Industri HP sudah bergerak selama puluhan tahun dan tidak memunculkan tanda-tanda akan berhenti. Selama puluhan tahun itu pula, industri HP terus mengalami perkembangan besar. Berbagai produsen terus mengembangkan fitur dan teknologi baru, bahkan beberapa teknologi bisa mengubah industri secara keseluruhan.
5 Teknologi yang Mengubah Industri HP, Pengaruhnya Besar!

- Layar sentuh menjadi standar setelah iPhone 2007 memopulerkannya, sementara layar lipat yang dimulai Royole Flexpai pada 2018 terus disempurnakan produsen seperti Samsung, HUAWEI, OPPO, dan vivo.
- Sensor fingerprint berevolusi dari tombol fisik menjadi kapasitif, optikal, ultrasonic, hingga di layar; vivo memelopori fingerprint dalam layar melalui vivo X20 Plus UD pada 2018.
- USB Type-C meluas sejak 2015 dan mendukung fast charging berdaya besar, sedangkan baterai silicon carbon sejak 2023 meningkatkan kapasitas hingga 7.000–10.000 mAh dengan bodi tetap tipis.
Layar sentuh, baterai silicon carbon, dan sensor fingerprint adalah beberapa teknologi yang mengubah industri HP. Awalnya semua teknologi tersebut terbilang eksklusif dan hanya ditemukan pada HP mahal. Namun, lama-kelamaan teknologinya makin terjangkau dan hadir di semua jenis HP. Mau tahu bagaimana industri HP berubah berkat adanya teknologi baru? Kita ulik sejarahnya di bawah ini, yuk!
1. Layar sentuh dipopulerkan oleh iPhone pada 2007

ilustrasi HP (unsplash.com/Amanz) HP awalnya dibuat dengan banyak tombol fisik mulai dari tombol power, navigasi, hingga keyboard. Namun, sejak awal era 2000-an, teknologi layar sentuh semakin populer dan terus dipakai secara masif oleh produsen HP. Laman eyefactive menerangkan bahwa teknologi layar sentuh pertama kali dicetuskan pada 1965 oleh Eric Arthur Johnson. Kemudian pada 1994 muncul IBM Simon yang dianggap sebagai HP pertama dengan layar sentuh.
Pamor IBM Simon tak terlalu besar sehingga produsen lain belum mengadopsi teknologi layar sentuh secara masif. Kepopuleran layar sentuh baru meledak setelah Apple merilis iPhone generasi pertama pada 2007. iPhone menjadi terobosan baru karena perangkat tersebut secara khusus dibangun untuk mengoptimalkan layar sentuh. Setelah iPhone sukses, berbagai produsen mulai mengadopsi layar sentuh hingga sekarang.
2. Layar lipat pertama muncul pada 2018

ilustrasi HP lipat (unsplash.com/Mika Baumeister) Setelah sukses dengan teknologi layar sentuh, berbagai perusahaan mulai bereksperimen dengan teknologi lain yang lebih unik, salah satunya adalah layar lipat. Laman Torro menerangkan bahwa HP pertama yang menggunakan teknologi layar lipat adalah Royole Flexpai yang dirilis pada 2018. Sayangnya, HP tersebut terhitung gagal karena teknologi layarnya dianggap belum matang.
Samsung akhirnya masuk ke pasar HP lipat pada 2019 dengan merilis Samsung Galaxy Fold. Setelah itu, produsen lain seperti HUAWEI, OPPO, vivo, serta Samsung itu sendiri terus mengembangkan teknologi layar lipat dan berhasil menyempurnakannya. Tak seperti layar biasa yang terbuat dari kaca, layar lipat dibuat dari plastik yang fleksibel. Permukaan layarnya juga lebih halus, lebih tipis, dan lebih mudah rusak jika dibandingkan dengan layar konvensional.
3. Sensor fingerprint terus berkembang jadi lebih efisien

ilustrasi fingerprint HP (unsplash.com/Lukenn Sabellano) Dilansir dari MakeUseOf, sensor fingerprint pertama kali hadir pada 2004 di HP bernama Pantech Gi100. Kala itu sensornya ditaruh di tombol D-Pad yang berlokasi di bagian tengah. Selama beberapa tahun, HP lain seperti HTC, Toshiba, hingga Samsung menggunakan metode serupa (fingerprint diletakkan di tombol bagian tengah). Namun, di era 2010-an ketika smartphone Android sedang berkembang pesat, hal tersebut mulai ditinggalkan.
Sensor fingerprint dibagi menjadi beberapa jenis, seperti kapasitif, optikal, dan ultrasonik. Penempatannya beragam, ada yang di bagian belakang HP, menyatu dengan tombol power, dan yang paling canggih berada di layar. vivo menjadi pelopor teknologi fingerprint di layar dengan menghadirkan pada vivo X20 Plus UD (2018). Sejak saat itu, fingerprint di layar (dan fingerprint secara umum) jadi fitur mainstream di HP Android.
4. USB type C memungkinkan teknologi fast charging

ilustrasi USB type C (unsplash.com/Marcus Urbenz) USB Type-C sekarang menjadi port universal yang ada di semua HP, entah itu flagship atau entry-level. Hal tersebut sangat berbeda dengan masa lalu di mana tiap HP bisa memiliki port tersendiri seperti port Lightning (iPhone), USB Type-C (HP flagship), dan port micro-USB (HP entry-level serta mid-range). USB Type-C sendiri pertama kali muncul pada 2015 di HP Android bernama LeTV Le L1 Pro.
Sejak saat itu, hampir semua produsen HP mengadopsi USB Type-C. Apple yang awalnya menggunakan port Lightning juga terpaksa berpindah ke USB Type-C karena desakan Uni Eropa. USB Type-C menjadi pembuka bagi teknologi fast charging. Sebab, port tersebut didesain dengan pin berteknologi canggih yang mampu menerima daya besar sehingga bisa menghantarkan daya charger mulai dari puluhan hingga ratusan watt.
5. Baterai silicon carbon bikin daya tahan HP makin lama

ilustrasi HP (unsplash.com/Georgiy Lyamin) HP sudah lama mengadopsi teknologi baterai Li-Ion konvensional. Menariknya, pada 2023 HONOR memperkenalkan teknologi baru bernama baterai silicon carbon. Dilansir dari Android Authority, teknologi tersebut menggabungkan grafit anoda konvensional dengan silikon. Hasilnya, ukuran fisik baterai bisa dijaga lebih kecil dan tipis, sementara kapasitasnya makin besar karena silikon bisa menyimpan lebih banyak energi.
Baterai silicon carbon awalnya tidak memberikan peningkatan yang signifikan. Dari kapasitas standar sekitar 4000-5000 mAh, baterai hanya meningkat di angka 5500-6000 mAh. Namun, teknologi tersebut sudah berkembang pesat dan sekarang banyak HP dengan baterai 7.000, 8.000, bahkan 10.000 mAh. Kapasitas baterai sebesar itu tentunya memberikan daya tahan luar biasa, bahkan HP mampu bertahan hingga tiga hari penggunaan.
Berbagai teknologi yang mengubah industri HP tersebut awalnya dianggap tak akan berhasil dan diprediksi gagal dalam waktu singkat. Namun, takdir berkata lain karena hingga kini semua teknologi tersebut justru dipakai hampir di semua HP. Jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin di masa depan akan ada teknologi lain yang lebih canggih.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















