ASUS ProArt P16 vs MacBook Pro, Seberapa Penting Baterai 20 Jam?

- ASUS ProArt P16 RTX Spark dan MacBook Pro 16 inci M5 Pro membawa baterai hampir setara, 99,9Wh dan 100Wh, tetapi klaim durasinya berbeda karena efisiensi platform dan beban kerja.
- Pengujian ProArt P16 mencatat 9 jam 28 menit untuk web Wi-Fi, 11 jam 23 menit pemutaran video, dan 14 jam 24 menit simulasi aplikasi Office.
- Baterai lebih dari 20 jam memberi cadangan daya saat jauh dari listrik, tetapi pilihan laptop juga perlu mempertimbangkan aplikasi, performa, ekosistem, serta pola kerja harian.
Daya tahan baterai memang menjadi salah satu pertimbangan penting saat memilih laptop untuk bekerja secara mobile. ProArt P16 RTX Spark dibekali baterai 99,9Wh yang diklaim ASUS mendukung penggunaan sepanjang hari. Namun, MacBook Pro 16 inci M5 Pro juga tak kalah dengan menawarkan klaim lebih tinggi, yakni hingga 24 jam untuk streaming video dan 17 jam untuk menjelajah web secara nirkabel.
Menariknya, kapasitas baterai keduanya hampir sama karena MacBook Pro membawa baterai 100Wh. Perbedaan tersebut memunculkan pertanyaan, apakah baterai laptop 20 jam benar-benar penting untuk bekerja? Berikut perbandingan daya tahan ProArt P16 vs MacBook Pro 16 inci M5 Pro dari perspektif penggunaan sehari-hari.
1. Kapasitas baterainya hampir sama, daya tahannya berbeda

MacBook Pro (apple.com) ASUS membekali ProArt P16 RTX Spark dengan baterai 4-cell berkapasitas 99,9Wh dan adaptor USB-C 140W. ASUS tidak mencantumkan durasi penggunaan dalam hitungan jam pada spesifikasi resminya, tetapi menyebut kombinasi RTX Spark berbasis Arm dan baterai tersebut sebagai all-day battery life. Laptop ini juga tergolong portabel untuk ukuran 16 inci dengan bobot 1,77 kg dan ketebalan mulai 12,9 mm.
MacBook Pro 16 inci M5 Pro menggunakan baterai lithium-polymer 100Wh dan adaptor USB-C 140W. Apple mengklaim laptop ini mampu melakukan streaming video hingga 24 jam atau menjelajah web secara nirkabel hingga 17 jam. Pengujiannya dilakukan dengan streaming video 1080p melalui Safari dan penelusuran 25 situs populer untuk skenario web dengan tingkat kecerahan yang telah ditentukan Apple. Artinya, kapasitas baterai yang hampir identik tidak otomatis menghasilkan durasi penggunaan serupa. Efisiensi platform, layar, sistem operasi, aplikasi, hingga beban kerja ikut menentukan seberapa cepat energi dikonsumsi.
2. Pengujian ProArt P16 menunjukkan hasil berbeda sesuai penggunaan

ProArt P16 H7607 (asus.com) Daya tahan baterai ProArt P16 RTX Spark juga tidak bisa diwakili satu angka. Berdasarkan pengujian techradar.com, laptop ini bertahan 11 jam 23 menit dalam pengujian pemutaran video 1080p. Durasi tersebut meningkat menjadi 14 jam 24 menit dalam PCMark 10 applications battery test yang menyimulasikan pekerjaan berbasis Microsoft Office.
Hasil berbeda ditemukan notebookcheck.net. Dalam pengujian menjelajah web melalui WiFi dengan layar diatur pada 150 nit, ProArt P16 mencatat 9 jam 28 menit. Notebookcheck menilai daya tahan baterai sebagai salah satu kekurangan laptop ini, meski mengapresiasi performanya yang tetap kuat saat menggunakan daya baterai.
Perbedaan tersebut penting karena angka baterai tidak seharusnya dibandingkan secara mentah. Klaim 24 jam MacBook merupakan hasil pengujian streaming video Apple, sedangkan 14 jam 24 menit ProArt berasal dari PCMark 10 milik techradar.com. Metode, tingkat kecerahan, aplikasi, dan workload yang berbeda tentu sangat dapat menghasilkan durasi berbeda.
3. Apakah baterai laptop 20 jam benar-benar dibutuhkan?

ProArt P16 H7607 (asus.com) Jika pekerjaanmu berlangsung sekitar satu hari kerja, hasil pengujian 9-14 jam pada ProArt P16 menunjukkan laptop ini berpotensi mencukupi banyak skenario penggunaan tanpa sering mencari stopkontak. Namun, daya tahan aktual tetap bergantung pada aplikasi, kecerahan layar, konektivitas, dan intensitas pekerjaan. Keunggulan MacBook Pro kemudian bukan berarti kamu harus bekerja selama 20 jam tanpa henti. Baterai lebih panjang memberikan margin daya lebih besar ketika kamu bekerja di luar kantor, bepergian, lupa mengisi baterai, atau harus menggunakan laptop hingga malam.
Sebaliknya, ProArt P16 menawarkan karakteristik berbeda. RTX Spark N1X menggabungkan CPU 20-core dan GPU Blackwell RTX 6.144-core, sedangkan memori terpadu tersedia hingga 128GB. ASUS juga menyebut platform ini mampu memberikan performa AI FP4 hingga 1 petaflop dan menjalankan akselerasi CUDA secara native untuk pekerjaan kreatif serta AI lokal. Karena itu, baterai terpanjang bukan satu-satunya parameter. Kamu juga perlu mempertimbangkan apakah aplikasi, performa, dan ekosistem yang tersedia sesuai dengan workflow sehari-hari.
Jadi, apakah baterai laptop 20 jam penting? Jawabannya bergantung pada pola penggunaan. Jika sekitar 10 jam sudah mampu melewati aktivitas harianmu, mengejar angka 20 jam mungkin bukan prioritas utama. Sebaliknya, pengguna yang sering bekerja seharian tanpa akses listrik akan lebih merasakan manfaat daya tahan ekstra. Pada akhirnya, ProArt P16 vs MacBook Pro bukan hanya soal siapa paling awet, tetapi laptop mana yang paling sesuai dengan workflow kamu.



















