5 Game Action yang Mengadaptasi Cerita Fairy Tale Populer

- Lima game aksi mengadaptasi atau meminjam karakter fairy tale populer dengan pendekatan lebih gelap, brutal, dan menegangkan dibanding kisah dongeng klasik.
- Lies of P mengubah Pinokio menjadi petualangan soulslike di kota Krat, sementara Alice: Madness Returns dan Woolfe menghadirkan Wonderland serta Kerudung Merah bernuansa dark fantasy.
- Ravenswatch memakai tokoh dongeng dalam roguelike top-down, sedangkan Swords and Slippers menampilkan putri-putri sebagai petarung hack-and-slash roguelite dan diperkirakan rilis pertengahan 2027.
Cerita dongeng alias fairy tale selalu menjadi bagian penting dalam masa kecil banyak orang. Kisah-kisah epik seperti Cinderella, Hansel dan Gretel, Putri Salju, hingga Beauty and the Beast membuka imajinasi anak pada dunia fantasi yang megah dengan cerita penuh makna. Apalagi, fairy tale kerepa diadaptasi menjadi film oleh Disney.
Namun, rupanya fairy tale juga sering diadaptasi menjadi game. Bahkan, beberapa game merombak cerita romantis fairy tale menjadi game aksi dengan cerita yang jauh lebih menegangkan, lho! Ia gak kalah dari fairy tale versi Grimm Bersaudara yang dikenal kelam. Gak percaya? Berikut lima contohnya!
1. Lies of P (2023)

cuplikan gameplay lies of P (dok. Neowiz/Lies of P) Lies of P merupakan game soulslike seru besutan Neowiz. Memadukan latar bernuansa Belle Époque dengan steampunk, ia tidak terlihat seperti dunia dalam dongeng fairy tale. Namun, rupanya game ini mengadaptasi dongeng Petualangan Pinokio karya Carlo Collodi.
Ia mengisahkan petualangan P (alias Pinokio), sebuah boneka hidup, yang harus menyelamatkan penduduk kota fiksional, Krat, yang telah dikuasai oleh boneka-boneka automaton yang hilang kendali dan berbalik melawan manusia. Lies of P sukses mengubah cerita boneka yang suka bohong tersebut menjadi dark fantasy yang kelam dengan mekanisme soulslike yang menantang. Lies of P tersedia di semua platform game next-gen seperti PC, PS5, Nintendo Switch 2, dan Mac.
2. Swords and Slippers (TBA)

cuplikan gameplay Swords & Slippers (dok. Mass Creation/Swords & Slippers) Siapa bilang para putri dari negeri dongeng itu gak bisa berantem? Swords of Slippers menunjukkan sisi lain dari para putri selain anggun, elegan, dan lemah lembut. Game ini mengisahkan Prince Charming yang merekrut para putri untuk memberontak melawan aliansi ibu tiri jahat yang berhasil mengambil alih kerajaan mereka. Para putri berjuang di garis depan sebagai petarung brutal.
Game ini merupakan game action hack and slash mirip Devil May Cry. Namun, ia memiliki sistem roguelite. Dalam game ini, kamu akan mengendalikan para putri yang badass. Seperti Rapunzel yang punya rambut buas seperti monster, Little Red Riding Hood yang bisa jadi manusia serigala, dan Snow White yang bertarung menggunakan kapak. Selain gameplay brutal, desain karakternya sangat "berbahaya". Tertarik? Sayangnya, ia masih dalam tahap pengembangan dan baru diperkirakan rilis pada pertengahan 2027 mendatang.
3. Ravenswatch (2023)

cuplikan gameplay Ravenswatch (dok. Passtech Games/Ravenswatch) Alih-alih mengadaptasi cerita dongeng yang sudah ada secara penuh dan mengubahnya, Ravenswatch punya cerita orisinal dengan mengambil karakter dan bagian cerita tertentu dari dongeng populer. Game ini mengambil latar dunia mimpi, Reverie, yang diganggu entitas bernama Nightmare. Untuk menyelamatkannya, dipanggilah berbagai tokoh dari fairy tales.
Ravenswatch merupakan action roguelike bergaya top-down yang seru banget. Kamu akan memainkan tokoh populer seperti Little Red Riding Hood, Pied Piper, dan Beowulf. Selain kombatnya yang seru, game ini juga menuntut kamu untuk mengatur waktu dan sumber daya agar bisa bertahan melalui berbagai levelnya. Ravenswatch tersedia di PC maupun konsol kekinian seperti Nintendo Switch, Xbox Series X/S, dan PlayStation 5.
4. Alice: Madness Returns (2011)

cuplikan gameplay Alice: Madness Returns (dok. EA/Alice: Madness Returns) Alice in Wonderland merupakan fairy tale yang sering diadaptasi sebagai dark fantasy, baik di film maupun game. Alice: Madness Returns adalah salah satu yang wajib kamu mainkan. Ia merupakan sekuel American McGee's Alice (2000). Sama seperti prekuelnya, ia menghadirkan dunia ala dark fantasy yang kelam dan mencekam serta mekanisme kombat yang brutal.
Game ini kembali mengisahkan petualangan seorang gadis dengan gangguan mental, Alice Liddell, di dunia fantasi, Wonderland. Dunia tersebut bukan lagi dunia impian, tetapi tempat mencekam yang dikuasai sosok jahat. Bertekad menyelamatkan Wonderland, Alice kembali mengangkat senjata. Game ini tersedia di PC via Steam. Sementara versi konsol hanya dirilis di Xbox One dan PlayStation 3.
5. Woolfe: The Red Hood Diaries (2015)

cuplikan gameplay Woolfe: The Red Hood Diaries (dok. GriN/Woolfe: The Red Hood Diaries) Woolfe: The Red Hood Diaries merupakan adaptasi dongeng Si Kerudung Merah dan Sang Serigala. Ceritanya sendiri dimodernisasi. Ia berfokus pada upaya Red (Gadis Berkerudung Merah) untuk membalas kematian sang ayah yang disebabkan oleh perusahaan B.B Woolfe (Serigala Besar Jahat). Ia mengubah latar hutan menjadi kota distopia yang mencekam.
Gameplay utamanya mengombinasikan antara side-scroller dan elemen teka-teki. Red harus menghadapi berbagai musuh menggunakan kapak yang bisa di-combo untuk serangan maksimal. Yang bikin game ini spesial adalah gaya visual yang bernuansa gotik yang selaras dengan tema yang diangkat. Kamu bisa membeli game ini untuk dimainkan di PC via Steam.
Rupanya, kisah fairy tale juga bisa dibikin menjadi game aksi yang gak hanya seru, tetapi juga unik, ya. Mulai dari para putri negeri dongeng yang terjun ke medan perang hingga Pinokio yang menjadi robot tempur brutal, game mana yang menurutmu paling solid mengadaptasi kisah fairy tale?





















