Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anthropic Rilis Claude Opus 4.6 dengan Peningkatan Jendela Konteks

Claude Opus 4.6
Claude Opus 4.6 (anthropic.com)
Intinya sih...
  • Anthropic merilis Claude Opus 4.6, model AI terbaru dengan peningkatan signifikan dalam coding dan penalaran.
  • Opus 4.6 hadir dengan fitur kolaborasi agen otonom, kapasitas memori hingga 1 juta token, dan integrasi ke aplikasi perkantoran populer.
  • Opus 4.6 mengungguli kompetitor dalam berbagai benchmark, memiliki harga tetap, aksesibilitas melalui situs resmi dan API, serta tingkat keamanan yang tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Anthropic rilis Claude Opus 4.6, model kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang menjadi salah satu paling mutakhir di pasar saat ini. Model ini hadir hanya berselang beberapa bulan setelah versi 4.5 dengan membawa peningkatan signifikan pada kemampuan coding dan penalaran. Opus 4.6 juga membawa pembaruan berupa fitur kolaborasi agen otonom yang dirancang untuk menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri.

Peluncuran Opus 4.6 menjadi sinyal persaingan melawan dominasi OpenAI dan model GPT-5.2 mereka. Anthropic mengklaim produk terbaru mereka memiliki skor benchmark lebih tinggi dalam tes pemrograman hingga analisis data ekonomi yang rumit. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai kecanggihan, fitur baru, hingga harga pemakaian Claude Opus 4.6 dalam artikel berikut ini!

1. Bukan hanya coding, Opus 4.6 juga andal dalam tugas kantoran

Claude Opus 4.6 merupakan model bahasa besar (LLM) terbaru yang andal dalam menangani berbagai tugas knowledge work. Anthropic memposisikan varian ini sebagai model terpintar mereka yang melampaui kemampuan pendahulunya dalam berbagai aspek teknis maupun logika.

Perusahaan tersebut merilis versi ini hanya berselang tiga bulan sejak kemunculan Opus 4.5 pada November tahun lalu. Siklus pengembangan yang sangat cepat menunjukkan ambisi besar Anthropic untuk memimpin pasar AI global yang semakin kompetitif. Anthropic sendiri memang dikenal cukup dominan di pasar enterprise dan pengembangan perangkat lunak.

Komunitas programmer menyambut antusias kehadiran model ini, mengingat model-model buatan Anthropic telah lama jadi favorit untuk tugas coding. Di media sosial, banyak software engineer melaporkan peningkatan produktivitas saat menggunakan varian Opus. Bukan hanya model AI, alat agentic coding buatan Anthropic, Claude Code, juga jadi primadona di kalangan profesional.

2. Berbagai peningkatan dan kemampuan baru Opus 4.6

Claude Opus 4.6 di Microsoft Power Point
Claude Opus 4.6 di Microsoft Power Point (anthropic.com)

Bersamaan dengan Opus 4.6, Anthropic memperkenalkan fitur baru bernama Agent Teams yang memungkinkan pengguna memecah tugas besar menjadi beberapa bagian kecil yang lebih terkelola. Setiap bagian pekerjaan akan ditangani oleh agen AI berbeda yang saling berkoordinasi secara paralel layaknya tim manusia sungguhan. Metode pembagian tugas ini membuat penyelesaian proyek besar seperti penulisan kode aplikasi menjadi jauh lebih cepat, terstruktur, dan akurat.

Opus 4.6 juga membawa peningkatan kapasitas memori atau context window hingga mencapai 1 juta token. Jumlah ini setara dengan ratusan ribu kata yang bisa diproses dalam satu sesi percakapan. Pengguna bisa mengunggah dokumen tebal, laporan keuangan tahunan, atau basis kode raksasa untuk dianalisis sekaligus oleh Opus dalam waktu singkat.

Anthropic juga memberi perhatian terhadap masalah context rot atau penurunan kualitas jawaban pada percakapan panjang yang kerap dialami AI. Data pengujian internal menunjukkan Opus 4.6 meraih skor 76 persen dalam tes menemukan informasi tersembunyi dalam tumpukan data besar. Angka tersebut jauh melampaui model Sonnet 4.5 yang hanya mampu mencapai skor 18,5 persen dalam pengujian serupa.

Kemampuan analisis data Claude kini terintegrasi langsung ke dalam aplikasi perkantoran populer seperti Microsoft Excel dan PowerPoint. Pengguna dapat memerintahkan AI untuk membuat presentasi visual atau merapikan data tabel rumit tanpa perlu berpindah aplikasi secara manual. Fitur integrasi ini memperluas kegunaan Claude dari sekadar alat coding bagi developer menjadi asisten administrasi serbaguna bagi pekerja kantoran.

3. Perbandingan benchmark Opus 4.6 dengan kompetitor

ilustrasi ChatGPT
ilustrasi ChatGPT (freepik.com)

Hasil uji head-to-head menunjukkan Opus 4.6 mengungguli GPT-5.2 milik OpenAI dengan selisih sekitar 144 poin Elo pada benchmark GDPval-AA. Keunggulan ini mencakup berbagai tugas bernilai ekonomi tinggi seperti analisis hukum, keuangan, dan pemecahan masalah teknis.

Model anyar ini juga mencatatkan skor tertinggi pada evaluasi coding agen otonom bernama Terminal-Bench 2.0. Selain itu, Opus 4.6 juga diuji dalam tes penalaran multidisiplin bernama Humanity's Last Exam. Dalam tes ini, Opus 4.6 meraih skor 53,1 persen, mengungguli Gemini 3 Pro (45,8 persen) dan GPT-5.2 (50 persen)

Anthropic menyematkan fitur Adaptive Thinking yang memungkinkan AI menentukan sendiri kapan harus berpikir mendalam sebelum menjawab. AI dapat secara otomatis mengatur upaya kognitif berdasarkan tingkat kesulitan pertanyaan yang diajukan oleh pengguna tanpa perlu instruksi manual. Mekanisme ini menyeimbangkan kecepatan respons dengan kualitas jawaban agar pengguna tidak menunggu terlalu lama untuk pertanyaan sederhana.

Pengembang juga kini memiliki lebih banyak kendali atas parameter effort atau usaha berpikir model mulai dari tingkat rendah hingga maksimal. Opsi kustomisasi memberikan fleksibilitas untuk menghemat biaya token pada tugas sederhana namun tetap bertenaga untuk tugas berat. Kontrol semacam ini bisa sangat membantu optimasi aplikasi skala besar agar anggaran operasional tetap efisien.

4. Harga, aksesibilitas, dan keamanan Opus 4.6

perbandingan hasil benchmark Claude Opus 4.6 dengan model AI lain
perbandingan hasil benchmark Claude Opus 4.6 dengan model AI lain (anthropic.com)

Publik sudah bisa mengakses Claude Opus 4.6 melalui situs resmi claude.ai maupun antarmuka pemrograman aplikasi (API) bagi pengembang. Layanan cloud besar seperti AWS dan Google Cloud juga telah menyediakan dukungan bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan model ini.

Tarif penggunaan API ditetapkan sebesar 5 dolar AS (sekitar Rp84 ribu) per satu juta token input dan 25 dolar AS (sekitar Rp420 ribu) untuk output standar, harga yang sama dengan pendahulunya. Namun, untuk penggunaan context window di atas 200 ribu token, Anthropic menerapkan harga 10 dolar AS (sekitar Rp168 ribu) per satu juta token input dan 37,5 dolar AS (sekitar Rp630 ribu) per satu juta token output.

Tak hanya Anthropic rilis Claude Opus 4.6, mereka juga mengklaim keamanan AI tersebut memiliki tingkat kesalahan atau perilaku berbahaya yang sangat rendah dibandingkan dengan kompetitor. Opus 4.6 juga memiliki tingkat over-refusal atau penolakan berlebih paling minim, yang artinya AI tidak akan menolak menjawab pertanyaan aman secara keliru. Aspek keamanan ini dinilai penting mengingat setiap peningkatan kemampuan AI juga dapat digunakan oleh aktor jahat untuk perilaku yang berbahaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More

Samsung Galaxy A07 5G vs Galaxy A06 5G, Perlu Upgrade?

15 Feb 2026, 12:28 WIBTech