Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Tablet-mu Sudah Waktunya Pensiun dan Ganti Baru

5 Tanda Tablet-mu Sudah Waktunya Pensiun dan Ganti Baru
ilustrasi tablet (Unsplash/Shawn Rain)
  • Tablet patut dipertimbangkan untuk diganti saat tak lagi menerima pembaruan OS, karena fitur keamanan dan perlindungan data tidak lagi diperbarui.
  • Baterai yang cepat habis serta layar retak, tidak responsif, berkedip, atau bergaris menjadi tanda penurunan perangkat; biaya perbaikan perlu dibandingkan dengan harga tablet baru.
  • Penyimpanan yang terus penuh dan kebutuhan lebih berat, seperti edit video atau game, dapat mendorong upgrade ke tablet berkapasitas dan spesifikasi lebih tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di tengah kelangkaan komponen yang membuat harga semua perangkat terus naik, menahan diri untuk tidak buru-buru ganti tablet adalah langkah bijak. Namun, setiap perangkat termasuk tablet juga memiliki batas umur pakai. Ketika tablet sudah mulai menunjukkan gejala tertentu, mulai dari tidak bisa menerima update, baterai boros, layar bermasalah, hingga penyimpanan gampang penuh, menggantinya dengan tablet baru bisa jadi keputusan paling logis daripada membawanya ke tempat servis yang malah bisa berujung mengeluarkan uang terlalu banyak. Berikut beberapa tanda tablet-mu sudah waktunya pensiun dan ganti baru.

  1. 1. Tidak lagi menerima update OS

    marta-filipczyk-mN5-yjVGBAI-unsplash.jpg
    ilustrasi tablet (Unplash/Marta Filipczyk)

    Salah satu indikator paling jelas bahwa tablet-mu sudah “menua” adalah ketika sudah tidak lagi menerima update OS. Update OS bukan hanya soal fitur baru, tapi juga patch keamanan yang sangat krusial untuk melindungi data dan privasimu dari kejahatan siber. Untuk itu, jika tablet-mu sudah tidak lagi kompatibel dengan OS versi terbaru, itu tandanya tablet-mu sudah tertinggal. Masa dukungan update OS pun berbeda-beda tergantung tablet yang digunakan. iPad umumnya bisa mendapat update OS sekitar 8 tahun, sementara tablet Android biasanya hanya mendapat dukungan update OS selama 2-5 tahun, tergantung model dan brand-nya. Kamu bisa mengecek apakah tablet-mu masih mendapatkan update OS lewat Settings > General > Software Update di iPad, atau lewat Settings > System > Software Updates di Android.

  2. 2. Daya tahan baterai memburuk

    Baterai tablet akan mengalami penurunan kapasitas seiring berjalannya waktu dan penggunaan. Faktor seperti ukuran baterai, cara penggunaan dan jumlah siklus pengisian daya (charge cycle) memengaruhi seberapa cepat baterai mengalami penurunan kapasitas. Jika tablet-mu saat ini cepat habis meski baru diisi daya, itu tanda baterainya sudah lemah. Sebagai patokan, iPad dirancang agar kapasitas baterainya tetap berada di sekitar 80% setelah 1.000 siklus pengisian penuh. Untuk Android, angkanya bervariasi tergantung brand-nya. Di iPad, kamu bisa memeriksa kesehatan baterai lewat Settings > Battery > Battery Health. Di Android, beberapa tablet sudah menyediakan informasi serupa di Settings > Battery, atau bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk informasi yang lebih jelas dan detail.

  3. 3. Layar mengalami kerusakan

    ashkan-forouzani-U1dvzmbA22w-unsplash.jpg
    ilustrasi layar tablet rusak (Unsplash/Ashkan Forouzani)

    Layar merupakan komponen paling vital pada tablet. Kerusakan layar, baik retak, goresan atau masalah internal seperti flicker, garis-garis atau kecerahan yang tidak konsisten, bisa sangat mengganggu aktivitas, terutama untuk menonton, membaca atau bekerja. Jika layar tablet-mu sudah tidak responsif atau menampilkan masalah visual yang mengganggu, itu pertanda layarnya sudah ‘tamat’. Sebelum memutuskan ganti tablet, cek dulu apakah garansi masih berlaku untuk penggantian layar. Jika garansi sudah habis, kamu memang tetap memiliki opsi yaitu membawanya ke tempat servis, namun pertimbangkan biayanya. Dalam banyak kasus, biaya penggantian layar tablet bisa mendekati harga tablet baru, sehingga ganti ke tablet baru bisa jadi pilihan lebih hemat dan memberikan nilai plus dalam jangka panjang.

  4. 4. Penyimpanan gampang penuh

    Peringatan penyimpanan penuh adalah hal yang umum terjadi, terutama jika usia tablet-mu sudah bertahun-tahun. Nah seiring penggunaan, ruang kosong yang minim bisa memicu masalah serius seperti aplikasi sering crash, kamera gagal menyimpan foto atau performa keseluruhan melambat karena sistem kekurangan ruang penyimpanan untuk file sementara dan proses latar belakang. Beberapa tablet memungkinkanmu memperluas penyimpanan via kartu microSD, tapi banyak juga yang tidak menyediakan opsi. Solusi alternatif seperti memindahkan file-file besar ke penyimpanan cloud atau menghapus file lama memang bisa membantu, namun jika kamu penyimpanan tablet-mu tetap gampang penuh meski kamu sudah membersihkannya, beralih ke tablet baru dengan kapasitas penyimpanan lebih besar jadi solusi terbaik.

  5. 5. Kebutuhanmu sudah berkembang

    georgiy-lyamin-9e46_V9p2mk-unsplash.jpg
    ilustrasi tablet (Unplash/Georgiy Lyamin)

    Terkadang, alasan ganti tablet bukan karena tablet rusak, melainkan karena kebutuhanmu sudah berkembang dan butuh tablet yang lebih mumpuni. Tablet keluaran terbaru tentu menawarkan peningkatan nyata seperti layar lebih besar dan tajam, chipset lebih cepat, port USB-C yang lebih fleksibel, kamera lebih baik dan fitur pendukung lain seperti stylus atau keyboard eksternal yang lebih optimal. Kika kamu hanya menggunakan tablet untuk streaming film, browsing, atau membaca e-book, tablet lawas sudah lebih dari cukup, tapi jika kamu menggunakannya untuk aktivitas serius seperti mengedit video dan bermain game berat, tablet anyar dengan spesifikasi tinggi bisa meningkatkan efisiensi dan kenyamanan.

    Itulah tadi ulasan mengenai beberapa tanda tablet-mu sudah waktunya pensiun dan ganti baru. Selain tanda-tanda di atas, tanda apa lagi yang menunjukkan bahwa kamu harus segera beralih ke tablet baru?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More