Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Detail yang Sudah Dikonfirmasi dari The Blood of Dawnwalker
The Blood of Dawnwalker (dok. Rebel Wolves)
  • The Blood of Dawnwalker dijadwalkan rilis 3 September 2026 di PS5, Xbox Series X/S, dan PC, dengan edisi Standard Rp900 ribu serta Eclipse Rp1,1 juta.
  • Pemain menjadi Coen, manusia di siang hari dan vampir malam hari, yang memiliki 30 hari berbasis penyelesaian misi untuk menyelamatkan keluarganya di Vale Sangora abad ke-14.
  • RPG single-player ini menawarkan dunia nonlinier, siklus siang-malam yang memengaruhi misi, combat real-time, serta progresi kemampuan pedang, sihir, dan vampirisme.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Blood of Dawnwalker merupakan salah satu open-world RPG paling dinantikan tahun ini. Game ini dikembangkan Rebel Wolves, studio yang didirikan oleh mantan pengembang CD Projekt Red dan dipimpin Konrad Tomaszkiewicz, sutradara The Witcher 3. Meski memiliki sejumlah kemiripan dengan The Witcher, The Blood of Dawnwalker tetap menawarkan konsep dan ide uniknya sendiri. Bagi pemain yang masih ragu atau mungkin sudah sangat tertarik membelinya ketika nantinya dirilis, ada baiknya untuk mengetahui lebih dalam mengenai harga, platform, latar dunia, cerita, mekanisme gameplay, sistem combat, perkiraan durasi gameplay dan banyak lagi. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Platform, edisi dan harga

The Blood of Dawnwalker (dok. Rebel Wolves)

The Blood of Dawnwalker akan dirilis pada 3 September 2026 untuk PS5, Xbox Series X/S dan juga PC. Di ketiga platform tersebut, tersedia edisi Standard seharga Rp900 ribu dan Eclipse seharga Rp1,1 juta, dengan perbedaan utama berupa bonus digital seperti soundtrack, world compendium dan komik. Selain itu, semua edisi yang di pre-order sebelum game ini rilis juga akan menghadiahi pemain Sangoran Wayfarer’s Armor Set.

Selain versi digital, game ini juga tersedia dalam versi fisik, di mana edisi Day 1 menghadirkan steelbook dan peta dunianya dalam format fisik, sementara edisi Collector menambahkan figur Coen buatan PureArts serta world compendium dalam format fisik. Pengembangan The Blood of Dawnwalker sendiri sudah rampung sejak Juli kemarin, dibangun menggunakan Unreal Engine 5, tidak diproteksi Denuvo demi menjaga performa dan sepenuhnya single-player tanpa fitur co-op maupun multiplayer.

2. Cerita, latar dan karakter

The Blood of Dawnwalker berlatar di Eropa abad ke-14, tepatnya di Vale Sangora, sebuah wilayah di Pegunungan Carpathia yang berada di bawah kendali para vampir. Mereka bukan sekadar penguasa kejam, melainkan juga pelindung wilayah tersebut ketika wabah Black Death terus merenggut banyak nyawa. Dengan memadukan abad pertengahan yang terinspirasi dari legenda Rumania, Slavia, dan Balkan dengan unsur-unsur supranatural, game ini mencoba menciptakan dunia yang terasa autentik sekaligus penuh misteri.

Pemain berperan sebagai Coen, pemuda yang berubah menjadi Dawnwalker (manusia pada siang hari dan vampir pada malam hari), serta hanya memiliki waktu 30 hari untuk menyelamatkan keluarganya yang diculik oleh para vampir. Dalam perjalanannya, Coen harus menghadapi para vampir penguasa, termasuk Knyaz Brencis beserta para bawahannya, sembari membangun aliansi dengan karakter lain seperti Lacra, Anca dan Marat. Game ini juga akan membawa sistem romansa dengan beberapa karakter, meski hubungan tersebut disebut memiliki keunikan dan konsekuensi tersendiri.

3. Mekanisme gameplay

The Blood of Dawnwalker (dok. Rebel Wolves)

Misi utama Coen menjadi pembeda utama The Blood of Dawnwalker dengan game open-world RPG lainnya. Pemain hanya diberi waktu 30 hari, namun waktu tersebut hanya berkurang setelah menyelesaikan misi, bukan ketika bertarung maupun melakukan eksplorasi. Bahkan setelah batas waktu tersebut habis, game ini tidak akan langsung berakhir, di mana sejumlah kondisi dunia dan ceritanya hanya akan berubah secara drastis.

Selain itu, siklus siang dan malam juga berpengaruh besar terhadap jalannya misi, karena pilihan hasil dan skenarionya bisa berbeda tergantung apakah misi diselesaikan pada siang hari sebagai Coen atau malam hari sebagai Dawnwalker. Game ini tampaknya lebih menitikberatkan pada dialog, investigasi, pilihan, dan konsekuensi daripada pertarungan terus-menerus, sehingga pengalaman bermain yang ditawarkan lebih mendekati Gothic atau Kingdom Come: Deliverance 2.

4. Ukuran dunia dan durasi gameplay

The Blood of Dawnwalker menawarkan petualangan yang benar-benar nonlinier, alias tanpa pembagian antara misi utama dan misi sampingan. Dalam satu kali playthrough yang biasanya memakan waktu sekitar 50-70 jam, pemain diperkirakan hanya akan menjelajahi sekitar 60% dari seluruh konten, sehingga setiap pemain bisa mendapatkan pengalaman cerita yang cukup berbeda. Intinya, game ini menawarkan nilai replayability yang cukup tinggi dibanding game sejenisnya.

Disamping itu, dunianya juga tidak sebesar game open-world pada umumnya, melainkan lebih mirip wilayah Toussaint dalam DLC Blood and Wine untuk The Witcher 3, dengan fokus pada kepadatan dan detail lingkungan. Pemain tidak akan dibekali kuda atau tunggangan lain, namun tetap tersedia fitur fast travel. Terakhir, akan ada 46 achievement di game ini di mana 21 diantaranya tersembunyi, serta sistem menara ala game Ubisoft yang bisa digunakan untuk membuka dan mengamati area di sekitar peta.

5. Sistem combat dan progression

The Blood of Dawnwalker (dok. Rebel Wolves)

Pada The Blood of Dawnwalker, sistem combat berlangsung secara real-time sehingga pemain bisa menggunakan berbagai kemampuan dengan dinamis. Coen, yang dilatih ayahnya sebagai ahli pedang, bisa menggunakan beragam senjata seperti pedang pendek, pedang panjang, greatsword, hingga kapak. Sistem inventaris dan perlengkapannya sekilas mirip The Witcher 3, dengan senjata serta armor baru yang bisa ditemukan dan memiliki desain maupun statistik berbeda.

Perkembangan karakter juga dibangun dari perpaduan kemampuan manusia dan vampir, dengan tiga pohon skill utama yaitu Swordmastery, Witchcraft/Hexmagic, dan Vampirism yang berisi kemampuan pasif serta aktif. Selain itu, pemain juga harus mengelola rasa haus darah Coen agar kekuatan vampirnya tetap seimbang dengan kemampuan lainnya, sehingga tiap gaya bermain terasa lebih personal. Ada empat tingkat kesulitan yang tersedia yaitu Story, Fair, Challenging dan Duelist, serta dua gaya bertarung yang memberi pilihan antara kontrol yang lebih sederhana atau yang lebih mendalam.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa detail yang sudah dikonfirmasi dari The Blood of Dawnwalker. Tertarik membeli game ini ketika nantinya dirilis?

Curated For You

Editorial Team

Related Article