Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Chipset Google Tensor Kurang Disukai Pengguna

5 Alasan Chipset Google Tensor Kurang Disukai Pengguna
Google Tensor (blog.google)
  • Google Tensor dinilai tertinggal dari Snapdragon dan MediaTek dalam benchmark serta gaming; Tensor G6 mencatat skor Geekbench dan AnTuTu jauh lebih rendah, bahkan kesulitan menjalankan Genshin Impact lancar.
  • Keluhan overheat muncul sejak Tensor generasi pertama dan berlanjut pada seri berikutnya, termasuk saat merekam video 4K atau penggunaan lama; suhu dapat melampaui 43,2°C dan memicu lag hingga risiko baterai.
  • Penggunaan GPU PowerVR disebut kurang optimal dan rentan masalah kompatibilitas game, sementara riwayat produksi Samsung dikaitkan dengan isu serupa; Google kini beralih ke TSMC untuk Tensor G6.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Snapdragon 8 series, MediaTek Dimensity 9000 series, dan Apple A series adalah tiga chipset HP flagship paling tersohor. Namun, di antaranya ketiganya masih ada satu chipset lagi yang namanya kurang populer, yaitu Google Tensor. Chipset tersebut merupakan chipset flagship buatan Google yang pertama dirilis pada 2021.

Tak hanya kalah pamor dari pesaingnya, Google Tensor juga kurang oleh pengguna. Banyak yang menganggap bahwa Google Tensor hanyalah gimik semata, bahkan tak sedikit pengguna yang enggan membeli Google Pixel karena HP tersebut menggunakan chipset Google Tensor. Lantas, apa saja alasan chipset Google Tensor tidak disukai oleh pengguna?

  1. 1. Performa Google Tensor tidak sebaik chipset lain

    Google Tensor G6
    Google Tensor G6 (blog.google)

    Salah satu keluhan utama dari Google Tensor adalah performa yang tidak sebaik chipset lain seperti Snapdragon atau MediaTek. Hal tersebut dapat dibuktikan dari pengetesan benchmark hingga bermain game. Pengetesan Android Authority membuktikan bahwa versi terbaru Google Tensor (Tensor G6) memiliki perbedaan performa hingga 52 persen dari pesaingnya dalam benchmark Single Core dan Multi Core di Geekbench 6.

    Pengetesan skor AnTuTu v11 juga sama di mana Tensor G6 hanya menorehkan skor sekitar 1,8 jutaan sementara Snapdragon 8 Elite Gen 5 punya skor hingga 3,9 jutaan. Skor tersebut bahkan tidak bisa menyaingi chipset mid-range seperti MediaTek Dimensity 8500 atau Dimensity 8400. Performa gaming Tensor juga loyo, bahkan tak sanggup menjalankan game berat seperti Genshin Impact dengan lancar.

  2. 2. Chipset Google Tensor rawan overheat

    Google Tensor G3
    Google Tensor G3 (blog.google)

    Ada banyak pengguna di forum resmi Google yang menyampaikan keluhan bahwa HP mereka mengalami overheat atau panas berlebih. Masalah tersebut juga sulit teratasi, bahkan setelah melakukan update software sekali pun. Masalah overheat ini juga sudah terjadi sejak Google Tensor generasi pertama yang dipakai di Google Pixel 6 series dan terus berulang hingga generasi-generasi berikutnya.

    Dilansir Android Police, overheat bisa terjadi ketika kamu melakukan perekaman video 4K atau saat HP sudah dipakai dalam waktu lama (sekitar 3 tahun). Overheat juga berbahaya karena bisa membuat HP panas, sistem berhenti bekerja, HP mengalami lag, bahkan mampu merusak baterai. Tercatat, suhu HP bisa tembus 43,2 derajat Celcius atau lebih ketika chipset Google Tensor mengalami overheat.

  3. 3. Chipset Google Tensor menggunakan GPU PowerVR

    Google Tensor G3
    Google Tensor G3 (blog.google)

    Chipset lain menggunakan GPU yang terbilang ngebut seperti Adreno (Snapdragon) dan Mali (MediaTek). Di sisi lain, Google Tensor menggunakan GPU PowerVR yang performanya dipertanyakan. GPU tersebut tidak optimal untuk menjalankan game atau melakukan pekerjaan grafis berat. Sebab, berbagai aplikasi cenderung lebih kompatibel dengan GPU lain seperti Adreno dan Mali.

    Hal tersebut membuat GPU PowerVR di Google Tensor tak bisa memainkan game di performa terbaiknya. Terkadang game juga akan mengalami eror, glitch, atau lag parah karena ketidakcocokan antara sistem di game dengan GPU. Google memang sudah memberikan banyak update yang diklaim memberikan peningkatan. Namun, hingga kini disinyalir masih belum ada peningkatan berarti.

  4. 4. Chipset Google Tensor pernah dibuat oleh Samsung

    Google Tensor
    Google Tensor (blog.google)

    Sejak pertama dirilis Google Tensor dibuat oleh Samsung Semiconductor. Sebenarnya hal tersebut merupakan langkah yang bijak karena Samsung juga sudah terkenal berkat chipset buatan mereka sendiri, yaitu Exynos. Namun, Exynos juga bukan chipset terbaik. Berbagai sumber menerangkan bahwa Exynos buatan Samsung sering bermasalah mulai dari overheat, throttling, hingga kemampuan GPU yang kurang optimal.

    Semua masalah tersebut entah mengapa menurun ke Google Tensor, bahkan bisa dibilang makin menjadi. Sekarang Exynos mulai berbenah dan beberapa chipset terbarunya semakin bersaing. Di sisi lain, Tensor masih belum menunjukkan perubahan signifikan. Menariknya, Google sudah meninggalkan Samsung dan akhirnya beralih ke TSMC dalam pembuatan Google Tensor G6.

  5. 5. Google secara tiba-tiba mengubah chipset di HPnya

    Google Tensor G5
    Google Tensor G5 (blog.google)

    Awalnya HP Google Pixel menggunakan chipset Snapdragon mulai dari Snapdragon 765G, Snapdragon 855, hingga Snapdragon 845. Namun, pada 2021 di perilisan Google Pixel 6 series Google tiba-tiba meninggalkan Qualcomm dan beralih menggunakan Google Tensor. Laman The Verge bahkan menerangkan bahwa Qualcomm sempat merasa kurang suka akibat perpindahan haluan tersebut. Di banyak forum pengguna Pixel juga agak menyayangkan langkah tersebut. Sebab, chipset Snapdragon sudah teruji kualitasnya dan sebenarnya tidak ada alasan kuat bagi Google untuk berpindah ke Tensor.

    Setelah diulik, chipset Google Tensor tidak disukai oleh pengguna yang sebenarnya sangat masuk akal. Sebab, semua orang pasti menginginkan performa maksimal setelah membeli HP Google Pixel yang harganya tembus puluhan juta rupiah atau ribuan dolar Amerika. Sayangnya, Google Tensor tak bisa memberikannya dan justru membuat Google Pixel terasa seperti HP setengah matang. Apakah kamu sepakat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More