6 Game Multiplayer yang Baru Meledak Bertahun-Tahun Setelah Rilis

- Among Us awalnya kurang dilirik, namun meledak setelah pandemi COVID-19 dan dukungan streamer terkenal.
- Star Wars Battlefront 2 dihujat karena microtransaction, tetapi menarik perhatian setelah update gratis.
- The Elder Scrolls Online awalnya langganan bulanan, tapi meroket setelah beralih ke model sekali beli dan ekspansi Morrowind.
Tidak semua game multiplayer langsung meledak ketika dirilis seperti Overwatch atau ARC Raiders. Ada juga beberapa game multiplayer yang sebenarnya punya “bahan” untuk sukses, namun tersandung masalah tertentu yang membuatnya kurang dilirik di awal perilisannya. Kabar baiknya, masalah-masalah itu bukan akhir segalanya di mana banyak diantaranya akhirnya mendapatkan kesuksesan yang diharapkan. Pemain mulai tertarik meliriknya, komunitasnya tumbuh dan akhirnya menjadi sangat populer bertahun-tahun setelah dirilis. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Among Us
Ketika pertama kali diluncurkan pada 2018, Among Us nyaris tidak dilirik. Innersloth bahkan mengakui minimnya perhatian dari pemain disebabkan oleh marketing mereka yang kurang oke, sampai-sampai jumlah pemain bersamaan di Steam hanya di kisaran 30-50 pemain saja. Nasib game ini berubah drastis karena dua hal yaitu pandemi COVID-19 yang membuat pemain lebih banyak di rumah dan butuh tempat bersosialisasi dan dorongan besar dari para streamer Twitch, termasuk nama-nama besar seperti Pokimane, Ninja, Shroud dan PewDiePie. Sejak saat itu, Among Us benar-benar meledak, penjualannya ikut meroket dan kini, game ini disebut-sebut sudah terjual lebih dari 30 juta kopi hanya di Steam saja.
2. Star Wars Battlefront
Ketika dirilis, Star Wars Battlefront 2 dihujat oleh banyak pemain karena dipenuhi microtransaction yang berlebihan dengan hadiah berupa senjata dan karakter yang lebih kuat, yang membuat game ini terasa sangat pay-to-win. Demi menyelamatkan reputasi, DICE kemudian mencabut hampir semua elemen microtransaction dan menjejalkan banyak konten lewat update gratis, yang akhirnya menarik perhatian banyak pemain. Meski Battlefront 2 masih ternodai “dosa” perilisannya, banyak pemain yang memainkannya setelah perombakan itu justru menganggap game ini sebagai salah satu game shooter multiplayer terbaik saat ini.
3. The Elder Scrolls Online
Ketika diluncurkan pada awal 2014, The Elder Scrolls Online awalnya menggunakan model langganan bulanan yang cukup mahal. Namun karena pengalaman yang ditawarkan biasa saja dan tidak membawa banyak hal baru, respon pemain pun tidak seantusias itu. Setahun kemudian, Bethesda melakukan perubahan signifikan. Game ini beralih ke model sekali beli dengan microtransaction, mengadopsi perilisan konten secara musiman alih-alih mengandalkan update besar tahunan dan dirilis ulang dengan nama The Elder Scrolls Online: Tamriel Unlimited. Puncaknya, ekspansi Morrowind mendongkrak jumlah pemain dan pemasukan hingga dilaporkan sudah meraih pendapatan sekitar US$ 2 miliar per 2024.
4. Fallout 76
Fallout 76 merupakan game multiplayer pertama yang benar-benar dibuat Bethesda, namun sayangnya, debutnya di 2018 tergolong berantakan. Selain masalah teknis, game ini dikritik karena gameplay-nya terasa tanpa arah, ada sejumlah keputusan desain yang membuat pemain bertanya-tanya dan dunianya sangat sepi karena nyaris tanpa NPC. Meski terjual sekitar 1,4 juta kopi di tahun pertama, banyak pemain tetap kecewa. Situasi game ini mulai membaik pada 2020 lewat update yang mengatasi masalah terbesarnya dengan menghadirkan NPC ke dalam dunianya. Respon pemain cukup positif dan setelahnya, update-update lanjutan menambah konten sekaligus merapikan masalah lama, sehingga jumlah pemain pun perlahan naik kembali.
5. Final Fantasy XIV
Versi awal dari Final Fantasy XIV yang rilis pada 2010 bisa dibilang merupakan titik terendah serinya. Kualitas teknisnya berantakan, kontennya dangkal dan kritik datang dari segala arah sampai akhirnya dimatikan secara permanen di akhir 2012. Namun kurang dari setahun kemudian, Square Enix membalikkan keadaan lewat Final Fantasy XIV: A Realm Reborn, sebuah perombakan besar-besaran yang mendesain ulang UI, mekanisme combat dan sistem progression dari nol. Meski tetap menggunakan formula MMORPG yang cukup klasik, eksekusinya jauh lebih baik dan memuaskan. Kebangkitan game ini bukan hanya mengubah persepsi pemain, tapi juga berdampak positif terhadap pemasukan Square Enix.
6. Warframe
Jika membandingkan Warframe yang sekarang dengan versi awal rilis di 2013, rasanya seperti melihat dua game yang berbeda. Intinya sendiri masih sama di mana pemain berperan sebagai “ninja luar angkasa” yang disebut Tenno, namun konten dan sistem di versi terkini membuat Warframe versi awal terlihat seperti demo yang kurang matang. Dulu, pemainnya masih sedikit, gameplay-nya cepat terasa repetitif dan sering dibanding-bandingkan dengan Destiny yang dianggap lebih baik. Untungnya, Digital Extremes sadar bahwa mereka punya komunitas kecil yang aktif memberi masukan dan pelan tapi pasti, mereka rutin merilis update yang menambah mekanisme, Warframe, senjata dan variasi musuh baru. Hasilnya, jumlah pemain yang terdaftar sudah tembus 50 juta pada 2019 dan kemungkinan jauh lebih banyak di 2026 ini.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game multiplayer yang baru meledak bertahun-tahun setelah dirilis. Pernah memainkan game-game di atas di awal perilisannya?















![[QUIZ] Tebak Seri iPhone dari Desainnya, Bisa Mengenalinya?](https://image.idntimes.com/post/20250305/quiz-bisakah-kamu-menebak-seri-iphone-dari-desainnya-2-135000d8583d86d1b093a45cbb3822d6.jpg)


