Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Game yang Langsung Diskon Besar-besaran Tak Lama Setelah Dirilis

5 min read
6 Game yang Langsung Diskon Besar-besaran Tak Lama Setelah Dirilis
Skull and Bones (dok. Ubisoft)
  • Enam game besar mengalami diskon cepat setelah rilis, sering dikaitkan dengan penjualan awal yang tidak memenuhi harapan, harga tinggi, masalah teknis, atau respons pemain yang buruk.

  • Saints Row, Immortals of Aveum, Avatar: Frontiers of Pandora, dan Skull and Bones menghadapi kritik atas bug, formula permainan, harga, atau ekspektasi yang tidak terpenuhi.

  • Star Wars Outlaws dan Marvel’s Avengers juga cepat dipangkas harganya; Avengers kemudian menutup server serta ditarik dari sejumlah toko digital pada September 2023.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Harga perilisan yang tinggi biasanya mencerminkan besarnya ekspektasi terhadap sebuah game. Namun, ketika sebuah game baru mendapat diskon hanya beberapa minggu atau bulan setelah dirilis, hal itu menjadi tanda bahwa penjualannya tidak sesuai harapan. Penyebabnya beragam, mulai dari waktu perilisan yang tidak tepat, masalah teknis, gameplay yang mengecewakan hingga promosi berlebihan. Meski demikian, diskon besar tidak selalu berarti sebuah game sepenuhnya buruk. Beberapa game malah berhasil memperbaiki reputasinya melalui update dan dukungan jangka panjang. Berikut beberapa game yang langsung diskon besar-besaran tak lama setelah dirilis.

  1. 1. Saints Row

    Game reboot Saints Row yang dirilis pada 2022 diharapkan bisa menghidupkan kembali serinya yang sempat hiatus selama bertahun-tahun. Berbeda dari seri GTA yang cenderung serius, seri Saints Row dikenal karena humor absurd, karakter eksentrik dan gameplay aksi yang berlebihan. Karenanya, banyak pemain berharap game ini mampu membawa kembali identitas unik yang menjadi daya tarik utama serinya. Sayangnya, Saints Row mendapat kritik keras sejak dirilis. Ceritanya dinilai kurang menarik, sementara berbagai bug mencederai pengalaman bermain. Meski pada akhirnya berhasil terjual sekitar 1,7 juta kopi, performa penjualannya tetap dinilai mengecewakan secara finansial. Setahun kemudian, Volition selaku studio yang mengembangkannya, ditutup oleh Embracer Group. Diskon besar pada akhirnya tidak cukup untuk memperbaiki citra game ini maupun menyelamatkan studionya.

  2. 2. Immortals of Aveum

    Immortals of Aveum mencoba menawarkan pendekatan berbeda terhadap genre FPS. Alih-alih menggunakan senjata api, pada game ini, pemain berperan sebagai karakter yang menggunakan berbagai jenis kekuatan sihir ketika bertarung. Konsep tersebut terlihat menjanjikan karena memadukan gameplay aksi FPS dengan kemampuan magis dan dunia fantasi yang terlihat menarik. Namun, game ini menghadapi beberapa hambatan sejak awal. Banyaknya ulasan negatif dan harga yang tinggi membuat banyak pemain enggan membelinya. Setelah dirilis pada Agustus 2023, game ini sempat turun harga hingga hampir setengahnya hanya dua bulan kemudian. Diskon yang diberikan memang berhasil meningkatkan jumlah penjualan, namun gagal memberi dampak jangka panjang. Sebulan setelah game ini rilis, studio pengembangnya yaitu Ascendant Studios bahkan memberhentikan hampir separuh karyawannya.

  3. 3. Avatar: Frontiers of Pandora

    Sebagai game yang menggunakan dunia dari film Avatar, Frontiers of Pandora memiliki modal popularitas yang besar. Pemain bisa berperan sebagai Na’vi dan menjelajahi Pandora, baik dengan berjalan kaki maupun menunggangi berbagai makhluk di dalamnya. Kualitas visual menjadi salah satu daya tarik utama game ini karena selain luas, Pandora juga digarap dengan detail visual yang memanjakan mata. Sayangnya, terlepas dari nama besar Avatar, game ini tetap kesulitan menarik perhatian pemain. Harga yang mahal, formula open-world khas Ubisoft dan keterkaitannya dengan filmnya membuat sebagian pemain merasa game ini tidak cukup berbeda dari game open-world lainnya. Kurang dari dua minggu setelah dirilis, beberapa toko langsung menawarkan diskon sekitar 30-40 persen untuk versi fisiknya. Penurunan harga yang sangat cepat itu dianggap sebagai indikasi bahwa penjualannya di awal tidak memenuhi harapan.

  4. 4. Skull and Bones

    Pengembangan Skull and Bones berlangsung sangat lama. Ubisoft mulai mengerjakannya pada 2013 dan baru memperkenalkannya secara resmi pada 2017. Proses produksi yang berlarut-larut, penundaan berkali-kali dan kabar kurang positif dari pemain yang sempat menjajalnya di sesi beta membuat pemain semakin skeptis sebelum game ini dirilis. Ubisoft bahkan menyebut Skull and Bones sebagai game “AAAA” untuk membenarkan banderol harganya yang tinggi. Klaim tersebut justru menjadi bumerang ketika game ini malah kurang memenuhi ekspektasi. Hanya beberapa minggu setelah rilis, sejumlah toko memberikan diskon besar-besaran. Kurang dari setahun kemudian, harga game ini di Steam turun menjadi sekitar Rp460 ribu dan sekarang rutin mendapatkan diskon dengan harga paling murah mencapai Rp25 ribu.

  5. 5. Star Wars Outlaws

    Star Wars Outlaws mencoba menyajikan sudut pandang yang berbeda dari franchise Star Wars. Pada game ini, pemain tidak berperan sebagai Jedi atau karakter dengan kekuatan luar biasa, melainkan sebagai penyelundup yang menjelajahi berbagai wilayah di semesta Star Wars. Konsep tersebut menarik karena game ini jadi bisa menawarkan perpaduan eksplorasi dunia terbuka, combat dari perspektif third-person dan misi penyamaran. Meski mendapat ulasan yang relatif positif dari sebagian kritikus, respons pemain lebih didominasi ulasan negatif. Banyak pemain mengeluhkan masalah bug, desain misi dan mekanisme stealth yang dinilai belum matang. Dalam waktu sekitar tiga bulan setelah dirilis, versi Steam dari game ini langsung mendapat diskon 50 person. Penurunan harga itu terbilang mengejutkan untuk ukuran game yang berlatar di semesta salah satu franchise film sci-fi terpopuler di dunia.

  6. 6. Marvel’s Avengers

    Marvel’s Avengers memiliki konsep yang tampak sangat menjanjikan. Pemain bisa mengendalikan superhero terkenal seperti Iron Man, Captain America, Hulk, Thor, Black Widow, dan Ms. Marvel dalam mode campaign, co-op dan multiplayer online. Dengan popularitas Marvel yang sangat besar, game ini seharusnya memiliki peluang untuk sukses secara komersial. Masalahnya, penerapan model live-service tidak diterima dengan baik oleh para pemain. Game ini dijual dengan harga mahal, namun tetap menawarkan banyak microtransaction untuk skin karakter dan emote. Kurang dari dua bulan setelah dirilis, harga sejumlah item in-game mulai dipangkas, sementara harga game-nya sendiri terjun bebas sebelum akhir 2020. Pada September 2023, server-nya ditutup dan game garapan Crystal Dynamics ditarik peredarannya dari sejumlah toko game digital.

    Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game yang langsung diskon besar-besaran tak lama setelah dirilis. Pernah menjadi korban kekecewaan game-game di atas?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More