Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Smartwatch Cocok Buat Kamu yang Pengin Hidup Sehat
ilustrasi berolahraga menggunakan smartwatch (Pexels.com/Kampus Production)
  • Smartwatch membantu memantau langkah dan aktivitas harian, sehingga pengguna lebih sadar tingkat geraknya dan dapat melihat perkembangan dari minggu ke minggu.
  • Fitur target aktivitas serta pengingat berdiri atau bergerak membantu mengubah niat hidup sehat menjadi kebiasaan yang lebih terukur, sesuai kemampuan dan rutinitas.
  • Perangkat tertentu memantau durasi tidur, detak jantung, dan irama jantung; namun manfaatnya terbatas jika data tidak diikuti perubahan kebiasaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjalani hidup sehat tidak selalu berarti harus pergi ke gym tiap hari atau mengikuti pola olahraga yang berat. Kehidupan yang sehat juga bisa dilakukan dari hal sederhana, seperti berjalan atau tidur yang cukup. Hal tersebut tak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan. Masalahnya, terkadang kamu mungkin tak sadar kalau aktivitas sehari-hari itu masih kurang. Karena itu, smartwatch dengan fungsi pelacak aktivitas punya peran untuk membantu memantau kebiasaan tersebut.

Smartwatch memang bukan alat yang bisa membuat seseorang otomatis menjadi sehat. Namun, perangkat ini dapat membantu memberikan gambaran tentang aktivitas dan kebiasaan tubuh dari waktu ke waktu. Mulai dari menghitung langkah, mencatat olahraga, memantau detak jantung, hingga melihat pola tidur, berikut beberapa alasan kenapa smartwatch cocok buat kamu yang sedang ingin menjalani hidup lebih sehat!

1. Membuat kamu lebih sadar seberapa aktif setiap hari

ilustasi sedang memakai smartwatch (Pexels.com/Ketut Subiyanto)

Terkadang, kamu merasa seakan sudah banyak bergerak karena sibuk bekerja atau melakukan berbagai aktivitas sepanjang hari. Padahal, belum tentu aktivitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan gerak harian. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan smartwatch. Jam pintar ini dapat mencatat langkah dan menyimpan data aktivitas sehingga kamu bisa memantau perkembangan aktivitas yang telah dilakukan setiap minggu atau bulan.

Fungsi dari smartwatch tersebut bisa membuat target hidup sehat terasa lebih mudah untuk dimulai. Misalnya, ketika melihat jumlah langkah hari ini masih sedikit, kamu bisa memilih berjalan kaki lebih lama pada sore hari. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Medical Informatics menemukan kalau penggunaan pelacak aktivitas dapat meningkatkan jumlah langkah harian dan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat.

2. Membantu kamu menetapkan target yang lebih jelas

ilustrasi smartwatch dipakai di tangan (Pexels.com/Omar Ramadan)

Memulai hidup sehat terkadang sulit karena target yang dibuat terlalu umum. Misal, keinginan seperti mau "ingin lebih sehat". Keinginan tersebut memang bagus, tetapi cukup sulit dijadikan patokan sehari-hari. Smartwatch dapat membantu mengubah keinginan tersebut menjadi target yang lebih mudah dipantau, seperti jumlah langkah. Kamu bisa melihat apakah target tersebut berhasil dicapai atau belum. Pada, Apple Watch misalnya, pengguna dapat mengatur target aktivitas dan mendapatkan pemberitahuan mengenai pencapaian target tersebut. Target juga dapat disesuaikan berdasarkan kemampuan dan rutinitas pengguna.

3. Bisa mengingatkan kamu untuk lebih banyak bergerak

ilustrasi pakai smartwatch untuk berolahraga (Pexels.com/Ketut Subiyanto)

Bekerja di depan laptop atau komputer terlalu lama bisa membuat kita lupa bergerak. Apalagi, ketika sibuk waktu bisa berlalu tanpa tersadar sudah berjam-jam di posisi yang sama. Beberapa smartwatch memiliki fitur pengingat untuk mengingatkan penggunanya berdiri atau bergerak agar mengurangi waktu duduk yang terlalu lama. Karenanya, pencatatan aktivitas dari melihat hasil seberapa banyak bergerak ini dapat mendorong pengguna smartwatch jadi lebih aktif lagi untuk bergerak.

4. Dapat memantau pola tidur yang baik

ilustrasi sedang tidur nyenyak (Pexels.com/Polina)

Selain berolahraga, hidup sehat juga bisa didapat dari tidur yang berkualitas. Tidur yang cukup merupakan bagian penting karena tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. CDC menyebutkan bahwa orang dewasa 18 sampai 60 tahun disarankan tidur setidaknya tujuh jam atau lebih setiap harinya. Tidur yang cukup dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan, seperti mengurangi risiko terkena penyakit, mengurangi stress, meningkatkan kesehatan jantung, dan lain-lain. Sayangnya, banyak orang baru menyadari pola tidurnya setelah mengalami kelelahan atau sulit berkonsentrasi. 

Tidur berkualitas bukan selalu tidur berjam-jam. Tidur berkualitas berarti mendapatkan tidur yang tidak terganggu dan seberapa nyenyak saat tidur. Smartwatch tertentu dapat mencatat durasi tidur dan memberikan gambaran mengenai pola tidur dari waktu ke waktu. Dengan melihat data tersebut, kamu bisa mengetahui apakah waktu tidurmu cenderung konsisten atau justru sering berubah-ubah. 

5. Jadi lebih memperhatikan kesehatan jantung

ilustrasi memakai smartwatch saat bersepedaan (Pexels.com/Atlantic Ambience)

Smartwatch modern dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Tergantung modelnya, perangkat tertentu dapat memantau detak jantung, memberikan peringatan ketika detak jantung terlalu tinggi atau rendah, bahkan mendeteksi pola irama jantung yang tidak teratur. Menariknya, pemantauan jangka panjang dari data tersebut dapat membantu mendiagnosis penyakit jantung secara dini. Seorang dokter dari rumah sakit umum Massachusetts pernah mendapatkan seorang pasien yang tidak merasakan nyeri dada atau gejala terkait. Tetapi, pasien tersebut menyadari kalau performa berolahraganya turun dari waktu ke waktu. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita penyakit arteri koroner.

Smartwatch bukan alat ajaib yang otomatis membuat penggunanya menjadi sehat. Perangkat tersebut dapat memberikan informasi dan pengingat bagi penggunanya. Kalau data sudah menunjukkan aktivitas yang rendah, tetapi tidak diikuti perubahan kebiasaan, manfaatnya tentu menjadi terbatas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article