Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Game Petualangan Bersejarah Baru yang Patut Dinantikan

5 Game Petualangan Bersejarah Baru yang Patut Dinantikan
1348 Ex Voto (dok. Sedleo)
Intinya Sih

  • 1348 Ex Voto mengajak pemain menjelajahi Italia abad ke-14 dengan visual indah dan sistem combat terinspirasi seni bela diri HEMA.

  • The Legend of Khiimori terinspirasi dari budaya nomaden Mongolia abad pertengahan, membangun reputasi sebagai kurir penunggang kuda.

  • The VernyHorn adalah game RPG gelap dengan animasi bertarung motion-capture oleh juara dunia sword fighting dan lokasi asli di Polandia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Game petualangan selalu punya daya tarik tersendiri karena membawa pemain masuk ke dunia yang benar-benar baru sembari menjelajah wilayah yang belum dikenal dan membongkar misteri tersembunyi yang ada di dalamnya. Menariknya, akan ada banyak game petualangan baru yang menghidupkan kembali periode sejarah tertentu lewat detail yang autentik, mulai dari suasana tempat hingga hal-hal kecil yang ada pada zamannya. Game-game semacam itu cocok untuk pemain yang mengggemari sejarah dan ingin berwisata waktu ke periode yang belum pernah mereka sambangi. Berikut 5 di antaranya.

1. 1348 Ex Voto — 12 Maret 2026

1348 Ex Voto mengajak pemain menjelajahi Italia abad ke-14 yang penuh gejolak politik, konflik agama, sekaligus awal Renaisans. Pada game ini, pemain mengikuti Aeta, seorang ksatria pengembara yang berusaha menemukan Bianca, rekannya yang diculik. Latar historisnya tidak hanya sekedar hiasan karena studio game ini berbasis di Italia dan benar-benar menekankan originalitas budaya serta lingkungan. Itu semua terlihat jelas dari visualnya yang indah namun realistis hingga sistem combat yang terinspirasi seni bela diri HEMA. Alih-alih mengusung elemen fantasi, game ini lebih mengejar latar yang lebih membumi untuk menangkap kerasnya kehidupan di periode yang dipenuhi penderitaan bagi hampir semua lapisan masyarakat.

2. The Legend of Khiimori — 3 Maret 2026

The Legend of Khiimori terinspirasi dari budaya nomaden Mongolia abad pertengahan dan mengajak pemain membangun reputasi sebagai kurir penunggang kuda yang menjelajahi dunia berisi puncak bersalju, padang hijau dan hamparan alam yang sepi. Inti gameplay game ini adalah bertahan hidup karena pemain harus menjaga kondisi diri sendiri sekaligus merawat kuda dengan perilaku yang dibuat serealistis mungkin. Seiring berjalannya permainan, pemain ditantang untuk membiakkan dan melatih kuda mereka dengan berbagai sifat unik agar lebih siap menghadapi perjalanan yang berbahaya.

3. The Vernyhorn — TBA

The VernyHorn dideskripsikan sebagai game RPG dengan nuansa gelap. Game ini mencoba menghormati game-game klasik di genrenya, tapi membawanya ke arah yang jauh lebih brutal dan realistis. Kesan realistis itu bisa dilihat dari animasi bertarung yang dimotion-capture oleh juara dunia sword fighting. Disamping itu, dunia game ini juga mengambil lokasi-lokasi asli di Polandia lewat pemindaian secara detail sehingga alamnya terlihat hidup. Dari sisi gameplay, sistem combat-nya berat dan “kasar” dengan banyak alat untuk mengendalikan hasil dari setiap pertarungan.

4. Resonance: A Plague Tale Legacy — 2026

Resonance: A Plague Tale Legacy mengambil pondasi semesta A Plague Tale lalu mengolahnya lewat sudut pandang sejarah yang lebih lampau, jauh sebelum kejadian di game-game sebelumnya. Kali ini, pemain berperan sebagai Sophia yang menjalani misi di sebuah pulau misterius yang dikelilingi rahasia kuno dan ancaman supranatural. Ceritanya memadukan jejak peradaban purba dengan cita rasa sejarah nyata, sehingga aspek puzzle dan tantangannya tetap masuk akal meski latar dan temanya cukup abstrak. Dengan menyeimbangkan akurasi historis dan legenda dari “dunia lain”, game ini mencoba memberi warna baru bagi serinya.

5. Knight’s Path — TBA

Knight’s Path merupakan game aksi RPG dengan latar abad pertengahan terinspirasi dari Kekaisaran Romawi Suci, di mana pemain memulai perjalanan sebagai bangsawan yang namanya tercemar dan berusaha merebut kembali kehormatannya lewat jalan kesatria. Sistem combat-nya banyak mengambil pengaruh dari HEMA sehingga fokusnya ada pada timing, counter dan posisi yang akurat. Hal serupa juga terasa sampai ke detail senjata dan armor, karena kelemahan musuh sering kali bisa “dibaca” dari perlengkapan yang mereka gunakan. Di luar pertarungan, game ini sengaja minim arahan dan UI-nya dibuat sesederhana mungkin agar bisa merasa seperti benar-benar hidup di dunia yang disimulasikan

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game petualangan bersejarah baru yang patut dinantikan. Tertarik memainkan game-game di atas ketika nantinya dirilis?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More