Kenapa Nintendo Tetap Mempertahankan Game Fisik?

Nintendo mempertahankan game fisik karena masih banyak pemain yang menyukai koleksi dan kepemilikan game secara langsung.
Format fisik tetap penting bagi toko ritel dan masih menyumbang pendapatan bagi Nintendo.
Game-key card menjadi alternatif untuk menghadirkan game berukuran besar dalam format fisik.
Di tengah industri game yang semakin mengandalkan distribusi digital, Nintendo masih mempertahankan game fisik untuk konsol Nintendo Switch 2. Keputusan tersebut menarik perhatian. Ini setelah Bill van Zyll, Vice President dan General Manager Nintendo Latin America, menyatakan bahwa perusahaan belum berencana meninggalkan format fisik.
Dalam wawancara bersama kanal YouTube Coelho no Japao yang dilaporkan oleh Nintendo Life pada 12 Oktober 2026, Van Zyll menjelaskan bahwa Nintendo mempertimbangkan preferensi konsumen dalam menentukan strategi bisnisnya. Ia juga mengakui bahwa banyak penggemar masih menyukai game fisik. Lantas, kenapa Nintendo tetap mempertahankan cartridge di tengah peralihan industri ke format digital?
1. Banyak pemain masih menyukai game fisik

ilustrasi main Zelda di Switch (unsplash.com/@eugenechystiakov) Bagi sebagian gamer, membeli game berarti membawa pulang sesuatu yang bisa disimpan dan dipajang. Kotak game, sampul, dan cartridge menjadi bagian dari pengalaman bermain, terutama bagi kolektor yang ingin mengumpulkan judul favorit masing-masing. Nintendo tampaknya memahami kebiasaan tersebut. Dalam wawancara yang dilaporkan Nintendo Life, Van Zyll menegaskan bahwa perusahaan asal Jepang tersebut mempertimbangkan preferensi konsumen dan mengetahui besarnya minat penggemar terhadap format fisik. Game fisik juga cocok dijadikan hadiah karena pembeli bisa memberikan produk secara langsung. Selama masih ada konsumen yang menginginkan pengalaman seperti ini, mempertahankan pilihan fisik tetap ideal bagi Nintendo.
2. Toko game dan mitra ritel masih punya peran penting

ilustrasi Pokémon di konsol Nintendo (unsplash.com/@branden_skeli) Penjualan game fisik melibatkan toko game, peritel elektronik, dan distributor. Dalam wawancara dengan IGN pada Mei 2025, Presiden Nintendo of America saat itu, Doug Bowser, mengatakan bahwa game fisik masih menjadi bagian penting dari bisnis Nintendo. Ia juga menekankan nilai hubungan perusahaan dengan mitra ritel dan kebutuhan menyediakan produk yang bisa mereka jual kepada konsumen. Pernyataan tersebut dikutip oleh Nintendo Life pada 16 Mei 2025. Artinya, keberadaan game fisik berkaitan dengan jaringan distribusi yang sudah lama menjadi bagian dari bisnis Nintendo.
3. Penjualan fisik masih menyumbang pendapatan

ilustrasi karakter Mario (unsplash.com/@harlynkingm) Peralihan ke game digital terus berlangsung, tetapi format fisik masih memiliki pasar tersendiri. Menurut laporan yang dibahas TechRadar pada 7 Agustus 2026, sekitar 38,5 persen penjualan software Nintendo pada kuartal pertama tahun fiskal 2027 berasal dari format fisik. Angka itu tentu perlu dibaca dengan konteks yang tepat. Nintendo memasukkan unduhan game, konten tambahan, dan layanan berlangganan dalam perhitungan penjualan digital. Karena cakupannya lebih luas daripada penjualan game unduhan saja, persentase digital tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan penjualan cartridge tanpa memperhatikan definisi yang digunakan.
4. Game fisik memberikan pilihan kepemilikan yang berbeda

Nintendo Switch (unsplash.com/@alvarordesign) Sebagian pemain menyukai game digital karena praktis. Namun, sebagian pemain lain lebih memilih cartridge yang dapat disimpan dalam koleksi dan dipinjamkan kepada teman, selama tidak ada pembatasan khusus pada produk tersebut. Game fisik juga memiliki nilai di pasar barang bekas. Pemilik dapat menjual cartridge yang sudah tidak dimainkan lagi meski harga jualnya bergantung pada kondisi, popularitas judul, dan permintaan pasar. Bagi Nintendo, menyediakan kedua pilihan memungkinkan pemain menentukan cara membeli game yang paling sesuai dengan kebiasaan mereka.
5. Game-key card menjadi jalan tengah untuk judul tertentu

Nintendo Switch 2 (pexels.com/@danieljschwarz) Nintendo Switch 2 memperkenalkan format bernama game-key card. Bentuknya menyerupai kartu game fisik dengan cara kerja berbeda dari cartridge konvensional. Menurut penjelasan resmi Nintendo Support, game-key card tidak menyimpan seluruh data game. Pemain tetap mengunduh game melalui internet dengan ruang penyimpanan yang cukup. Setelah unduhan selesai, kartu tersebut tetap harus dimasukkan ke konsol untuk menjalankan game. Format ini memungkinkan penerbit menjual game berukuran besar melalui toko fisik. Dalam wawancara dengan IGN, Doug Bowser menjelaskan bahwa game-key card membantu mitra penerbit membawa game berukuran besar ke pasar ritel.
Keputusan Nintendo mempertahankan cartridge didukung oleh beberapa pertimbangan, seperti preferensi konsumen, hubungan dengan toko ritel, kontribusi penjualan fisik, dan kebutuhan menyediakan pilihan bagi pemain. Bagi gamer, keberadaan game fisik memberikan alternatif di tengah pertumbuhan distribusi digital. Selama Nintendo masih melihat permintaan dan nilai bisnis dari format tersebut, cartridge kemungkinan tetap menjadi bagian dari ekosistem konsolnya.






















