Begtse dalam God of War Laufey (dok. Santa Monica Studios/God of War Laufey)
Dalam trailer God of War Laufey, Faye tidak hanya terlibat dalam konflik dengan Sekhmet. Ia juga diperlihatkan diserang oleh sosok tinggi besar berwajah menyeramkan. Meski terlihat seperti monster, sosok tersebut juga merupakan dewa. Ia adalah Begtse alias Jamsaran, Dewa Perang dalam mitologi Mongolia.
Dalam versi mitologi, Begtse merupakan Dharmapala atau sosok dewa pelindung ajaran agama Buddha dari kekuatan jahat. Dalam versi mitologi, ia juga memiliki wajah yang garang dan menakutkan. Namun, ia sangat loyal pada ajaran Dharma. Dalam versi God of War Laufey, Begtse juga memiliki tiga mata, sama seperti kebanyakan penggambarannya dalam mitologi.
Tampilnya ia sebagai antagonis jelas merupakan pilihan menarik. Mitologi Mongolia bukan termasuk opsi pertama yang dipikirkan kebanyakan gamer. Namun, kemunculan Begtse ini membuka jalan untuk God of War menjamah mitologi dari Asia lain.
Kemunculan Laufey, Sekhmet, dan Begtse menunjukkan bahwa God of War Laufey berpotensi menjadi game dengan cakupan mitologi paling luas dalam sejarah waralaba ini. Konsep Everywhen memungkinkan Santa Monica Studios mempertemukan dewa-dewa dari berbagai budaya dalam satu dunia yang sama. Jika trailer perdananya saja sudah menghadirkan tokoh dari mitologi Nordik, Mesir, dan Mongolia, bukan tidak mungkin masih banyak panteon lain yang akan diperkenalkan menjelang perilisan game ini.