puncak HDR hingga 1.600 nits.

Keduanya sama-sama mendukung kecerahan berkelanjutan hingga 1.000 nits untuk tampilan layar penuh. Namun, PROLED XDR memiliki keunggulan dari sisi reproduksi warna karena mendukung cakupan warna P3 dan Adobe RGB. Sebaliknya, Liquid Retina XDR pada model standar mendukung cakupan warna P3.

Dukungan Adobe RGB dapat menjadi nilai tambah bagi fotografer, desainer grafis, dan pekerja kreatif yang membutuhkan ruang warna lebih luas. Meski begitu, manfaatnya tetap bergantung pada jenis pekerjaan dan aplikasi yang digunakan. Bagi pengguna yang lebih sering mengerjakan dokumen, browsing, atau aktivitas perkantoran, perbedaan tersebut mungkin tidak terlalu terasa.

3. Layar sentuh vs layar konvensional

fitur layar sentuh pada MacBook Pro PROLED XDR (apple.com)

Hal menarik lainnya adalah kehadiran fitur layar sentuh pada MacBook Pro PROLED XDR. Apple untuk pertama kalinya membawa kemampuan Multi-Touch ke MacBook Pro. Pengguna dapat melakukan sejumlah gestur langsung di layar, seperti menggulir, memperbesar, memutar objek, hingga menggambar.

Fitur tersebut berpotensi mempermudah pekerjaan kreatif, terutama ketika pengguna berinteraksi dengan objek visual atau model tiga dimensi. Sebaliknya, MacBook Pro standar masih mengandalkan trackpad, keyboard, dan perangkat input eksternal untuk mengoperasikan macOS.

Meski demikian, kehadiran layar sentuh tidak serta-merta mengubah MacBook Pro menjadi perangkat 2-in-1 seperti laptop konvertibel. Perangkat ini tetap mempertahankan desain laptop konvensional. Jadi, fitur sentuh berfungsi sebagai alternatif interaksi tambahan, bukan pengganti keyboard dan trackpad.

4. Dynamic Island dan desain jadi lebih ringan

MacBook Pro PROLED XDR juga membawa Dynamic Island (apple.com)

MacBook Pro PROLED XDR juga membawa Dynamic Island yang sebelumnya dikenal melalui seri iPhone. Fitur ini menjadi tempat untuk mengakses Spotlight, Live Activities, dan Siri AI. Kehadirannya memberikan pendekatan baru dalam menampilkan aktivitas dan notifikasi di bagian atas layar.

Dari sisi desain, model PROLED XDR hadir dengan bodi yang lebih tipis dan ringan. Varian 14 inci memiliki bobot sekitar 3 pound atau 1,36 kilogram, sedangkan varian 16 inci sekitar 4 pound atau 1,81 kilogram. Sebagai perbandingan, MacBook Pro standar 14 inci dengan konfigurasi M6 memiliki bobot sekitar 3,5 pound atau 1,59 kilogram.

Perubahan tersebut membuat model PROLED XDR lebih menarik bagi pengguna profesional yang sering membawa laptop untuk bekerja di luar ruangan. Apple juga memperbarui sistem termal dan audio, termasuk sistem enam speaker yang diklaim menghasilkan bass 50 persen lebih dalam.

5. Performa chip dan daya tahan baterai

chip M5 Pro dan M5 Max (apple.com)

Dalam urusan performa, MacBook Pro PROLED XDR tersedia dengan pilihan chip M5 Pro dan M5 Max. Sementara itu, seri MacBook Pro standar memiliki pilihan chip M6, M5 Pro, atau M5 Max, bergantung pada ukuran dan konfigurasi perangkat. Karena pilihan chipnya tidak sepenuhnya sama, perbandingan performa perlu mempertimbangkan konfigurasi yang digunakan.

Model PROLED XDR tidak otomatis lebih kencang dalam semua skenario hanya karena menggunakan teknologi layar yang lebih baru. Kemampuan pemrosesan tetap bergantung pada jenis chip, konfigurasi memori, dan kebutuhan aplikasi. Untuk daya tahan baterai, Apple mengklaim kedua seri MacBook Pro mampu bertahan hingga 24 jam dalam kondisi penggunaan tertentu. Artinya, peningkatan pada model PROLED XDR tidak serta-merta menawarkan angka daya tahan baterai maksimum yang lebih tinggi dibandingkan model standar.

6. Perbandingan harga MacBook Pro PROLED XDR dan MacBook Pro biasa

MacBook Pro M5 Pro dan Max (apple.com)

Perbedaan teknologi dan fitur yang ditawarkan turut memengaruhi harga jual kedua perangkat. Di Amerika Serikat, MacBook Pro PROLED XDR memiliki harga awal lebih tinggi dibandingkan model standar. Berikut perbandingan harga berdasarkan ukuran layar dan konfigurasi chip yang tersedia.

Perbandingan harga MacBook Pro PROLED XDR vs MacBook Pro biasa

Model

MacBook Pro standar

MacBook Pro PROLED XDR

14 inci M6

1.999 dolar AS

(Rp36,2 juta)

-

14 inci M5 Pro

2.499 dolar AS

(Rp45,3 juta)

2.899 dolar AS

(Rp52,5 juta)

16 inci M5 Pro

2.999 dolar AS

(Rp54,4 juta)

3.399 dolar AS

(Rp61,6 juta)

14 inci M5 Max

4.099 dolar AS

(Rp74,3 juta)

4.499 dolar AS

(Rp81,6 juta)

16 inci M5 Max

4.399 dolar AS

(Rp79,7 juta)

4.799 dolar AS

(Rp87 juta)

Data harga mengacu pada situs resmi Apple dan TheVerge

Berdasarkan tabel tersebut, MacBook Pro PROLED XDR memiliki selisih harga sekitar 400 dolar AS atau sekitar Rp7,2 juta dibandingkan model standar dengan konfigurasi chip dan ukuran layar yang setara. Selisih tersebut berlaku pada pilihan M5 Pro maupun M5 Max. Sementara itu, MacBook Pro 14 inci dengan chip M6 menjadi pilihan dengan harga awal paling rendah, yakni 1.999 dolar AS.

Perlu dicatat, seluruh harga tersebut merupakan harga yang berlaku di Amerika Serikat dan belum termasuk pajak. Harga resmi MacBook Pro PROLED XDR untuk pasar Indonesia belum diumumkan Apple. Sebagai informasi, Apple mulai membuka pemesanan awal (pre-order) MacBook Pro with PROLED XDR Display pada 28 Oktober 2026. Adapun laptop terbaru ini dijadwalkan mulai tersedia bagi konsumen melalui Apple Store dan distributor resmi pada Jumat, 6 November 2026.

7. Mana yang lebih layak dipilih?

MacBook Pro M5 Pro dan Max (apple.com)

MacBook Pro PROLED XDR menawarkan sejumlah peningkatan menarik, terutama pada teknologi layar, dukungan layar sentuh, Dynamic Island, dan desain yang lebih ringan. Perangkat ini lebih relevan bagi profesional yang bekerja di bidang fotografi, videografi, desain grafis, hingga produksi konten yang membutuhkan kualitas visual tingkat tinggi. Sementara itu, MacBook Pro standar tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan performa komputasi profesional tanpa harus mengutamakan layar tandem OLED dan fitur sentuh. Terlebih, lini standar juga menyediakan pilihan chip yang beragam untuk menyesuaikan kebutuhan pekerjaan.

Pada akhirnya, keputusan memilih keduanya bergantung pada prioritas penggunaan dan anggaran. Jika kualitas layar dan fleksibilitas interaksi menjadi pertimbangan utama, MacBook Pro PROLED XDR layak dipertimbangkan. Namun, jika kebutuhan utamanya adalah performa untuk produktivitas sehari-hari dan pekerjaan profesional, MacBook Pro standar masih memiliki daya tarik tersendiri. Jadi, mana pilihanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article