Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apple Rilis MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED, Pertama di Mac!

9 min read
Apple Rilis MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED, Pertama di Mac!
Apple MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED (dok. Apple)
  • Apple memperkenalkan MacBook Pro dengan layar PROLED XDR berbasis OLED tandem dalam ukuran 14 inci dan 16 inci.

  • Untuk pertama kalinya, MacBook Pro mendukung layar sentuh yang dapat digunakan bersama keyboard dan trackpad.

  • Perangkat ini membawa Dynamic Island, chip M5 Pro dan M5 Max, baterai hingga 24 jam, serta penyimpanan hingga 16TB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apple resmi memperkenalkan MacBook Pro terbaru dengan layar PROLED XDR pada Kamis (29/10/2026). Laptop profesional ini membawa perubahan besar melalui penggunaan panel OLED tandem sekaligus menjadi MacBook Pro pertama yang mendukung pengoperasian layar sentuh. Apple menghadirkannya dalam dua ukuran, yakni 14 inci dan 16 inci, dengan dukungan chip M5 Pro dan M5 Max.

Kehadiran layar sentuh menjadi salah satu pembaruan paling menarik karena selama ini interaksi pengguna MacBook lebih mengandalkan keyboard dan trackpad. Melalui MacBook Pro terbaru, Apple mulai menawarkan cara berbeda untuk mengedit foto, mengolah video, membuat ilustrasi, hingga memainkan instrumen musik langsung melalui layar. Perubahan ini juga diikuti kehadiran Dynamic Island yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari pengalaman penggunaan iPhone.

Selain layar, Apple turut memperbarui desain MacBook Pro agar lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan kemampuan komputasinya. Laptop ini menawarkan kecerahan layar hingga 2.000 nit, baterai hingga 24 jam, unified memory hingga 128GB, serta penyimpanan hingga 16TB. Kombinasi tersebut menempatkan MacBook Pro PROLED XDR sebagai perangkat untuk kreator profesional, developer, hingga pengguna yang membutuhkan performa tinggi dengan fleksibilitas interaksi lebih luas.

  1. 1. Layar PROLED XDR menggunakan teknologi OLED tandem

    Apple-MacBook-Pro-with-PROLED-XDR-Display-family-lineup-261028_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED (dok. Apple)

    Pembaruan terbesar MacBook Pro terbaru terdapat pada layar PROLED XDR yang menggunakan teknologi OLED tandem. Berbeda dari panel OLED konvensional, teknologi ini mengandalkan dua lapisan piksel yang dapat memancarkan cahaya sendiri untuk menghasilkan tingkat kecerahan dan kontras yang lebih tinggi. Apple juga mengembangkan sistem pengendalian piksel untuk menjaga konsistensi tampilan di seluruh permukaan layar.

    Apple mengklaim layar PROLED XDR mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 2.000 nit untuk konten HDR maupun SDR. Rasio kontrasnya mencapai 10.000.000:1, sehingga detail pada bagian gelap dan terang dapat ditampilkan dengan lebih jelas. Kemampuan tersebut ditujukan untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi visual tinggi, seperti penyuntingan video, fotografi, dan desain grafis.

    Layar ini juga mendukung refresh rate adaptif melalui teknologi ProMotion, mulai dari 10Hz hingga 120Hz. Pengaturan tersebut memungkinkan layar menyesuaikan tingkat penyegaran berdasarkan konten yang ditampilkan, sekaligus membantu menjaga efisiensi daya. Apple juga menyertakan dukungan ruang warna P3 dan Adobe RGB, serta cakupan lebih dari 80 persen standar Rec. 2020 untuk kebutuhan pengolahan video HDR.

    Bagi pengguna yang sering bekerja di lingkungan terang, MacBook Pro terbaru dilengkapi lapisan antireflektif untuk mengurangi pantulan cahaya. Apple juga menyediakan opsi nano-texture yang diterapkan langsung pada kaca penutup layar. Fitur tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan visual tanpa mengorbankan detail tampilan.

  2. 2. Layar sentuh akhirnya hadir di MacBook Pro

    Apple-MacBook-Pro-with-PROLED-XDR-Display-lifestyle-office-261028_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED (dok. Apple)

    Untuk pertama kalinya, Apple menghadirkan kemampuan layar sentuh pada MacBook Pro. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan konten melalui gerakan seperti mengetuk, menggeser, mencubit untuk memperbesar gambar, hingga memindahkan objek antaraplikasi. Apple merancang sistem sentuh tersebut agar tetap dapat digunakan bersama keyboard dan trackpad.

    Menariknya, sensor sentuh diintegrasikan langsung ke panel layar, bukan ditambahkan sebagai lapisan terpisah. Pendekatan tersebut diklaim dapat mengurangi latensi sehingga respons sentuhan terasa lebih cepat. Apple juga memperbarui desain engsel untuk meningkatkan stabilitas ketika layar disentuh.

    Penggunaan layar sentuh tidak hanya ditujukan untuk navigasi sehari-hari, tetapi juga pekerjaan profesional. Desainer dapat menggambar langsung pada kanvas digital, editor video bisa memindahkan klip melalui sentuhan, sementara musisi dapat memainkan instrumen virtual di layar. Developer juga dapat menguji interaksi sentuh aplikasi iOS dan iPadOS langsung melalui MacBook Pro.

    Apple menyebut sejumlah aplikasi profesional akan memanfaatkan kemampuan tersebut, termasuk Adobe Lightroom, DaVinci Resolve, Blender, Cinema 4D, dan Shapr3D. Untuk aplikasi yang belum dirancang khusus bagi layar sentuh, macOS dapat menerjemahkan input sentuhan menjadi klik. Dengan begitu, pengguna tetap dapat memanfaatkan fitur ini pada berbagai aplikasi yang sudah tersedia.

  3. 3. Dynamic Island kini hadir di Mac

    Selain layar sentuh, Apple turut membawa Dynamic Island ke MacBook Pro terbaru. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat dan mengakses informasi penting melalui area interaktif di bagian atas layar. Konsep penggunaannya serupa dengan Dynamic Island yang sudah tersedia pada iPhone.

    Melalui Dynamic Island, pengguna dapat menerima panggilan telepon, mengontrol pemutaran musik, hingga memantau aktivitas yang sedang berlangsung. Dukungan Live Activities juga memungkinkan informasi tertentu ditampilkan secara langsung tanpa harus membuka aplikasi terkait.

    Apple mencontohkan beberapa penggunaan, seperti menerima permintaan AirDrop, memantau pengantaran makanan, atau menjeda musik hanya melalui satu ketukan. Kehadiran fitur ini memberikan cara baru untuk mengakses informasi singkat ketika pengguna sedang mengerjakan aktivitas lain.

    Dynamic Island juga menjadi bagian dari perubahan pengalaman penggunaan MacBook Pro yang kini lebih mengandalkan interaksi langsung melalui layar. Meski demikian, Apple tetap mempertahankan metode navigasi konvensional menggunakan keyboard dan trackpad, sehingga pengguna dapat memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

  4. 4. Desain lebih tipis dan ringan, bobot mulai 1,38 kg

    Apple juga memperbarui desain MacBook Pro agar lebih portabel. Model 14 inci kini memiliki bobot 1,38 kg, atau sekitar 230 gram lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, model 16 inci memiliki bobot 1,82 kg, berkurang sekitar 320 gram.

    Pengurangan bobot tersebut turut diikuti desain bodi yang lebih tipis. Apple menyebut model 14 inci kini sekitar setengah milimeter lebih tipis, sedangkan model 16 inci hampir satu milimeter lebih tipis. Perubahan tersebut dimungkinkan melalui penggunaan susunan panel OLED yang lebih efisien.

    Dari sisi ukuran layar, MacBook Pro terbaru hadir dengan panel 14,2 inci dan 16,3 inci. Apple juga memperkecil bingkai layar untuk memberikan area tampilan yang lebih luas tanpa membuat dimensi perangkat bertambah secara signifikan. Desain tersebut ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan laptop bertenaga tetapi tetap mudah dibawa.

    Untuk menjaga performa dalam bodi yang lebih ringkas, Apple turut merancang ulang sistem pendingin. Arsitektur termal terbaru ini dikembangkan agar chip M5 Pro dan M5 Max tetap mampu mempertahankan performanya ketika menangani pekerjaan berat. Aliran udara panas juga diarahkan menjauhi layar untuk mendukung kenyamanan penggunaan.

  5. 5. Chip M5 Pro dan M5 Max untuk pekerjaan profesional

    Apple-MacBook-Pro-with-PROLED-XDR-Display-connectivity-261028_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED (dok. Apple)

    MacBook Pro dengan layar PROLED XDR ditenagai chip M5 Pro dan M5 Max yang ditujukan untuk kebutuhan komputasi profesional. Apple menempatkan kedua prosesor tersebut sebagai pilihan bagi pengguna yang menjalankan pekerjaan intensif, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga produksi konten visual beresolusi tinggi.

    Chip M5 Pro dirancang untuk menangani aktivitas seperti kompilasi kode, pemrosesan AI, analisis data ilmiah, hingga penyuntingan beberapa video ProRes 8K secara bersamaan. Sementara itu, M5 Max menawarkan kemampuan lebih tinggi untuk pekerjaan seperti efek visual tiga dimensi, animasi kompleks, produksi musik film, dan pengolahan video 8K.

    Apple juga memperkuat kemampuan AI melalui Neural Accelerator pada setiap core GPU. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menjalankan berbagai model AI langsung di perangkat, termasuk model bahasa besar atau large language model (LLM). Khusus M5 Max, Apple mengklaim chip tersebut mampu menjalankan LLM dengan ratusan miliar parameter secara lokal.

    Pada sektor grafis, kedua chip dilengkapi mesin ray tracing generasi ketiga serta Dynamic Caching untuk mengoptimalkan penggunaan memori GPU. Teknologi ini ditujukan untuk mempercepat rendering objek tiga dimensi dan meningkatkan kemampuan pengolahan grafis pada aplikasi seperti Blender, Unreal Engine, dan Cinema 4D.

    MacBook Pro terbaru juga mendukung unified memory hingga 128GB dan penyimpanan SSD hingga 16TB. Kapasitas tersebut memberikan ruang lebih besar bagi pengguna yang bekerja dengan proyek kompleks, terutama yang membutuhkan akses data dan memori dalam jumlah besar.

  6. 6. Baterai hingga 24 jam dan konektivitas Thunderbolt 5

    Apple-MacBook-Pro-with-PROLED-XDR-Display-family-lineup-profile-261028_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED (dok. Apple)

    Meski membawa layar OLED tandem dan kemampuan layar sentuh, Apple tetap menawarkan daya tahan baterai hingga 24 jam pada MacBook Pro terbaru. Klaim tersebut menjadi salah satu fitur penting bagi pengguna yang membutuhkan laptop untuk bekerja dalam waktu panjang tanpa selalu terhubung ke sumber listrik.

    MacBook Pro juga mendukung pengisian daya cepat yang diklaim mampu mengisi baterai hingga 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Kemampuan ini ditujukan untuk membantu pengguna yang membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat. Namun, daya tahan baterai aktual tetap dapat berbeda bergantung pada aplikasi, konfigurasi, dan pola penggunaan.

    Untuk konektivitas, Apple menyediakan tiga port Thunderbolt 5, HDMI, slot kartu SDXC, MagSafe, serta jack headphone. Perangkat ini juga mendukung WiFi 7 dan Bluetooth 6 melalui chip nirkabel N1 rancangan Apple. Kombinasi tersebut memungkinkan pengguna menghubungkan berbagai aksesori dan perangkat profesional.

    Dukungan monitor eksternal juga menjadi salah satu keunggulannya. MacBook Pro dengan M5 Pro dapat terhubung ke hingga tiga layar eksternal, sedangkan model M5 Max mendukung hingga empat layar. Kemampuan ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja luas untuk menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.

  7. 7. Audio enam speaker dan kamera Center Stage 12MP

    Apple turut memperbarui sistem audio MacBook Pro dengan menghadirkan enam speaker yang telah disempurnakan. Perangkat ini menggunakan desain woofer baru yang diklaim mampu menghasilkan bass hingga 50 persen lebih dalam dibandingkan generasi sebelumnya. Apple juga memperbarui tweeter untuk meningkatkan kejernihan suara.

    Sistem audio tersebut mendukung Spatial Audio dengan Dolby Atmos untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif. Selain itu, Apple menghadirkan penyesuaian audio khusus ketika laptop digunakan dalam kondisi layar tertutup dan terhubung ke monitor eksternal. Fitur tersebut ditujukan agar kualitas suara tetap optimal dalam berbagai konfigurasi penggunaan.

    Untuk kebutuhan komunikasi, MacBook Pro terbaru dibekali kamera Center Stage 12MP dan mikrofon berkualitas studio. Kamera tersebut dirancang untuk menjaga pengguna tetap berada dalam bingkai ketika melakukan panggilan video. Apple juga menambahkan stabilisasi video yang bekerja secara langsung ketika pengguna menyentuh layar selama panggilan berlangsung.

    Kombinasi kamera, mikrofon, dan speaker tersebut melengkapi kemampuan MacBook Pro sebagai perangkat kerja profesional. Selain untuk produksi konten, fitur-fitur ini juga mendukung aktivitas seperti rapat online, presentasi, dan komunikasi jarak jauh.

  8. 8. macOS 27 dan fitur khusus untuk kreator profesional

    Apple-MacBook-Pro-with-PROLED-XDR-Display-lifestyle-remote-work-261028_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple MacBook Pro dengan Layar Sentuh OLED (dok. Apple)

    MacBook Pro terbaru menjalankan macOS 27 Golden Gate yang membawa sejumlah peningkatan performa dan pengalaman penggunaan. Apple menyebut proses transfer AirDrop kini lebih cepat, penelusuran berkas melalui jaringan lebih responsif, serta konten halaman awal Safari dapat dimuat lebih cepat. Sistem pencarian pada Spotlight, Foto, dan Mail juga diperbarui untuk mempermudah pengguna menemukan informasi.

    Dari sisi tampilan, macOS 27 membawa penyempurnaan desain Liquid Glass dengan peningkatan keterbacaan antarmuka. Apple juga memperbarui toolbar, sidebar, dan ikon aplikasi agar lebih konsisten. Pembaruan tersebut dirancang untuk mendukung pengalaman penggunaan yang lebih nyaman, termasuk ketika pengguna memanfaatkan layar sentuh.

    Untuk kreator profesional, Apple menyediakan dukungan Apple Pro Display Calibrator dan berbagai mode referensi warna. Fitur tersebut memungkinkan layar PROLED XDR dikalibrasi sesuai kebutuhan produksi film, fotografi, maupun desain. Apple juga memperkenalkan mode referensi DICOM untuk peninjauan gambar medis dalam konteks non-diagnostik, penelitian, dan pendidikan.

    Selain itu, MacBook Pro terbaru mendukung teknologi genlock untuk menyelaraskan refresh rate layar dengan hasil tangkapan kamera. Kemampuan tersebut ditujukan untuk mengurangi gangguan visual seperti tearing dan ghosting dalam produksi virtual. Integrasi dengan Apple Creator Studio juga memungkinkan pengguna memanfaatkan layar sentuh secara langsung melalui aplikasi Final Cut Pro, Logic Pro, dan Pixelmator Pro.

    Secara keseluruhan, MacBook Pro dengan layar PROLED XDR menjadi salah satu pembaruan penting dalam lini laptop profesional Apple. Kehadiran layar OLED tandem dan kemampuan sentuh untuk pertama kalinya memberikan perubahan pada cara pengguna berinteraksi dengan Mac, sementara Dynamic Island memperluas pengalaman tersebut. Dukungan M5 Pro dan M5 Max, baterai hingga 24 jam, serta desain yang lebih ringan memperlihatkan bahwa Apple tidak hanya meningkatkan kualitas layar, tetapi juga mencoba menawarkan pendekatan baru untuk pekerjaan kreatif dan profesional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More