Apakah Brave Browser Lebih Aman dari Chrome?

- Brave Browser dikembangkan oleh Brave Software, fokus pada privasi dan kecepatan akses internet, serta otomatis memblokir iklan mengganggu dan pelacak pihak ketiga.
- Brave punya fitur utama bernama Shields yang secara aktif menghentikan pelacak pihak ketiga di setiap situs web, lebih ketat dibandingkan dengan Chrome.
- Brave memiliki kebijakan tanpa penyimpanan data pengguna pada server pusat, sumber terbuka untuk mencegah celah yang sengaja dibuat untuk memata-matai pengguna.
Salah satu aktivitas saat menggunakan smartphone dan PC adalah browsing. Tak heran jika para pengguna memilih peramban yang mampu memberikan kecepatan serta keamanan mumpuni. Saat ini Chrome memang masih menjadi browser paling banyak digunakan di seluruh dunia. Ini karena Chrome memang punya kecepatan tinggi serta menjadi peramban andalan Google.
Di sisi lain, Brave Browser muncul sebagai alternatif bagi pengguna yang mengutamakan keamanan. Peramban ini menghadirkan sejumlah keunggulan, termasuk pemblokir iklan dan langganan VPN. Pertanyaannya, apakah benar Brave browser lebih aman dari Chrome? Mari kita cari tahu bersama-sama!
1. Brave Browser adalah peramban yang dikembangkan oleh Brave Software

Brave Browser adalah peramban web gratis yang fokus pada privasi dan kecepatan akses internet. Aplikasi ini secara otomatis memblokir iklan mengganggu serta pelacak pihak ketiga yang mencoba mengikuti aktivitas pengguna. Brave diklaim punya fitur keamanan untuk melindungi data pribadi dari kebocoran.
Meluncur pertama kali pada 2012, peramban besutan Brave Software ini tersedia untuk Android, iOS, macOS, Linux, dan Windows. Brave Browser sendiri sebenarnya adalah peramban berbasis Chromium. Selain itu, Brave Browser kini bersaing dengan DuckDuck Go sebagai sesama peramban yang mengutamakan privasi pengguna.
2. Brave punya fitur utama bernama Shields

Dalam situs resminya, Brave menyebutkan kalau mereka punya fitur bernama Shields. Fitur ini secara aktif menghentikan pelacak pihak ketiga di setiap situs web. Chrome sebenarnya memiliki sistem perlindungan serupa, tetapi tidak seketat apa yang ditawarkan oleh Brave. Google masih mengizinkan beberapa jenis pelacakan demi mendukung ekosistem iklan yang menjadi sumber pendapatan utama. Pengguna harus mengatur konfigurasi secara manual jika ingin mencapai tingkat privasi yang setara dengan standar Brave.
3. Brave mengadopsi mesin berbasis Chromium

Chrome menggunakan arsitektur sandboxing untuk mengisolasi setiap tab agar tidak mengganggu sistem utama. Teknologi ini memastikan bahwa serangan siber dari satu situs jahat tidak menyebar ke data sensitif lainnya. Google terus memperbarui sistem ini demi menghadapi ancaman malware yang terus berkembang setiap hari. Brave mengadopsi basis mesin Chromium yang sama sehingga memiliki keunggulan sandboxing serupa dengan Chrome. Perbedaannya terletak pada penghapusan kode pelacakan spesifik milik Google yang sering dianggap sebagai celah privasi.
4. Chrome mengumpulkan data pengguna untuk personalisasi iklan

Google mengumpulkan data pengguna dalam jumlah besar untuk keperluan personalisasi iklan serta pengembangan layanan. Informasi mengenai lokasi, riwayat pencarian, dan preferensi belanja tersimpan dalam server secara permanen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi individu yang sangat menjaga kerahasiaan aktivitas daring. Sementara itu, Brave menerapkan kebijakan tanpa penyimpanan data pengguna pada server pusat. Brave mengklaim penjelajahan tetap berada di perangkat lokal dan tidak pernah dijual kepada pihak pengiklan mana pun.
5. Brave memiliki kebijakan transparansi kode sumber

Brave merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang memungkinkan siapa saja untuk memeriksa kode program di dalamnya. Ini penting untuk mencegah celah yang sengaja dibuat untuk memata-matai pengguna. Komunitas pengembang dapat memperbaiki celah keamanan dengan sangat cepat setiap kali ditemukan masalah. Di sisi lain, Chrome bersifat semi-tertutup meskipun Chromium merupakan proyek terbuka bagi masyarakat luas. Beberapa bagian kode milik Google tidak dapat diakses secara bebas oleh pihak luar untuk tujuan audit keamanan.
Pilihan antara Brave dan Chrome tergantung pada sejauh mana kamu menghargai privasi dibandingkan dengan kenyamanan ekosistem Google. Secara teknis Brave browser lebih aman dari Chrome karena menawarkan perlindungan lebih ketat terhadap pelacakan iklan dibandingkan dengan pesaing utamanya. Meski begitu, Chrome tetaplah ideal bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan stabilitas. Kamu sendiri, lebih suka browsing pakai Brave, Chrome, atau justru peramban lain?


















