Apakah Variable Aperture akan Debut di iPhone 18 Pro dan Pro Max?

- Rumor menyebut Apple tengah menyiapkan teknologi variable aperture untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max, yang memungkinkan bukaan lensa menyesuaikan otomatis dengan kondisi cahaya sekitar.
- Samsung disebut memantau rumor ini secara serius, bahkan mempertimbangkan menghidupkan kembali fitur serupa yang pernah hadir di Galaxy S9 dan S10 setelah sempat ditinggalkan karena kendala teknis.
- Meski belum dikonfirmasi resmi, potensi adopsi variable aperture oleh Apple dinilai bisa memicu persaingan baru dalam inovasi kamera smartphone berbasis teknologi optik fisik.
Rumor mengenai kehadiran teknologi variable aperture pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max belakangan semakin banyak dibicarakan. Mengutip GSMArena dan etnews (17/2/2026), Apple disebut tengah dikaitkan dengan pengembangan fitur tersebut, yang kemudian turut menjadi perhatian serius Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu dilaporkan memantau rumor iPhone secara dekat, bahkan dikabarkan mempertimbangkan untuk kembali menghadirkan fitur variable aperture.
Menariknya, spekulasi ini juga mencuri perhatian karena Apple belum pernah menyematkan variable aperture di seri iPhone sebelumnya. Berbeda dengan beberapa kompetitor yang lebih dulu bereksperimen dengan teknologi optik, Apple dikenal cenderung mengadopsi fitur kamera setelah dinilai matang secara teknologi. Meski berbagai laporan yang beredar masih belum sepenuhnya pasti, berikut adalah penjelasan lebih lanjut soal kaba variable aperture akan debut di iPhone 18 Pro dan Pro Max.
1. Apa itu fitur variable aperture dan kenapa penting?

Variable aperture adalah teknologi kamera yang memungkinkan bukaan lensa menyesuaikan secara otomatis dengan kondisi pencahayaan di sekitar. Saat berada di lingkungan terang, bukaan lensa akan mengecil untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga detail gambar tetap terjaga dan tidak overexposed. Sebaliknya, ketika memotret dalam kondisi minim cahaya, aperture dapat terbuka lebih lebar agar sensor menerima cahaya lebih banyak, sehingga foto terlihat lebih terang dan jelas. Fleksibilitas ini membuat kamera mampu beradaptasi secara lebih natural terhadap berbagai situasi pemotretan tanpa sepenuhnya bergantung pada pengolahan software.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kontrol eksposur dan kedalaman bidang yang lebih akurat dibandingkan dengan pendekatan berbasis pemrosesan digital semata. Berkat fitur variable aperture, efek bokeh dan fokus pada subjek dapat dihasilkan secara optik, bukan hanya secara simulasi algoritma. Selain itu, pengaturan cahaya yang dilakukan secara fisik juga membantu meningkatkan kualitas foto malam dan menjaga detail pada kondisi kontras tinggi.
2. Samsung pernah menghadirkan fitur variable aperture pada Galaxy S9 dan Galaxy S10

Meski terkesan sebagai teknologi baru dalam ekosistem iPhone, konsep variable aperture sebenarnya sudah pernah diadopsi oleh sejumlah produsen smartphone beberapa tahun lalu. Samsung menjadi salah satu pelopor yang menghadirkan fitur ini pada 2018-2019 di Galaxy S9 dan Galaxy S10, yang memungkinkan kamera menyesuaikan bukaan lensa secara otomatis berdasarkan kondisi pencahayaan. Namun, fitur tersebut tidak dilanjutkan pada Galaxy S20 yang meluncur pada 2020 karena modul kamera menjadi lebih tebal dan biaya produksi meningkat.
Seiring perkembangan teknologi, desain modul kamera kini dinilai semakin maju dan efisien, termasuk dalam penerapan variable aperture. Situasi tersebut membuka peluang bagi produsen untuk kembali meninjau teknologi yang sebelumnya sempat ditinggalkan karena keterbatasan teknis. Apabila benar-benar mengadopsinya, langkah tersebut dapat dipandang sebagai evolusi dari teknologi lama yang dihadirkan kembali dalam bentuk yang lebih matang dan relevan dengan kebutuhan fotografi saat ini.
3. Mengapa iPhone 18 Pro disebut-sebut berpotensi mengusungnya?

Spekulasi mengenai kehadiran teknologi variable aperture pada iPhone 18 Pro turut menguat setelah laporan industri yang dikutip ETNews. Pada 9 Februari 2026, disebutkan bahwa Samsung Electronics telah meminta sejumlah mitra modul kamera untuk mengembangkan teknologi variable aperture sebagai bagian dari evaluasi komponen generasi mendatang. Menanggapi permintaan tersebut, Samsung Electro-Mechanics dan MCNEX dilaporkan mulai memproduksi sampel modul variable aperture dan memasoknya ke Samsung Electronics untuk tahap pengujian. Proses ini diperkirakan akan berlanjut melalui serangkaian uji teknis guna menyempurnakan performa dan kesiapan produksinya.
Seorang sumber internal industri juga menyebut bahwa teknologi variable aperture yang ditujukan untuk smartphone Galaxy masih berada pada tahap pengembangan awal. Meskipun keputusan final terkait penerapannya belum ditetapkan, komitmen Samsung untuk mengeksplorasi teknologi tersebut dinilai cukup kuat. Di saat yang sama, inovasi kamera smartphone dinilai mulai mendekati titik jenuh dalam hal peningkatan megapiksel dan ukuran sensor. Banyak produsen kini berupaya mencari diferensiasi melalui teknologi optik yang lebih kompleks, termasuk pengaturan cahaya secara fisik melalui mekanisme aperture.
Lebih jauh, rencana Apple untuk menghadirkan variable aperture pada seri iPhone kelas atas disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi langkah kompetitor. Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan teknologi tersebut untuk seri iPhone 18 Pro dan Pro Max yang diproyeksikan meluncur pada paruh kedua tahun ini. Jika terealisasi, ini akan menjadi pertama kalinya Apple mengadopsi variable aperture pada iPhone. Kehadiran fitur tersebut berpotensi menjadi pemicu kebangkitan kembali teknologi variable aperture yang sempat meredup setelah fase komersialisasi awal.
4. Dampak adopsi variable aperture terhadap persaingan kamera smartphone

Rumor mengenai kemungkinan adopsi variable aperture oleh Apple turut memicu spekulasi bahwa para kompetitor akan kembali meninjau teknologi serupa. Hal ini terutama relevan pada sektor kamera, yang hingga kini masih menjadi medan persaingan paling krusial di segmen flagship. Kehadiran inovasi optik baru seperti variable aperture berpotensi menghidupkan kembali ritme inovasi hardware kamera yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung didominasi oleh peningkatan berbasis perangkat lunak.
Jika variable aperture benar-benar hadir, fokus kompetisi kamera diperkirakan tidak hanya bertumpu pada kecerdasan buatan dan pemrosesan citra, tetapi juga pada kualitas optik yang lebih fundamental. Perubahan ini dapat membuka standar baru dalam fotografi mobile, khususnya untuk skenario pencahayaan menantang seperti pemotretan malam atau kondisi kontras tinggi. Meski demikian, produsen tetap dihadapkan pada tantangan teknis, termasuk menjaga performa kamera tanpa membuat modul semakin tebal dan memastikan biaya produksi tetap efisien.
5. Penambahan variable aperture di iPhone 18 Pro series masih rumor

Perlu dicatat bahwa kabar mengenai kehadiran variable aperture di iPhone 18 Pro masih sebatas rumor dan belum mendapatkan konfirmasi resmi. Apple sendiri dikenal memiliki proses pengembangan produk yang sangat tertutup dan jarang membeberkan detail teknologi baru sebelum diumumkan secara resmi. Karena itu, berbagai laporan yang beredar saat ini lebih tepat dipahami sebagai sinyal arah inovasi yang sedang dipertimbangkan.
Jika variable aperture akan debut di iPhone 18 Pro dan Pro Max, seri tersebut berpotensi menawarkan fleksibilitas fotografi yang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam pengaturan cahaya dan konsistensi hasil foto di berbagai kondisi. Namun, pertanyaan besarnya adalah sejauh mana variable aperture mampu memberikan peningkatan nyata dalam penggunaan sehari-hari. Apakah ia akan menjadi terobosan signifikan pada kualitas kamera smartphone atau justru hanya menjadi peningkatan teknis yang dampaknya tidak selalu terasa dalam skenario pemotretan?


















