Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Game Ini Sudah Mati, Namun Lagi Berkat Server Buatan Komunitas

5 Game Ini Sudah Mati, Namun Lagi Berkat Server Buatan Komunitas
The Crew (dok. Ubisoft)
Intinya Sih
  • Beberapa game online yang sempat ditutup resmi, seperti Toontown dan Heroes of Newerth, berhasil dihidupkan kembali berkat server buatan komunitas yang berdedikasi tinggi.
  • Komunitas pemain menggunakan kemampuan teknis seperti reverse-engineering untuk mengembalikan fitur lama, memperbaiki sistem, dan menjaga agar game tetap bisa dimainkan tanpa dukungan publisher.
  • Fenomena ini menunjukkan kekuatan solidaritas gamer dalam melestarikan kenangan digital serta menolak hilangnya pengalaman bermain dari game favorit mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidak semua game ditakdirkan untuk bertahan selamanya. Seiring berjalannya waktu, ada semakin banyak game yang perlahan mulai dilupakan atau bahkan dimatikan secara permanen karena dianggap tidak lagi menguntungkan, kehilangan pemain atau alasan internal lainnya. Untungnya, berkat komunitas pemain yang berdedikasi tinggi dan punya kemampuan tertentu, beberapa game live-service yang sempat mati akhirnya bisa dihidupkan kembali lewat server privat. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Toontown

Toontown resmi ditutup pada 2013 untuk menandai berakhirnya eksperimen Disney dalam membuat game MMO ramah anak dengan combat ringan dan fokus pada kerja sama. Secara logika, perjalanannya seharusnya benar-benar selesai karena game ini online-only, servernya terpusat dan semuanya dikendalikan oleh publisher. Namun, komunitas pemain justru membangun ulang game ini. Server buatan komunitas seperti Toontown Rewritten membongkar ulang sistemnya lewat reverse-engineering, mengembalikan konten lama dan menambahkan peningkatan quality-of-life yang dulu tidak sempat (atau mungkin tidak mau) diwujudkan Disney.

2. Heroes of Newerth

Heroes of Newerth merupakan game yang proses pengembangannya tergolong berat. Karena mengusung genre MOBA, otomatis game ini langsung harus berhadapan dengan banyak pesaing dan perilisannya pun ikut terganggu masalah internal yang membuat hasil akhirnya jauh dari kata ideal. Setelah bertahun-tahun gonta-ganti tim pengembang dan berjuang mempertahankan arah, game ini akhirnya resmi ditutup pada 2022 karena kalah bersaing dengan game seperti League of Legends dan DOTA 2. Meskipun begitu, komunitas pemainnya menolak menyerah. Server privat dan infrastruktur buatan komunitas berhasil menghidupkan lagi matchmaking, sehingga pemain bisa kembali bertanding seolah game ini tidak pernah hilang.

3. The Crew

The Crew dulu dikenal sebagai game balap online yang sangat ramai, namun itu tidak cukup untuk bisa menyelamatkannya karena Ubisoft akhirnya menarik peredaran game ini dari toko digital dan mematikan server-nya sekitar satu dekade setelah rilis. Bahkan, pemain yang memiliki versi fisik pun tetap tidak bisa memainkan game ini dan itu memicu kemarahan banyak pemain. Dari situ, komunitas pemain bergerak mencari solusi agar game ini bisa berjalan tanpa koneksi internet dan hasilnya adalah The Crew Unlimited. Server itu membuat The Crew tidak lagi bergantung pada server Ubisoft dan bisa dinikmati pemain di berbagai negara.

4. Pirates of the Caribbean Online

Pirates of the Caribbean Online sempat digadang-gadang akan menjadi game MMO besar yang ikut meramaikan industri. Jumlah pemainnya di awal lumayan, tapi game ini diam-diam dimatikan Disney pada 2013. Padahal, kombinasi gameplay dari pertarungan kapal, eksplorasi dunia bajak laut dan ragam misinya punya ciri khas tersendiri. Bertahun-tahun kemudian, komunitas pemain berhasil mengaktifkan kembali game ini untuk mengembalikan keseruan berlayar di samudra luas dan berinteraksi dengan pemain lain. Tanpa sokongan Disney pun, semangat dan dedikasi para pemain di dalam komunitas sudah sangat cukup untuk menjaga game MMO yang unik ini agar tidak lenyap ditelan waktu.

5. Unreal Tournament

Keputusan Epic untuk melepas Unreal Tournament membuat salah satu game FPS paling berpengaruh itu jadi kehilangan dukungan resmi. Tak ada lagi server resmi maupun update konten, padahal pemainnya masih cukup banyak dan loyal. Kendati demikian, seperti banyak game arena shooter lain, Unreal Tournament tidak benar-benar mati. Game ini masih bertahan berkat inisiatif komunitas melalui server privat, mod hingga skena kompetitif yang cukup aktif. Beragam kreasi seperti map kustom, balancing dan berbagai penyempurnaan pada gameplay ikut menyuntikkan napas baru ke dalam game yang sudah lama ditinggal developer ini.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game yang telah mati namun kembali dihidupkan oleh komunitas. Selain game-game di atas, game apa lagi yang menurutmu layak mendapat kesempatan kedua?  

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More