Garmin fēnix 9 dan 9 Pro Rilis di Indonesia, Mulai Rp18 Jutaan

Garmin meluncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia dengan peningkatan layar, desain, navigasi, serta pemantauan performa olahraga.
Fitur stamina zones, stamina curve, Garmin Epic, dan pemrosesan peta lebih cepat mendukung latihan serta aktivitas luar ruangan.
Harga seri ini mulai Rp18.790.000, sementara fēnix 9 Pro Solar menawarkan daya tahan baterai hingga 57 hari dalam kondisi tertentu.
Garmin resmi meluncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia pada 27 Oktober 2026. Dua smartwatch multisport premium ini membawa sejumlah peningkatan, mulai dari desain, kualitas layar, kemampuan navigasi, hingga fitur pemantauan performa olahraga. Garmin membanderol fēnix 9 mulai Rp18.790.000, sedangkan fēnix 9 Pro ditawarkan mulai Rp20.790.000.
Pembaruan pada generasi terbaru ini tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga bagaimana smartwatch membantu pengguna memahami kondisi fisik dan merencanakan aktivitas olahraga. Garmin memperkenalkan sistem pemantauan stamina yang lebih mendalam, pemrosesan peta lebih cepat, serta fitur Garmin Epic untuk merangkum perjalanan atau aktivitas olahraga dalam satu dokumentasi. Kemampuan tersebut ditujukan bagi atlet maupun pengguna yang rutin melakukan aktivitas luar ruangan.
Sementara itu, fēnix 9 Pro menjadi model yang membawa perubahan paling besar dari sisi desain. Untuk pertama kalinya dalam keluarga fēnix, Garmin menggunakan casing titanium dan menghadirkan layar AMOLED berukuran hingga 1,5 inci pada varian 51 mm. Model Pro juga menawarkan kecerahan layar hingga 3.000 nit, sedangkan varian Solar diklaim mampu bertahan hingga 57 hari dalam mode smartwatch dengan kondisi pengisian tenaga surya tertentu.
1. Layar AMOLED lebih terang dan desain titanium pada model Pro
Salah satu pembaruan utama Garmin fēnix 9 adalah penggunaan layar AMOLED yang diklaim dua kali lebih terang dibandingkan generasi sebelumnya. Layar tersebut dilindungi lensa safir yang tahan gores, sehingga dirancang untuk mendukung penggunaan dalam berbagai aktivitas olahraga dan petualangan. Garmin juga mempertahankan tombol tahan air serta sertifikasi penyelaman hingga kedalaman 40 meter.
Perbedaan lebih terasa pada fēnix 9 Pro yang menggunakan casing titanium. Garmin menerapkan teknologi manufaktur nano-molding untuk menggabungkan logam dan material polimer pada tingkat molekuler, sehingga konstruksinya dirancang tetap kuat tanpa menambah bobot secara berlebihan. Penggunaan material tersebut juga menjadi pembeda utama antara model reguler dan Pro.
Pada varian fēnix 9 Pro berukuran 51 mm, Garmin menghadirkan layar AMOLED 1,5 inci yang menjadi ukuran terbesar dalam sejarah seri fēnix. Area tampilannya diklaim 15 persen lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya tanpa memperbesar dimensi casing. Tingkat kecerahan hingga 3.000 nit juga ditujukan untuk mempermudah pengguna membaca data latihan dan peta ketika berada di bawah sinar matahari.
2. Pemantauan stamina semakin detail untuk kebutuhan latihan

Garmin fēnix 9 dan 9 Pro (dok. Garmin) Garmin turut meningkatkan kemampuan pemantauan performa pada fēnix 9 Series. Salah satunya melalui penyempurnaan stamina tracking yang kini mencakup stamina zones dan stamina curve. Kedua fitur tersebut memberikan gambaran lebih mendalam mengenai perubahan daya tahan tubuh berdasarkan riwayat latihan dan tingkat kebugaran pengguna.
Informasi tersebut dapat membantu atlet memahami kemampuan fisiknya ketika menjalani program latihan. Misalnya, pengguna dapat mengevaluasi bagaimana stamina berubah selama periode latihan tertentu dan menyesuaikan intensitas aktivitas berdasarkan data yang tersedia. Garmin menempatkan fitur ini sebagai alat untuk membantu pengguna menyusun strategi latihan secara lebih terukur.
Pembaruan juga diberikan pada aktivitas rowing atau olahraga mendayung di dalam ruangan. Garmin kini menyediakan metrik tambahan berupa VO2 Max dan power curve untuk membantu mengevaluasi perkembangan kebugaran. Namun, pengukuran tersebut membutuhkan mesin rowing yang dilengkapi pengukur daya.
Sementara itu, fitur rucking mendapatkan kemampuan untuk menyesuaikan beban ransel selama aktivitas berlangsung. Pengguna dapat memperbarui informasi beban dan memantau target latihan yang lebih spesifik. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang menjadikan aktivitas berjalan atau mendaki dengan membawa beban sebagai bagian dari program kebugaran.
3. Navigasi peta hingga 30 persen lebih cepat
Sebagai smartwatch yang menyasar pengguna aktivitas luar ruangan, Garmin memberikan peningkatan pada kemampuan navigasi fēnix 9. Perangkat ini dibekali built-in routable maps yang memungkinkan pengguna melihat dan mengikuti rute perjalanan langsung melalui layar smartwatch. Garmin juga meningkatkan kapasitas RAM hingga 50 persen dibandingkan fēnix 8.
Peningkatan memori tersebut dipadukan dengan mesin pemrosesan peta yang diperbarui. Hasilnya, Garmin mengklaim pergerakan peta kini hingga 30 persen lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Kemampuan ini diharapkan membuat proses melihat rute dan berpindah tampilan peta terasa lebih responsif ketika pengguna sedang bergerak.
Garmin juga memperkenalkan Perspective View yang memberikan tampilan medan lebih jelas, baik untuk area di sekitar pengguna maupun bagian rute yang berada lebih jauh. Fitur ini dapat membantu pengguna memahami kondisi jalur sebelum melanjutkan perjalanan, terutama ketika melakukan aktivitas seperti pendakian atau bersepeda jarak jauh.
Untuk penyimpanan, fēnix 9 dibekali memori internal sebesar 64GB. Kapasitas tersebut diklaim memungkinkan pengguna menyimpan dua kali lebih banyak peta dibandingkan pendahulunya, sekaligus menampung hingga 7.000 lagu. Artinya, pengguna memiliki ruang lebih luas untuk membawa data navigasi dan koleksi musik langsung melalui smartwatch.
4. Garmin Epic bisa merangkum perjalanan hingga berbulan-bulan
Fitur baru lain yang cukup menarik adalah Garmin Epic. Berbeda dari pencatatan aktivitas olahraga biasa, fitur ini memungkinkan pengguna menggabungkan beberapa aktivitas menjadi satu rangkaian perjalanan melalui aplikasi Garmin Connect. Aktivitas yang dirangkum dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, bahkan bulan.
Sebagai contoh, pengguna yang melakukan pendakian selama beberapa hari dapat menggabungkan seluruh aktivitasnya menjadi satu dokumentasi perjalanan. Hal serupa juga berlaku untuk program latihan jangka panjang atau perjalanan bersepeda lintas daerah. Garmin Epic akan menyatukan data aktivitas tersebut agar lebih mudah dilihat sebagai satu perjalanan utuh.
Dokumentasi yang dihasilkan tidak hanya berisi catatan rute atau aktivitas, tetapi juga data kesehatan, performa, dan foto. Hasilnya dapat dibagikan kepada keluarga maupun teman melalui Garmin Connect. Fitur ini menjadi salah satu cara Garmin memperluas fungsi smartwatch dari alat pemantau olahraga menjadi perangkat yang juga membantu pengguna mendokumentasikan pengalaman mereka.
"fēnix 9 dan fēnix 9 Pro dirancang bagi mereka yang ingin berlatih lebih baik dan menjelajah lebih jauh. Atlet kini dapat memahami perkembangan daya tahan tubuh mereka secara lebih mendalam melalui metrik stamina yang semakin canggih, sementara fitur navigasi terbaru membantu para petualang tetap berada di jalur dengan percaya diri. Melalui fitur Garmin Epic, setiap aktivitas juga dapat diabadikan menjadi sebuah perjalanan yang bermakna untuk dikenang dan dibagikan kembali," ujar Sky Chen, Regional Director of Garmin Southeast Asia.
5. Baterai hingga 57 hari dan fitur keselamatan tambahan

Garmin fēnix 9 dan 9 Pro (dok. Garmin) Untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan baterai panjang, Garmin menyediakan fēnix 9 Pro Solar berukuran 51 mm. Model ini diklaim mampu bertahan hingga 57 hari dalam mode smartwatch dengan dukungan pengisian daya tenaga surya. Namun, angka tersebut berlaku berdasarkan kondisi pengujian Garmin, yakni perangkat digunakan sepanjang hari dan berada di luar ruangan selama tiga jam setiap hari dengan intensitas cahaya 50.000 lux.
Garmin juga menyematkan senter LED terintegrasi yang kini memiliki tambahan mode cahaya hijau. Mode tersebut dirancang untuk membantu menjaga penglihatan malam ketika pengguna berada di lingkungan dengan pencahayaan minim. Fitur ini dapat menjadi pelengkap ketika melakukan aktivitas luar ruangan pada malam hari.
Dari sisi konektivitas dan keselamatan, Garmin menyediakan LiveTrack Notifications agar orang terdekat dapat mengikuti aktivitas pengguna secara real-time. Ada pula Garmin Locate yang membantu membagikan lokasi melalui aplikasi Garmin Messenger. Pengguna juga dapat menerima prakiraan cuaca langsung melalui smartwatch untuk membantu merencanakan perjalanan.
Garmin turut memperkenalkan tali aksesori ComfortFit yang menggunakan material anyaman fleksibel, lembut, dan tahan kelembapan. Tali ini tetap mendukung sistem QuickFit sehingga pengguna dapat menggantinya dengan lebih mudah sesuai kebutuhan. Aksesori tersebut dirancang untuk mendukung kenyamanan penggunaan dalam waktu panjang.
6. Harga Garmin fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia
Garmin fēnix 9 tersedia di Indonesia dalam tiga ukuran, yakni 43 mm, 47 mm, dan 51 mm. Untuk model 43 mm, Garmin menawarkan harga Rp18.790.000 dalam pilihan Fog Gray dan Pebble Gray. Sementara itu, varian 47 mm dijual mulai Rp18.790.000 hingga Rp19.790.000, tergantung pilihan warna dan finishing.
Pada ukuran 51 mm, Garmin fēnix 9 dibanderol Rp20.790.000 untuk varian Bare Titanium dengan tali Pebble Gray. Sementara itu, varian Carbon DLC dengan tali hitam dijual Rp21.790.000. Perbedaan harga tersebut mengikuti pilihan ukuran dan material finishing yang tersedia.
Untuk fēnix 9 Pro AMOLED, Garmin menawarkan ukuran 43 mm, 47 mm, dan 51 mm dengan harga mulai Rp20.790.000 hingga Rp24.790.000. Pilihan yang tersedia mencakup berbagai kombinasi warna dan material tali, termasuk silikon dan kulit. Varian dengan tali kulit memiliki harga berbeda dibandingkan konfigurasi standar. Sementara itu, fēnix 9 Pro Solar tersedia dalam dua ukuran. Model 47 mm dijual Rp20.790.000, sedangkan ukuran 51 mm dibanderol Rp22.790.000. Kedua varian menggunakan casing titanium dengan tali silikon berwarna Pebble Gray dan Silver Gray.
Secara keseluruhan, Garmin fēnix 9 dan fēnix 9 Pro membawa peningkatan yang berfokus pada kebutuhan pengguna olahraga dan aktivitas luar ruangan. Model reguler menawarkan pembaruan navigasi dan pemantauan performa, sedangkan versi Pro menambahkan desain titanium serta layar AMOLED yang lebih besar dan terang. Dengan harga mulai Rp18 jutaan, seri ini tetap menyasar pengguna yang membutuhkan smartwatch premium dengan kemampuan latihan dan navigasi yang lebih mendalam.





















