Orangtua bisa kelelahan usai seharian mengurus anak. Kondisi ini makin terasa berat bagi orangtua yang membesarkan anak neurodivergen atau malah orangtua dengan neurodivergen itu sendiri. Crystal Britt, seorang Licensed Clinical Social Worker (LCSW) yang juga AuDHD, menemukan cara sederhana untuk meredakan rasa itu. Dia menulis riset tentang manfaat cozy game lewat Get Psyched Therapy & Coaching.
Alasan Cozy Game Bisa Bantu Orangtua dengan Anak Neurodivergen

1. Cozy game menjadi alat regulasi diri yang ramah sensori
Cozy game biasanya punya tekanan yang sangat rendah. Game seperti Animal Crossing dan Stardew Valley terbilang nyaman secara visual dan audio. Crystal Britt menjelaskan, game macam ini memberi ruang bagi otak untuk memproses emosi. Riset pada 2024 dari Utrecht University bahkan mendeskripsikan cozy game sebagai media yang menenangkan dan membumikan.
Neurodivergen sering menghadapi sensory overload dan kelelahan mental. Rutinitas sebagai orangtua dengan anak neurodivergen atau orangtua dengan neurodivergen boleh jadi menambah beban makin berat. Cozy game bisa hadir sebagai jeda kecil di tengah tekanan. Britt menyebut sesi bermain singkat itu ibarat "napas lega" bagi sistem saraf yang lelah.
Beberapa riset lain juga mendukung temuan ini secara ilmiah. CV Russoniello dan kolega dalam "The Effectiveness of Casual Video Games in Improving Mood and Decreasing Stress" menemukan, game kasual mampu menurunkan detak jantung dan kadar kortisol. Efeknya disebut setara dengan latihan mindfulness pada beberapa kasus. Bagi yang sulit diam saat meditasi, cozy game menjadi alternatif yang jauh lebih mudah dijalani.
2. Rutinitas dalam game ternyata menenangkan sistem saraf
Cozy game selalu dipenuhi aktivitas yang berulang dan bisa ditebak. Pemain menanam benih, memancing ikan, atau menata perabot tiap hari. Pola berulang ini memberi kontrol di tengah hidup yang sering kacau. Sebab, otak neurodivergen menyukai stimulus yang repetitif dan lembut macam ini.
Kendali begitu penting. Jadwal terapi, meltdown anak, dan tuntutan sekolah sering datang tanpa peringatan. Cozy game menawarkan dunia kecil yang selalu bisa diprediksi. Momen prediktif ini membantu menstabilkan emosi orangtua dan anak sebelum kembali menghadapi tantangan sehari-hari.
Riset tentang Animal Crossing: New Horizons pun memperkuat temuan tersebut. Andrew Yee dan Jeremy Sng dalam "Animal Crossing and COVID-19: A Qualitative Study Examining How Video Games Satisfy Basic Psychological Needs During the Pandemic" menemukan, game ini membantu keluarga memenuhi kebutuhan psikologis dasar mereka. Kebutuhan itu meliputi otonomi, kompetensi, dan keterhubungan dengan orang lain. Banyak keluarga bahkan memakai game ini sebagai coping mechanism selama pandemik.
3. Bermain bersama mempererat ikatan tanpa tekanan
Cozy game bermanfaat bagi kedua sisi. Anak neurodivergen sering menyukai aktivitas yang tenang dan tidak kompetitif. Orangtua bisa duduk bersama anak sambil menata pulau virtual mereka. Aktivitas ini menciptakan momen kebersamaan tanpa tuntutan komunikasi yang berlebihan.
Riset dari ABA Solutions menyebut, ikut bermain game favorit anak bisa membuka pintu bonding yang berharga. Anak merasa lebih dilihat ketika orangtua tertarik kepada dunia yang mereka sukai. Kondisi ini juga membuat anak lebih terbuka untuk mengobrol santai. Lambat laun, kepercayaan antara anak dan orangtua tumbuh kuat.
Studi lain soal permainan interaktif bagi anak neurodivergen turut menunjukkan pola serupa. Peneliti menemukan, aktivitas bermain bersama bisa mempererat sinkronisasi antara orangtua dan anak. Anak dengan keterlibatan orangtua yang tinggi biasanya menunjukkan partisipasi dan antusiasme lebih besar. Pola kerja sama sederhana inilah yang membuat ikatan keluarga terasa hangat.
4. Komunitas cozy game mengurangi perasaan terisolasi
Mengasuh anak dengan neurodivergen atau menjadi orangtua dengan neurodivergen itu sendiri kadang memunculkan perasaan terisolasi. Banyak yang merasa sulit dipahami lingkungan sekitar. Komunitas cozy game bisa hadir sebagai ruang sosial yang ramah. Crystal Britt menyebut ruang ini sebagai tempat "validasi bersama" antarsesama orangtua.
Tekanan sosial dalam komunitas gaming juga jauh lebih rendah dibanding pertemuan tatap muka biasa. Kamera bisa dimatikan dan masking tidak terlalu dibutuhkan. Riset Rachel Kowert dan kolega dalam "The Relationship Between Online Video Game Involvement and Gaming-Related Friendships Among Emotionally Sensitive Individuals" menemukan, individu yang sensitif secara emosional justru membangun pertemanan bermakna lewat game online. Rasa cemas mereka cenderung menurun karena tuntutan sosial lebih ringan.
Studi lain menunjukkan, game online membantu orang tetap terhubung selama masa-masa sulit. Banyak pemain melaporkan game membantu mereka bertahan pada periode yang lebih depresif. Bagi orangtua dengan anak neurodivergen atau orangtua dengan neurodivergen, koneksi macam ini sangat berarti. Mereka akhirnya menemukan sesama orangtua yang benar-benar memahami realitas pengasuhan tanpa perlu banyak penjelasan.
Cozy game pada akhirnya bukan sekadar hiburan, melainkan juga alat pemulihan yang didukung riset ilmiah, mulai dari regulasi emosi hingga koneksi sosial. Orangtua dengan anak neurodivergen atau malah orangtua dengan neurodivergen bisa memakainya untuk merawat diri sekaligus mempererat hubungan dengan anak dan sekitarnya. Tidak perlu merasa bersalah saat menghabiskan waktu menata kebun virtual di sela-sela kesibukan melanjutkan hidup.
Curated For You
- 5 Rekomendasi Game Roguelike di Nintendo Switch02 Agu 2026, 04:34 WIB
- 3 Diskon Game Spider-Man di Steam Marvel's Spider-Man Sale 202601 Agu 2026, 09:52 WIB
- Bagaimana Cara Kerja Lisensi FIFPro di Game Sepak Bola?31 Jul 2026, 08:52 WIB