Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Tren AI Bisa Membuat Harga Laptop Jadi Lebih Mahal?
ilustrasi AI (unsplash.com/Saradasish Pradhan)
  • Produsen memori mengalihkan produksi RAM konsumen ke data center, server, dan high-bandwidth memory untuk AI yang lebih menguntungkan, sehingga pasokan RAM laptop berkurang dan harganya naik.
  • Kenaikan harga RAM, storage, serta chip dan prosesor meningkatkan biaya produksi laptop. Fokus komponen khusus AI turut memperketat pasokan dan permintaan, mendorong harga laptop naik 10–20 persen pada 2026.
  • Laptop modern semakin mengusung fitur AI dan spesifikasi lebih tinggi, seperti RAM, SSD, serta layar IPS atau OLED. Komponen pendukung AI yang lebih mahal membuat harga laptop AI naik sekitar 20–40 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tren AI yang mulai booming beberapa tahun terakhir menjadi pisau bermata dua di dunia teknologi. Di satu sisi, berkembangnya AI bisa meningkatkan produktivitas hingga membantu kehidupan sehari-hari manusia. Di sisi lain, tren AI bisa berpengaruh terhadap produk teknologi lain, salah satunya adalah laptop.

Mulai tahun 2025 hingga tahun ini, tren AI bisa membuat harga laptop jadi lebih mahal. Berdasarkan data dari Newegg, pada 2026 harga laptop naik sekitar 10-20 persen, bahkan bisa naik hingga 45 persen jika tidak segera ditangani. Namun, mengapa tren AI bisa meningkatkan harga laptop secara signifikan? Cari tahu jawabannya di artikel berikut, yuk!

1. Perodusen mengalami peralihan fokus industri

ilustrasi AI (unsplash.com/Aerps.com)

Salah satu penyebab utama kenaikan harga laptop adalah terjadinya peralihan fokus industri besar-besaran. Dilansir LaptopOutlet, perusahaan yang awalnya memproduksi RAM konsumen untuk laptop atau PC sekarang mulai mengalihkan produksinya ke memori/RAM data center, server, hingga high-bandwidth memory untuk AI. Peralihan tersebut terjadi karena perusahaan menilai bahwa memproduksi memori atau RAM untuk AI lebih menguntungkan.

Akhirnya, produksi memori atau RAM untuk konsumen semakin dikurangi dan berdampak pada harganya yang melambung tinggi. Memori atau RAM sendiri adalah salah satu komponen utama dalam pembuatan laptop. Karena harga memori naik, akhirnya harga laptop yang dijual juga mengalami kenaikan.

2. Harga komponen laptop semakin meningkat

ilustrasi laptop (unsplash.com/Windows)

Laman HP menjelaskan bahwa kenaikan harga komponen tak hanya menimpa RAM. Komponen lain seperti storage juga mengalami kenaikan. Beberapa perusahaan pembuat chip atau prosesor seperti Qualcomm juga menaikkan harga produknya karena mulai berfokus pada AI. Semua komponen yang harganya naik adalah bahan dasar utama dalam pembuatan laptop. Jika harga bahan dasarnya naik, biaya produksi akan meningkat dan kemudian harga jual laptop ikut mengalami kenaikan. Perusahaan pembuat komponen juga mulai berfokus untuk memproduksi komponen khusus AI sehingga memperparah supply and demand serta turut berkontribusi terhadap kenaikan harga laptop.

3. Laptop modern berfokus pada kemampuan AI

ilustrasi AI (unsplash.com/Zulfugar Karimov)

Mulai 2025, tren laptop berpindah, tak sekadar berfokus pada spesifikasi. Sekarang banyak laptop yang mulai mengedepankan kemampuan dan fitur AI. Kehadiran kemampuan dan fitur AI sebenarnya bisa memudahkan penggunaan laptop. Kamu bisa mengedit video dengan lebih cepat, performa bisa makin optimal, dan efisiensi baterai bisa jadi lebih baik berkat adanya kerja sama antara AI dan hardware.

Sayangnya, laptop yang berfokus pada kemampuan AI memiliki harga yang lebih mahal daripada laptop biasa. Laman SNS Insider menerangkan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena laptop yang berfokus pada AI harus dibuat dengan beberapa komponen khusus untuk mendukung kemampuan AI-nya. Komponen-komponen tersebut punya harga yang lebih mahal dibandingkan dengan komponen biasa. Akhirnya, harga laptop AI naik sekitar 20-40 persen.

4. Standar spesifikasi laptop mengalami peningkatan

ilustrasi laptop (unsplash.com/Amanz)

Spesifikasi laptop selalu meningkat setiap tahun, mulai dari RAM, layar, storage, hingga baterai. Awalnya menggunakan RAM 4 GB, sekarang laptop pakai RAM 8 GB. Storage yang awalnya menggunakan 256 GB sekarang mulai menggunakan storage 512 GB dengan tipe SSD. Layar yang awalnya menggunakan TN sekarang sudah berubah standarnya menjadi layar IPS atau OLED.

Semua spesifikasi tersebut adalah spesifikasi kelas atas yang terbilang relevan untuk 2026. Karena spesifikasinya yang tinggi, komponen yang digunakan juga berkualitas. Tentunya, komponen berkualitas dijual dengan harga yang mahal. Ditambah dengan adanya tren AI, akhirnya harga komponen berkualitas makin melonjak. Harga laptop yang dijual juga ikut naik, khususnya laptop kelas atas.

Ternyata, tren AI bisa membuat harga laptop jadi lebih mahal. Ini merupakan efek domino yang harus dipahami oleh konsumen. Sebagai konsumen, kamu harus lebih bijak saat membeli laptop pada 2026. Jika spesifikasinya terlalu rendah, sebaiknya hindari membeli laptop tersebut. Untuk mendapat laptop dengan harga miring yang memiliki spesifikasi cukup bagus, satu-satunya cara adalah membeli laptop bekas atau laptop keluaran lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article