Call of Duty: Modern Warfare 4 vs Battlefield 6, Siapa Unggul?

- Call of Duty: Modern Warfare 4 mengusung gameplay serbacepat dan kampanye personal tentang Captain Price memburu Makarov, sementara Battlefield 6 menekankan taktik, koordinasi kelas, dan unit Dagger 13.
- Modern Warfare 4 dinilai menawarkan pilihan multiplayer lebih variatif, termasuk mode baru Inflation dan Hijack; Battlefield 6 mempertahankan Conquest, Rush, Breakthrough, serta mode klasik lainnya.
- Battlefield 6 unggul dalam perang skala besar dengan hingga 64 pemain, kendaraan, peta luas, dan penghancuran lingkungan; Modern Warfare 4 lebih mengedepankan aksi sinematik dengan lingkungan relatif statis.
Kalau membicarakan seri game first-person shooter (FPS) paling ikonis, kebanyakan orang mungkin bakal menyebut Call of Duty dan Battlefield. Bagaimana tidak, kedua seri ini telah membangun popularitasnya selama bertahun-tahun berkat gameplay peperangan yang khas serta mode multiplayer kompetitif. Call of Duty dan Battlefield mempunyai cara tersendiri dalam membawamu seolah-olah sedang terjun langsung ke medan pertempuran sungguhan.
Dalam dua tahun terakhir, dua franchise game FPS tersebut telah merilis seri terbarunya, yaitu Battlefield 6 (2025) melalui kerja sama dari sejumlah developer ternama. Di sisi lain, Call of Duty baru saja merilis Call of Duty: Modern Warfare 4 (2026) yang dimaksudkan sebagai entri terbaru dari subseri Call of Duty: Modern Warfare. Uniknya, kedua game ini berhasil mendapat respons positif setelah beberapa seri sebelumnya menuai kritik keras dari para penggemarnya.
Sebagai dua entri baru dari dua franchise FPS kondang yang dirilis dalam waktu yang hampir berdekatan, apakah Call of Duty: Modern Warfare 4 mampu mengungguli Battlefield 6? Simak perbandingannya berikut!
1. Call of Duty: Modern Warfare 4 menawarkan gameplay cepat

Call of Duty: Modern Warfare 4 (dok. Activision/Call of Duty: Modern Warfare 4) Sama-sama bertema pertempuran bersenjata, Call of Duty: Modern Warfare 4 dan Battlefield 6 menawarkan aksi tembak-menembak yang intens. Namun, Call of Duty: Modern Warfare 4 lebih mengandalkan formula fast-paced ala Call of Duty: Modern Warfare (2019). Dalam kata lain, kamu dituntut bergerak cepat, bereaksi sigap, dan beradaptasi dengan berbagai situasi di medan pertempuran dalam waktu yang singkat.
Sedangkan, Battlefield 6 lebih menekankan pendekatan gameplay yang taktis. Kamu tak hanya dituntut untuk menembak musuh, melainkan juga mengetahui peran kelas yang dipilih, menjaga koordinasi tim, dan menyusun strategi. Oleh sebab itu, bermain agresif tanpa perhitungan bukanlah opsi yang tepat ketika kamu terjun ke medan perang dalam Battlefield 6.
2. Call of Duty: Modern Warfare 4 memiliki mode multiplayer yang lebih beragam

Battlefield 6 (dok. EA/Battlefield 6) Tidak lengkap rasanya membahas Call of Duty dan Battlefield tanpa menyinggung mode multiplayer yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Belajar dari kritik terhadap Battlefield 2042 (2021), Battlefield 6 kembali menawarkan mode multiplayer klasik yang menjadi ciri khas franchise ini, yaitu Conquest yang menantangmu merebut dan mempertahankan titik-titik kendali di peta, Rush dengan misi menghancurkan misi perangkat komunikasi dan stasiun M-COM milik tim lawan, dan Breakthrough yang berfokus pada perebutan dua sektor wilayah. Ia turut menghadirkan Team Deathmatch, Domination, dan berbagai mode multiplayer lainnya yang tak kalah seru.
Call of Duty: Modern Warfare 4 sejatinya juga memiliki mode multiplayer yang tak kalah solid. Selain mempertahankan beberapa mode dari seri sebelumnya, ia menambahkan Inflation yang mengajakmu berlomba-lomba mengumpulkan uang dengan mengalahkan lawan dan Hijack yang mengusung misi merebut Data Spike untuk kemudian ditanamkan di stasiun komunikasi milik tim lawan. Dari segi pilihan mode multiplayer yang ditawarkan, Call of Duty: Modern Warfare 4 lebih variatif dan beragam dari Battlefield 6.
3. Call of Duty: Modern Warfare 4 mengangkat cerita yang lebih personal

Captain Price (dok. Activision/Call of Duty: Modern Warfare 4) Sebagai kelanjutan dari Call of Duty: Modern Warfare III (2023), Call of Duty: Modern Warfare 4 bercerita tentang upaya Captain John Price memburu Vladimir Makarov, sosok yang bertanggung jawab atas kematian Johnny MacTavish atau Soap. Dalam perjalanannya, dia juga harus menghadapi The Archer yang berada di balik invasi Korea Utara ke Korea Selatan. Pada saat yang sama, kamu juga akan diperkenalkan dengan Park Hyun-Jun, pemimpin sekelompok prajurit muda Korea Selatan yang berjuang membebaskan negaranya.
Melalui Battlefield 6, kamu diajak menyelami sepak terjang Dagger 13, unit elit yang berusaha menghentikan aksi terorisme dari perusahaan swasta Pax Armata. Sepanjang cerita, kamu bakal bertemu Haz Carter yang pernah menjadi quarterback semasa sekolah menengah, Lucas Hemlock yang merupakan agen CIA, serta anggota Dagger 13 lainnya yang datang dari berbagai latar belakang. Karena memperkenalkan karakter baru, kampanye Battlefield 6 mungkin tidak memberikan keterikatan emosional sekuat Call of Duty: Modern Warfare 4, apalagi jika kamu sudah lama mengikuti seluk-beluk perjalanan Captain Price bersama Satgas 141 yang ikonik.
4. Kedua game mempunyai pendekatan berbeda dalam peperangan masif

Battlefield 6 (dok. EA/Battlefield 6) Sejak debut lewat Battlefield 1942 (2002), waralaba Battlefield memang dikenal dengan pertempuran berskala besar yang melibatkan infanteri dan kendaraan militer. Dalam Battlefield 6, kamu diajak berperang ke berbagai lokasi terkenal, mulai dari gurun Sahara hingga New York, dengan peta yang luas. Alhasil, kamu bersama hingga 63 pemain lainnya memiliki ruang gerak yang leluasa untuk bermanuver dan mengoperasikan kendaraan militer di medan perang.
Call of Duty: Modern Warfare 4 sebetulnya juga memiliki skala pertempuran yang tak kalah masif, mulai dari Semenanjung Korea, tempat kamu ikut bertempur di garis depan bersama Park Hyun-Jun, sampai serangan malam di Mumbai, India. Namun, kalau dibandingkan dengan Battlefield 6, Call of Duty: Modern Warfare 4 lebih menonjolkan aksi sinematik yang membuatmu merasa seperti menonton film perrang. Kamu tak hanya terjun langsung ke medan baku tembak berskala besar, melainkan juga merasakan ketegangan dari sudut pandang Park, Captain Price, dan protagonis lain dalam game ini.
5. Kehancuran lingkungan jadi kekurangan Call of Duty: Modern Warfare 4

Call of Duty: Modern Warfare 4 (dok. Infinity Ward/Call of Duty: Modern Warfare 4) Sama seperti pendahulunya, kamu tidak bisa menghancurkan bangunan dan lingkungan dalam Call of Duty: Modern Warfare 4. Kamu hanya bisa memberikan kerusakan kecil, misalnya bekas tembakan di permukaan dinding atau memecahkan pot tanaman. Pendekatan ini cocok jika kamu menyukai pertempuran dengan lingkungan yang relatif statis, tetapi terasa kurang memuaskan jika kamu menginginkan area pertempuran yang lebih destruktif.
Battlefield 6 hadir sebagai solusi buat kamu yang menyukai aksi peperangan dengan efek kehancuran yang megah. Hal ini berkat tactical destruction yang memungkinkanmu menghancurkan bangunan dan lingkungan sekitar menggunakan rocket launcher, granat, dan berbagai senjata lainnya. Fitur ini tak hanya membuat dunia permainan terasa lebih dinamis dan hidup, melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk membuka jalur baru, mencari perlindungan, dan mengepung lawan.
Secara keseluruhan, Battlefield 6 cocok buat kamu yang menyukai game FPS dengan gameplay taktis dan fitur tactical destruction yang membuat dunia permainan penuh dengan kejutan. Namun, jika kamu mencari game FPS dengan gameplay serbacepat dan karakter protagonis yang berkesan, Call of Duty: Modern Warfare 4 bisa menjadi pilihan yang tepat.


![[REVIEW] Harvest Moon: Echoes of Teradea, Bukan Game Rekomendasi](https://image.idntimes.com/post/20261023/harvest-moon-echoes-of-teradea-1_35b0c2d8-9c60-46e7-8b3c-8d0ea4f54dd4.png)


















