Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komdigi Tunda Sistem Pemberian Rating Game, Pilih Lakukan Evaluasi

Komdigi Tunda Sistem Pemberian Rating Game, Pilih Lakukan Evaluasi
IGRS (https://igrs.id/)
Intinya Sih
  • Komdigi menunda sementara proses rating Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem, proses, serta tata kelola yang dinilai bermasalah.
  • Tim khusus dibentuk di bawah Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana guna memastikan hasil investigasi objektif, dengan melibatkan masukan dari asosiasi dan pelaku industri game.
  • Penundaan ini bertujuan memperkuat kredibilitas IGRS agar lebih transparan dan dapat dipercaya publik, sekaligus mendukung perlindungan masyarakat serta kemajuan industri game Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) mengumumkan bahwa mereka menunda sementara proses rating Indonesia Game Rating System (IGRS) secara keseluruhan.

Penundaan ini bersifat sementara karena mereka tengah melakukan investigasi dan evaluasi. Komdigi membentuk tim khusus untuk menginvestigasi masalah yang terdapat di IGRS secara menyeluruh.

Bentuk tim khusus

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana mengatakan bahwa tim sedang melakukan proses investigasi sejak insiden pertama, yakni kesalahan rating di platform Steam dikarenakan adanya misinformasi.

"Tim ini bekerja menelusuri seluruh aspek, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelolanya agar kita mendapatkan temuan yang benar-benar objektif dan komprehensif. Selama proses ini berjalan, kami juga menerima banyak masukan dari teman-teman asosiasi, industri," ujarnya di Jakarta, pada Jumat (17/04/2026).

Investigasi dan evaluasi dikatakan menjadi hal yang penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat Komdigi tidak hanya kuat secara aturan, tapi juga bisa diterapkan di lapangan.

Komdigi dengarkan kritik dan masukan

IMG_8443.jpeg
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana (tengah) (IDN Times/Misrohatun)

Sonny lebih lanjut mengatakan bahwa mereka juga selalu mendengarkan secara langsung suara dari masyarakat. Komdigi sangat menghargai tingginya perhatian publik terhadap isu IGRS, menjadi bahan evaluasi yang menurut mereka sangat berharga.

"Saya ingin menegaskan kembali, IGRS ini kita bangun murni demi kepentingan publik. Selama ini kita belum punya standar klasifikasi yang jelas bagi industri game di Indonesia. Melalui IGRS, pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak kita, Sekaligus memberikan kebaikan kepada para pelaku industri," dia mengatakan.

Sonny mengucapkan terima kasih atas masukan, kritik maupun koreksi membangun dari masyarakat.

"Semuanya sangat berarti bagi proses perbaikan ke depan. Sebagai tindak lanjut, saat ini kami terus menginvestigasi dan mengevaluasi IGRS secara menyeluruh baik dari sisi sistemnya, proses maupun pembuatan atau tata kelola dan hasilnya," jelasnya.

Penundaan bersifat sementara

Sampai menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, Komdigi memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Sonny menegaskan bahwa penundaan ini bersifat sementara.

"Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa ke depannya sistem IGRS bisa berjalan jauh lebih kuat, lebih kredibel dan yang paling penting dapat dipercaya, termasuk oleh para pelaku industri," kata Sonny.

Hasil investigasi akan berisikan saran perbaikan di masa depan, termasuk implementasi strategi yang perlu diterapkan.

Dalam kesempatan yang sama, Syafiq Husein, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) menyebut bahwa adanya kejadian ini membuat mereka 'membuka pintu' komunikasi supaya IGRS bisa berjalan dengan baik dan regulasi berpihak kepada para pelaku industri game Tanah Air.

"Untuk masalah yang sudah ada di masyarakat sekarang, juga seharusnya kita bebenah pelan-pelan dengan para pelaku industri. Dan juga kami berharap industri game Indonesia bisa maju lagi dengan adanya ini, bukan menjadi pembatasan. Maka kita memastikan semua yang kita buat itu berpihak terhadap industri game Indonesia," imbuh Syafiq.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More