BioWare Ditutup EA? Ini Sejarah dan Jejaknya di Industri Game!

EA resmi menutup BioWare pada 21 Oktober 2026 setelah 31 tahun beroperasi, menyusul akuisisi EA senilai 55 miliar dolar AS yang menyisakan utang sekitar 18 miliar dolar AS.
Didirikan tiga lulusan kedokteran pada 1995, BioWare berkembang dari Shattered Steel menjadi pengembang RPG ikonis lewat Baldur’s Gate, Neverwinter Nights, Knights of the Old Republic, dan Jade Empire.
Setelah diakuisisi EA pada 2007, BioWare melahirkan Mass Effect dan Dragon Age, lalu beralih ke live service; penutupan membatalkan proyek Mass Effect baru dan diiringi pengurangan staf.
Penggemar role-playing game (RPG) pastinya sudah familier dengan BioWare . Mereka adalah developer di balik game legendaris seperti Baldur's Gate, Dragon Age, dan Mass Effect. Setelah 31 tahun berkiprah di industri game, EA, selaku perusahaan induk, akhirnya secara resmi menutup studio BioWare pada 21 Oktober 2026. Ini merupakan dampak setelah akuisisi EA oleh Konsorsium PIF Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners melalui skema Leveraged Buyout (LBO) senilai 55 miliar dolar Amerika, yang meninggalkan beban utang sekitar 18 miliar dolar Amerika.
Selain penutupan BioWare, EA dilaporkan juga merumahkan kurang lebih 400 karyawannya. Sungguh disayangkan, tetapi EA sepertinya memang tidak ada pilihan lain. Nah, untuk mengenang BioWare, yuk, bahas rekam jejak mereka dari mulai berdiri hingga menjadi developer besar!
1. Didirikan pada 1995 oleh para dokter yang banting setir, game pertama Shattered Steel menuai kesuksesan

cuplikan gameplay game pertama BioWare, Shattered Steel (dok. BioWare/Shattered Steel) BioWare didirikan oleh sekelompok dokter fresh graduate yang memilih jalur berbeda. Mereka adalah Ray Muzyka, Greg Zeschuk dan Augustine Yip. Ketiganya baru saja lulus dari Fakultas Kedokteran di University of Alberta. Sebelumnya, mereka memang dibekali kemampuan pemrograman yang digunakan dalam pembelajaran mereka. Mereka juga gemar bermain game.
Ide mendirikan BioWare bermula saat mereka mulai membuat program simulasi medis, yakni Acid-Base Simulator dan Gastroenterology Patient Simulator. Merasa potensi mereka dibatasi pada bidang medis, ketiganya mencoba arah baru. Mereka bekerja sama dengan programmer game dan seniman berbakat dan menyumbangkan masing-masing seratus ribu dolar Amerika untuk mendirikan perusahaan game sendiri. Akhirnya, pada 1 Februari 1995, BioWare Corp. resmi didirikan.
Game pertama mereka adalah Shattered Steel (1996) yang dikembangkan bersama Pyrotek Game Studios menggunakan game engine termutakhir pada masanya. Versi demo akhirnya dibuat dan langsung mendapatkan beberapa tawaran, Kontrak penerbitan Shattered Steel akhirnya didapatkan oleh Interplay Entertainment. Game pertama tersebut mendapatkan ulasan positif dari berbagai media.
2. Masuk era 2000-an, BioWare bertransformasi menjadi developer RPG yang menelurkan RPG ikonis

cuplikan gameplay Baldur's Gate (dok. BioWare/Baldur's Gate) Para pendiri dan staf BioWare rupanya penggemar berat tabletop role-playing game. Akhirnya, mereka bertekad untuk membuat game papan tersebut dalam format digital dengan judul, Battleground: Infinity. Setelah Interplay berhasil mendapatkan lisensi Dungeons & Dragons (D&D), BioWare akhirnya mendapat lampu hijau untuk membuat versi D&D mereka sendiri. Tak lama berselang, mereka merilis Baldur's Gate dengan latar dan aturan ala D&D pada 1998.
Tak disangka, game tersebut sukses terjual lebih dari dua juta kopi. Kesuksesan besar ini bahkan hampir menyamai game action RPG, Diablo (1997) yang sedang hits kala itu. Memasuki milenium baru, BioWare akhirnya merilis sekuel, Baldur's Gate II: Shadows of Amn (2000), dengan rekor penjualan yang menyamai game pertama. Kesuksesan game ini membuat mereka lebih berfokus pada pengembangan RPG.
Selama beberapa tahun berikutnya, BioWare menggarap banyak RPG. Pada 2001, BioWare berpindah penerbit dari Interplay ke Infogrames (kemudian namanya diganti menjadi Atari). Mereka membawa lisensi penerbitan untuk beberapa game dan teknologi. Bersama Atari hingga pertengahan 2000-an, BioWare berhasil menelurkan banyak RPG keren, antara lain; Neverwinter Nights (2002), Star Wars: Knights of the Old Republic (2003), dan Jade Empire (2005).
3. BioWare akhirnya diakusisi oleh EA pada 2007, menjadi era keemasan mereka lewat Mass Effect dan Dragon Age

Cuplikan gameplay Mass Effect 2, salah satu game terbaik BioWare. (dok. BioWare/Mass Effect 2) Pada 2007, BioWare akhirnya diakuisisi oleh penerbit raksasa Electronic Arts (EA). Bersama EA, BioWare mendapatkan dukungan pendanaan, tenaga, dan sumber daya yang masif. Tak ayal, banyak yang menyebut tahun-tahun pertama mereka dengan EA sebagai era keemasan BioWare. Bagaimana tidak, kelahiran waralaba Mass Effect dan Dragon Age menjadi kiblat baru untuk RPG. Dari segi narasi, ia menghadirkan cerita yang sinematik, lebih dewasa, brutal, bahkan adegan seksual. Sementara itu, gameplay keduanya menawarkan kebebasan dengan multiple choice yang memengaruhi cerita, kustomisasi melimpah, dan tim yang character-driven. Kombinasi hal tersebut membuat game mereka sangat imersif.
Mengulang kesuksesan, game kedua dari seri Mass Effect, Mass Effect 2 (2008), juga menjadi fenomenal karena berhasil memenangkan banyak penghargaan Game of the Year dari berbagai ajang bergengsi. Termasuk BAFTA Game Awards dan D.I.C.E. Game Awards yang prestisius. Selama beberapa tahun berikutnya, Mass Effect dan Dragon Age menjadi IP andalan mereka yang sering membawa pulang penghargaan, mulai dari Best RPG, Best Writing, hingga Game of the Year.
4. Mulai 2010 hingga satu dekade berikutnya, BioWare mengubah fokus ke game multiplayer dengan live service

cuplikan gameplay Anthem (dok. BioWare/Anthem) Kesuksesan RPG seperti Dragon Age: Origins (2009) dan Mass Effect 3 (2012) tidak menghentikan niat EA untuk fokus pada game multiplayer dengan live service dan monetisasi. EA akhirnya memberikan mandat untuk fokus pada jenis game tersebut. Perubahan ini juga dipercepat oleh berbagai hal. Mulai dari para co-founder, Ray Muzyka dan Greg Zeschuk, yang pensiun dari BioWare pada 2012, dan berbagai kendala menggunakan Frostbite Engine milik EA untuk RPG.
Dalam satu dekade tersebut. BioWare bertransformasi dari single-player RPG yang story-driven menjadi pengembang game multiplayer. Star Wars: The Old Republic (2011) menjadi game multiplayer paling sukses mereka. Bahkan, ia telah menghasilkan sekitar 1 miliar dolar Amerika dalam satu dekade. Selain itu, ada Anthem (2019) yang menjadi game live-service utama mereka. EA juga mendorong BioWare untuk menghadirkan mode multiplayer untuk game single-player RPG seperti Mass Effect 3 dan Mass Effect: Andromeda (2017).
5. Mereka sempat kembali fokus ke single-player RPG, namun BioWare akhirnya ditutup pada Oktober 2026

Dragon Age: The Veilguard, game terakhir buatan BioWare sebelum ditutup. (dok. EA/Dragon Age: The Veilguard) Anthem yang digadang-gadang bakal menjadi game multiplayer besar rupanya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pada akhirnya, BioWare dan EA membatalkan rework Anthem 2.0 pada 2021, membuat game ini tidak bisa bertahan lama dan menutup server pada awal 2026. Setelah kegagalan ini, BioWare mencoba kembali fokus pada single-player RPG.
Mereka merilis kompilasi remaster bertajuk Mass Effect Legendary Edition (2021) yang mendapatkan respons positif. Namun, itu tidak mengembalikan kejayaan BioWare. Bahkan, terlepas dari kesuksesan game terbaru, Dragon Age: The Veilguard (2024), EA mulai melakukan perampingan dan menstruktur ulang BioWare yang menyebabkan banyak staf veteran pergi, seperti Mark Darrah, Lukas Kristjanson, dan Mary Kirby.
Dari 2023 hingga 2025, EA telah memangkas lebih dari separuh staf BioWare. Pada akhirnya, EA memutuskan untuk melakukan perombakan dan efisiensi anggaran yang berdampak pada penutupan studio BioWare pada Oktober 2026 ini. Alhasil, proyek baru Mass Effect juga dibatalkan.
Meskipun telah ditutup, BioWare bakal terus dikenang sebagai salah satu developer RPG terbaik sepanjang masa. Kabar baiknya, IP mereka seperti Dragon Age dan Mass Effect masih dipegang oleh EA. Oleh sebab itu, masih ada kemungkinan untuk mendapatkan proyek baru nantinya. Namun, untuk sementara ini, mereka ikut terkubur bersama BioWare.




















![[QUIZ] Dari Tab Browser Laptopmu, Ini Karakter Upin & Ipin yang Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20241027/firmbee-com-ememmpuojlw-unsplash-c5a9a0496c8116322f66abd71b467e0e.jpg)



