Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Aplikasi yang Diam-Diam Menguras Listrik Rumah saat Puasa

CCTV
ilustrasi CCTV (unsplash.com/Joe Gadd)
Intinya sih...
  • Smart TV berkat aplikasi streaming mengonsumsi listrik hingga 200 watt saat digunakan, bahkan dalam mode siaga.
  • Router WiFi dapat menggunakan daya sekitar 6 watt rata-rata, dengan konsumsi energi yang meningkat selama Ramadan.
  • Penggunaan perangkat smart home dan media sosial turut menyumbang konsumsi listrik rumah selama puasa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama Ramadan, banyak orang fokus tertuju pada pengeluaran konsumsi harian dan kebutuhan berbuka. Namun, tanpa disadari, ada satu pos pengeluaran yang justru perlahan membengkak yaitu konsumsi listrik rumah. Menariknya, lonjakan pemakaian listrik ini sering kali bukan disebabkan oleh perangkat elektronik besar seperti AC atau rice cooker, melainkan aplikasi digital yang terus aktif di balik layar.

Perubahan pola aktivitas selama Ramadan turut memengaruhi cara teknologi digunakan di rumah. Waktu bangun lebih pagi untuk makan sahur, aktivitas malam yang lebih panjang, hingga kebiasaan digital sebelum tidur membuat berbagai aplikasi terus berjalan. Tanpa disadari, aplikasi-aplikasi inilah yang berkontribusi pada meningkatnya konsumsi listrik selama puasa. Berikut sederet aplikasi yang diam-diam menguras listrik rumah selama puasa.

1. Smart TV berkat aplikasi streaming

ilustrasi streaming film melalui Netflix
ilustrasi streaming film melalui Netflix (unsplash.com/Marques Kaspbrak)

Aplikasi streaming seperti YouTube, Netflix, atau layanan video OTT lainnya menjadi teman setia menjelang berbuka dan selepas tarawih. Banyak keluarga menyalakan Smart TV berjam-jam untuk menonton hiburan ringan, siaran religi, atau kajian daring. Pola penggunaan ini membuat perangkat bekerja lebih lama dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan puasa.

Namun, konsumsi listrik smart TV tidak hanya terjadi saat layar menyala. Pada televisi modern, sejumlah aplikasi dan sistem tetap berjalan dalam mode siaga meskipun perangkat terlihat telah dimatikan. Proses pembaruan sistem, pemuatan rekomendasi konten, dan sinkronisasi akun tetap berlangsung di latar belakang, sehingga aliran listrik tetap digunakan tanpa disadari.

Mengutip Nexamp, sebagian besar televisi modern mengonsumsi daya sekitar 50 hingga 200 watt saat digunakan. Besaran konsumsi ini dipengaruhi oleh jenis televisi, teknologi layar, dan ukuran perangkat, di mana beberapa model tertentu dapat menggunakan daya yang lebih rendah atau justru lebih tinggi. Selain itu, pola pemakaian setiap pengguna turut menentukan besarnya konsumsi listrik secara keseluruhan.

Sebagai gambaran, berikut disajikan tabel kisaran daya rata-rata berdasarkan jenis televisi. Perlu dicatat, data tersebut bersifat estimatif dan dapat berbeda pada setiap rumah tangga, tergantung pada intensitas penggunaan, pengaturan perangkat, dan kebiasaan menonton selama Ramadan.

Konsumsi daya berdasarkan jenis TV

Data di atas bersumber dari situs nexamp

Jenis TV

Kisaran daya rata-rata

TV LED

50-100 W

TV OLED

60-3500 W

TV LCD

70-200 W

TV Plasma

100-500 W

2. Router WiFi

ilustrasi broadband internet router
ilustrasi broadband internet router (unsplash.com/Compare Fibre)

Bagi banyak orang, koneksi WiFi menawarkan kenyamanan tanpa kompromi. Internet bisa diakses kapan saja tanpa perlu mendekati perangkat atau menyalakan sakelar secara manual. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain dengan mudah, mulai dari menonton Netflix hingga menyelesaikan pekerjaan yang tak mengenal waktu.

Namun, jarang yang benar-benar memikirkan konsekuensi energi di balik kemudahan tersebut. Router WiFi terhubung langsung ke sumber listrik selama 24 jam penuh, tanpa jeda. Dalam jangka panjang, perangkat kecil ini berpotensi menyumbang konsumsi listrik lebih besar dari yang dibayangkan, terutama jika dibiarkan bekerja tanpa pengelolaan yang tepat.

Selama Ramadan, peran router WiFi semakin sentral dalam aktivitas digital rumah. Aplikasi manajemen jaringan, distribusi koneksi ke berbagai perangkat, dan lalu lintas data yang meningkat membuat router bekerja tanpa henti. Aktivitas unggah dan unduh data cenderung melonjak pada waktu sahur dan malam hari, saat banyak anggota keluarga aktif bersamaan.

Mengutip Zembl, konsumsi daya router WiFi dapat berada di kisaran 2 hingga 20 watt, dengan rata-rata sekitar 6 watt. Angka ini mungkin tampak kecil, tetapi jika dikalikan waktu pemakaian nonstop, dampaknya terasa dalam akumulasi konsumsi listrik bulanan. Beban ini semakin bertambah ketika router mendukung berbagai layanan digital yang berjalan secara bersamaan.

Selain router itu sendiri, aplikasi berbasis cloud turut berkontribusi pada penggunaan energi. Layanan seperti Google Drive, iCloud, dan sistem backup otomatis terus melakukan sinkronisasi data selama perangkat terhubung ke internet. Proses ini berlangsung di latar belakang, sering kali tanpa disadari pengguna. Meski tak terlihat secara langsung, aktivitas sinkronisasi yang berkelanjutan tersebut memperpanjang waktu kerja perangkat dan jaringan. Jika dibiarkan tanpa pengaturan, kombinasi router WiFi dan aplikasi cloud dapat menjadi sumber konsumsi listrik yang konsisten sepanjang Ramadan.

3. Smart Home

Smart Lock
ilustrasi Smart Lock (unsplash.com/Sebastian Scholz (Nuki))

Penggunaan perangkat smart home semakin umum di rumah tangga modern. Aplikasi pengatur lampu pintar, CCTV, smart speaker, hingga colokan otomatis bekerja berdasarkan jadwal dan perintah digital. Selama Ramadan, jadwal ini sering berubah mengikuti aktivitas sahur dan ibadah malam.

Jika tidak disesuaikan, aplikasi otomasi justru membuat perangkat tetap aktif lebih lama dari yang dibutuhkan. Lampu menyala lebih awal, kamera aktif sepanjang malam, dan perangkat siaga terus bekerja tanpa henti. Tanpa pengaturan ulang, teknologi pintar justru berpotensi meningkatkan konsumsi listrik.

4. Media sosial dan perangkat komunikasi

ilustrasi scrolling media sosial di malam hari
ilustrasi scrolling media sosial di malam hari (pexels.com/mikoto.raw Photographer)

Puasa juga diiringi meningkatnya aktivitas komunikasi digital. Media sosial, pesan instan, dan panggilan video menjadi sarana menjaga silaturahmi selama Ramadan. Aktivitas ini sering dilakukan melalui berbagai perangkat seperti tablet, laptop, atau HP cadangan. Jika dibiarkan menyala turut menyumbang konsumsi listrik. Aplikasi media sosial bekerja dengan notifikasi real-time dan pembaruan konten otomatis. Ketika perangkat hanya dibiarkan dalam mode tidur, konsumsi daya tetap berlangsung secara perlahan.

Fenomena aplikasi yang diam-diam menguras listrik menunjukkan bahwa konsumsi energi sangat berkaitan dengan perilaku digital penggunanya. Ramadan diharapkan menjadi momen refleksi tentang bagaimana cara menggunakan teknologi secara bijak. Kesadaran ini penting karena teknologi tetap mendukung aktivitas Ramadan tanpa membebani pengeluaran asalkan penggunaannya tetap terkendali. Siapa tahu, momen Ramadan kali ini juga bisa jadi titik balik kamu mulai menghemat energi listrik di rumah, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

3 Cara Nonton Live Streaming Hanteo Music Awards 2026

15 Feb 2026, 09:05 WIBTech