TECNO Pova Curve 2 5G Rilis, HP Tipis dengan Baterai 8000 mAh

- TECNO Pova Curve 2 5G hadir dengan baterai jumbo 8000 mAh dan bodi tipis serta ringan
- Sisi belakangnya terinspirasi dari pesawat luar angkasa, dilengkapi dengan kamera utama 50MP dan pemancar inframerah
- Layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz, prosesor octa core 2,4GHz, RAM besar, dan tahan cipratan air
Pada pertengahan bulan ini, TECNO Mobile meluncurkan smartphone lengkung yang cukup memukau. Namanya ialah TECNO Pova Curve 2 5G, debut di India pada 13 Februari 2026. Ia siap meneruskan TECNO Pova Curve 5G yang hadir pada Mei 2025.
Smartphone layar lengkung cenderung punya bodi yang tipis. Akan tetapi, TECNO Pova Curve 2 5G ternyata sanggup membawa baterai jumbo 8000 mAh. Nah, agar semakin terpukau dengan smartphone satu ini, segera berkenalan dengan TECNO Pova Curve 2 5G di bawah ini!
1. Bodi boleh tipis dan ringan, tapi sanggup membawa baterai jumbo

Hal pertama yang kamu pasti penasaran ialah seberapa tipis dan ringan smartphone satu ini. Seperti disebutkan di atas, TECNO Pova Curve 2 5G ditenagai baterai berkapasitas jumbo 8000 mAh dan mendukung pengisian daya 45 W lewat soket USB Type-C. Kamu tentu berpikir smartphone satu ini tebal dan berat. Ternyata, ia punya ketebalan 7,42 mm dan berat 195 gram. TECNO mengklaim Pova Curve 2 5G menjadi smartphone layar lengkung dengan baterai 8000 mAh paling tipis dan ringan.
2. Sisi belakang tampil elegan, terinspirasi dari pesawat luar angkasa

Selain baterai jumbo, hal menarik lain dari TECNO Pova Curve 2 5G adalah sisi belakangnya yang terinspirasi dari pesawat luar angkasa. Modul kameranya berbentuk segitiga di pojok kiri atas, ditambah area transparan yang juga berbentuk segitiga di pojok kanan bawah. Di modul kamera itu, ada area hitam berbentuk kapsul berisi kamera utama 50MP (f/1.7) dan kamera makro 2MP (f/2.4). LED flash juga berada di modul segitiga itu. Nah, ada juga lubang hitam berbentuk lingkaran yang tidak berisi kamera, melainkan pemancar inframerah agar smartphone satu ini bisa difungsikan sebagai remote TV dan AC.
3. Layar melengkung yang sangat mulus hingga 144Hz dan terang hingga 4500 nit

Beralih ke sisi depannya, TECNO Pova Curve 2 5G jelas punya layar yang melengkung ke bingkai kiri dan kanan. Layarnya sendiri memakai panel AMOLED dengan bentang 6,78 inci, resolusi 1208 x 2644 piksel (1,5K), dan kaca pelindung Gorilla Glass 7i. Yang membuat layarnya makin impresif ialah layarnya sangat mulus dengan refresh rate 144 Hz dan sangat terang dengan kecerahan puncak 4500 nit. Lalu, di tengah atas layarnya, ada lubang berisi kamera 13 MP berdiafragma f/2.2 yang bisa merekam video 2K@30 fps.
4. Pakai prosesor octa core 2,4GHz yang andal dengan RAM berkapasitas besar

Di dapur pacunya, TECNO Pova Curve 2 5G mengandalkan MediaTek Dimensity 7100. Ini adalah prosesor 6 nm yang baru diperkenalkan pada Januari 2026 dengan empat Cortex-A78@2,4 GHz dan empat Cortex-A55@2,0 GHz. TECNO membekali RAM LPDDR4X dan memori internal UFS 2.2 dalam tiga opsi konfigurasi, yaitu 8/128 GB, 8/256 GB, dan 12/256 GB. Di dapur pacunya, juga ada chip G1 untuk memperkuat penerimaan sinyal seluler dan chip SE1 untuk memperkuat penerimaan sinyal Wi-Fi.
5. Smartphone tipis dan ringan dengan baterai jumbo dan tampilan elegan

TECNO Pova Curve 2 5G kedap debu dan tahan cipratan air karena bersertifikasi IP64. Selebihnya, smartphone satu ini mempunyai dua mikrofon, speaker mono, dua slot kartu SIM, dan pemindai sidik jari di dalam layar, serta menjalankan HiOS 16 berbasis Android 16 dengan pembaruan hingga dua generasi. Mystic purple, melting silver, dan storm titanium ialah tiga opsi warna yang tersedia. Di India, Tecno Pova Curve 2 5G dibanderol 27.999 rupee (sekitar Rp5,2 juta) untuk varian 8/128 GB dan 29.999 rupee (sekitar Rp5,5 juta) untuk varian 8/256 GB.
Lewat POVA Curve 2 5G, TECNO kembali berinovasi untuk menghadirkan smartphone layar lengkung tipis dan ringan yang mempunyai baterai jumbo. Smartphone berbaterai 8000 mAh tersebut ternyata setipis 7,42 mm saja. Semoga TECNO Pova Curve 2 5G segera rilis di Indonesia untuk menggantikan pendahulunya yang menyapa tanah air pada Juli 2025.


















