Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana Suara Komentator dalam Game Sepak Bola Dibuat?
ilustrasi main game sepak bola (unsplash.com/@jeshoots)
  • Suara komentator direkam langsung oleh komentator profesional di studio.

  • Game memakai ribuan dialog dan AI agar komentar terasa natural.

  • Data pemain dan komentar terus diperbarui setiap musim.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Komentator menjadi salah satu bagian paling penting dalam game sepak bola. Tanpa suara komentator, pertandingan akan jauh lebih sepi dan kurang dramatis meski gameplay dan grafiknya sudah realistis. Komentator dalam game sepak bola sendiri telah ada sejak era 1990-an atau sejak zamannya Winning Eleven dan FIFA Soccer 96. 

Menariknya, proses pembuatan komentar dalam game sepak bola ternyata cukup rumit dan memakan waktu panjang. Developer harus merekam ribuan kalimat agar komentator virtual bisa terdengar natural dalam berbagai situasi pertandingan. Berikut gambaran bagaimana suara komentator dalam game sepak bola dibuat.

1. Komentator asli direkam di studio

ilustrasi bermain game sepak bola (unsplash.com/@himo_beast1996)

Developer game biasanya bekerja sama dengan komentator sepak bola profesional untuk mengisi suara dalam game. Pro Evolution Soccer, contohnya, sering menyewa Peter Drury dan Jon Champion. Suara direkam di studio khusus menggunakan mikrofon berkualitas tinggi agar hasil audio terdengar jelas dan konsisten. Dalam satu sesi rekaman, komentator bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca nama pemain, komentar pertandingan, hingga reaksi gol. Proses ini biasanya dilakukan berkali-kali untuk mendapatkan intonasi yang paling natural.

2. Ribuan kalimat harus direkam

ilustrasi bermain game sepak bola (unsplash.com/@ofspace)

Agar komentar bervariasi, developer harus menyediakan ribuan potongan dialog berbeda. Komentator akan merekam komentar umum, nama pemain, nama stadion, reaksi kartu merah, gol menit akhir, hingga situasi pertandingan tertentu. Oleh karena itu, basis data audio game sepak bola modern bisa berisi ribuan berkas suara. Semakin besar game dan lisensi, semakin banyak pula variasi komentar yang harus direkam. Ini berbeda dengan game sepak bola era PS1 dan PS2 yang punya dialog tidak terlalu banyak.

3. AI dan sistem trigger mengatur komentar

ilustrasi main video game (unsplash.com/@sorakhan)

Saat pertandingan berlangsung, game memakai sistem AI untuk memilih komentar yang paling sesuai dengan situasi di lapangan. Sistem tersebut membaca berbagai kondisi, seperti skor, posisi bola, pencetak gol, hingga jalannya pertandingan. Komentar kemenangan dramatis, misalnya, akan muncul jika gol tercipta pada menit akhir. Jika pemain mencetak trigol (hattrick), sistem juga dapat memicu dialog khusus yang berbeda dari komentar biasa. 

4. Nama pemain dan klub terus diperbarui

potret stik game (unsplash.com/@alexxsvch)

Karena sepak bola terus berubah setiap musim, developer harus rutin memperbarui basis data komentar. Pemain baru, transfer klub, hingga kompetisi baru membuat proses rekaman harus dilakukan hampir setiap tahun. Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa game sepak bola modern membutuhkan pemutakhiran besar secara rutin. Semakin lengkap lisensi pemain dan liga, semakin kompleks pula pekerjaan tim audio dan komentator.

5. Teknologi AI mulai dipakai untuk suara komentar

ilustrasi AI (unsplash.com/@omilaev)

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi AI mulai digunakan untuk membantu sistem komentar menjadi lebih dinamis. AI dapat membantu menciptakan transisi dialog lebih natural dan membuat komentar lebih responsif terhadap jalannya pertandingan. Beberapa pengembang mulai bereksperimen dengan sintesis suara (voice synthesis) agar komentar bisa dibuat lebih fleksibel. Teknologi seperti ini diperkirakan akan semakin berkembang untuk generasi game sepak bola berikutnya.

Salah satu tantangan terbesar dalam membuat komentar game sepak bola ialah menghindari dialog yang terlalu berulang. Pertandingan dapat berlangsung sangat berbeda setiap kali dimainkan. Untuk itu, developer harus terus mencari cara agar komentator virtual terdengar hidup dan tidak seperti mengulang kalimat yang sama terus-menerus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article