Sejarah Teknologi Pengenalan Wajah atau Face Recognition

- Sistem manual di era 1960-anSejarah pengenalan wajah dimulai pada 1960-an oleh ilmuwan Woodrow Wilson Bledsoe, Helen Chan Wolf, dan Charles Bisson dengan sistem semi-otomatis pertama.
- Terobosan algoritma tahun 1970–1980-anPada 1970-an, peneliti mulai mengotomatisasi proses ekstraksi fitur wajah. Pada 1988, metode Principal Component Analysis (PCA) menjadi fondasi penting bagi sistem pengenalan wajah modern.
- Revolusi Eigenfaces di 1990-anPada tahun 1991, Matthew Turk dan Alex Pentland memperkenalkan metode “Eigenfaces” yang merepresentasikan wajah sebagai kombinasi pola standar.
Teknologi pengenalan wajah atau face recognition telah berkembang dari konsep sederhana di pertengahan abad ke-20 menjadi salah satu pilar utama kecerdasan buatan atau artificial interlligence (AI) dalam sistem keamanan dan kenyamanan modern. Perjalanannya mencerminkan kemajuan luar biasa dalam daya komputasi, algoritma, serta kemampuan pengolahan data. Dari proses manual yang memakan waktu hingga sistem canggih berbasis deep learning, evolusi ini benar-benar mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.
Di sini, kita akan membahas sejarah teknologi pengenalan wajah dari awal kemunculannya hingga menjadi teknologi yang kita kenal sekarang ini.
1. Sistem manual di era 1960-an
Sejarah pengenalan wajah dimulai pada 1960-an oleh ilmuwan bernama Woodrow Wilson Bledsoe, yang kerap disebut sebagai “bapak pengenalan wajah.” Bersama Helen Chan Wolf dan Charles Bisson, ia mengembangkan sistem semi-otomatis pertama. Saat itu, mereka menggunakan perangkat bernama RAND Corporation tablet, yaitu alat berbasis stylus untuk menandai titik-titik penting pada wajah, seperti mata, hidung, mulut, dan garis rambut. Titik-titik tersebut kemudian dimasukkan ke komputer untuk dibandingkan dengan database.
Karena keterbatasan teknologi saat itu, proses ini masih sangat bergantung pada campur tangan manusia. Pendekatan ini dikenal sebagai sistem “man-machine.” Meski lambat dan tidak praktis untuk skala besar, eksperimen ini membuktikan bahwa wajah manusia bisa diubah menjadi data numerik yang dapat dianalisis komputer.
2. Terobosan algoritma tahun 1970–1980-an
Pada 1970-an, para peneliti seperti Goldstein, Harmon, dan Lesk mulai mengotomatisasi sebagian proses ekstraksi fitur wajah. Namun, keterbatasan daya komputasi masih menjadi kendala utama.
Lompatan besar terjadi pada 1980-an dengan diperkenalkannya teknik Principal Component Analysis (PCA). Pada tahun 1988, Lawrence Sirovich dan Michael Kirby mengembangkan metode untuk menyederhanakan citra wajah menjadi komponen dasar. Pendekatan ini membuat proses pengenalan pola menjadi jauh lebih efisien tanpa perlu penandaan manual secara penuh. Teknik ini menjadi fondasi penting bagi sistem pengenalan wajah modern.
3. Revolusi Eigenfaces di 1990-an

Memasuki 1990-an, otomatisasi semakin matang. Pada tahun 1991, Matthew Turk dan Alex Pentland dari Massachusetts Institute of Technology memperkenalkan metode “Eigenfaces.”
Metode ini merepresentasikan wajah sebagai kombinasi pola standar (eigenvector), memungkinkan sistem mendeteksi dan mencocokkan wajah secara real-time. Meski masih memiliki kelemahan—seperti sensitif terhadap pencahayaan, sudut wajah, dan ekspresi—Eigenfaces menjadi tonggak penting karena membuktikan bahwa pengenalan wajah dapat berjalan otomatis. Di era ini, uji coba komersial mulai dilakukan, termasuk oleh lembaga penegak hukum.
4. Adopsi komersial dan keamanan di 2000-an
Memasuki 2000-an, teknologi pengenalan wajah mulai digunakan secara luas. Salah satu momen penting terjadi pada ajang Super Bowl XXXV, saat lebih dari 80.000 wajah dipindai untuk tujuan keamanan. Peristiwa ini memicu perdebatan soal privasi, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi ini mampu bekerja dalam skala besar.
Perusahaan dan pemerintah mulai mengembangkan sistem 2D untuk bandara, kasino, dan perbatasan. Meski akurasinya masih berkisar 70–80 persen dalam kondisi ideal, peningkatan dataset dan perbaikan algoritma membuatnya semakin andal.
5. Era deep learning: 2010 hingga sekarang
Perkembangan paling revolusioner terjadi setelah 2010 dengan hadirnya neural network, khususnya Convolutional Neural Networks (CNN). Pada 2014, model seperti Facebook DeepFace dan Google FaceNet mampu mencapai akurasi lebih dari 99 persen pada benchmark seperti Labeled Faces in the Wild (LFW).
Teknik ini menggunakan sistem embedding—representasi wajah dalam bentuk vektor numerik ringkas—yang memungkinkan pencocokan tetap akurat meskipun terdapat variasi sudut, pencahayaan, atau ekspresi.
Teknologi 3D juga mulai digunakan untuk mengatasi kelemahan sistem 2D. Salah satu contoh populernya adalah Face ID yang diperkenalkan oleh Apple Inc. pada 2017, menggunakan sensor inframerah untuk memetakan kedalaman wajah. Kini, pengenalan wajah hadir di mana-mana: smartphone, sistem pengawasan publik seperti Skynet, analitik ritel, hingga pembayaran tanpa kontak.
6. Tantangan dan masa depan teknologi pengenalan wajah

Meski berkembang pesat, teknologi ini tidak lepas dari kritik. Bias dalam data pelatihan menyebabkan tingkat kesalahan lebih tinggi pada perempuan, orang berkulit gelap, dan lansia. Isu privasi juga memicu regulasi baru seperti EU AI Act yang bertujuan mengatur penggunaan AI secara etis.
Ke depannya, penggabungan biometrik lain, seperti iris dan pola berjalan (gait analysis) diprediksi akan meningkatkan akurasi. Teknologi seperti federated learning juga dikembangkan untuk meningkatkan privasi pengguna. Integrasi dengan AR/VR dan edge AI diperkirakan akan memperluas penerapannya di bidang kesehatan hingga sistem otonom.
Perjalanan panjang teknologi pengenalan wajah—dari penandaan manual menggunakan stylus hingga sistem AI dengan akurasi mendekati sempurna—menunjukkan betapa cepatnya inovasi berkembang. Namun, di balik kecanggihannya, tantangan etika dan privasi tetap menjadi hal yang tak bisa diabaikan. Di sinilah keseimbangan antara inovasi dan tanggung jawab menjadi kunci masa depan teknologi ini.
![[QUIZ] Tebak Seri iPhone dari Desainnya, Bisa Mengenalinya?](https://image.idntimes.com/post/20250305/quiz-bisakah-kamu-menebak-seri-iphone-dari-desainnya-2-135000d8583d86d1b093a45cbb3822d6.jpg)

















