Windows 11 tidak sedang baik-baik saja. Di tengah berbagai kritik soal stabilitas, performa dan dorongan fitur AI yang dinilai terlalu memaksa, Microsoft mengakui adanya masalah dan berjanji akan memperbaikinya di sepanjang 2026. Untuk itu, tak mengherankan jika sejumlah pengguna kemudian mencoba beralih ke sistem operasi lain untuk sementara waktu hingga Windows 11 benar-benar “sembuh”. ChromeOS banyak dipilih karena menawarkan integrasi yang mulus dengan Android dan UI yang bersih. Kendati demikian, tetap ada sejumlah keterbatasan yang bakal dirasakan ketika beralih dari Windows 11 ke ChromeOS. Berikut beberapa diantaranya.
3 Keterbatasan yang Dirasakan Saat Pindah dari Windows 11 ke ChromeOS

1. Kustomisasi
Setelah menjajal Chromebook, satu hal yang akan langsung terasa adalah betapa terbatasnya ChromeOS dalam hal kustomisasi dibanding Windows. Di Windows, pengguna punya kontrol jauh lebih besar atas tampilan sistem, mulai dari Start Menu, ikon di system tray hingga warna tema. Meski Windows 11 dianggap kurang fleksibel dibanding Windows 10, sistem operasi ini tetap unggul jauh dari ChromeOS dalam banyak aspek penting. ChromeOS sendiri memang menawarkan fitur memindahkan taskbar ke sisi kiri atau kanan layar yang sudah lama diinginkan pengguna Windows 11. Tapi kabarnya, Microsoft akan segera menghadirkan fitur tersebut ke Windows 11 dalam waktu dekat, yang berarti salah satu keunggulan ChromeOS itu tidak akan bertahan lama.
2. Kompabilitas aplikasi
Meski Windows 11 membawa segudang kode lawas dari berbagai era Windows sebelumnya, hal itu justru menjadi kekuatan terbesarnya. Kompatibilitas aplikasinya luar biasa luas, mulai dari aplikasi Win32 jadul hingga aplikasi modern berbasis WinUI 3. Di sisi lain, ChromeOS mengambil pendekatan yang berbeda dengan mengandalkan Progressive Web Apps (PWA) dan Google Play Store sebagai sumber aplikasinya. Sayangnya, mayoritas aplikasi Android masih belum dioptimalkan untuk layar besar dengan orientasi landscape dan performa-nya pun sedikit terdampak karena Android tidak berjalan secara native di ChromeOS. Kendati demikian, akses ke jutaan aplikasi Android tetap menjadi nilai plus tersendiri, apalagi jika dibandingkan dengan Microsoft yang justru gagal mewujudkan hal serupa lewat Android Subsystem for Windows.
3. Manajemen file
ChromeOS memang punya aplikasi Files bawaan yang cukup fungsional untuk mengelola berbagai jenis file, tapi jika dibandingkan dengan File Explorer di Windows 11, kemampuannya masih jauh tertinggal. File Explorer unggul dalam hal fitur-fitur yang lebih lengkap seperti tab multitasking, opsi pengurutan file yang detail dan berbagai kemudahan bagi pengguna yang butuh kontrol lebih. Namun bukan berarti Files di ChromeOS seburuk itu, karena aplikasi manajemen file itu punya UI yang bersih, mudah digunakan dan fokusnya pada penyimpanan cloud sangat relevan di era sekarang. Tapi memang untuk kebutuhan manajemen file yang lebih serius dan kompleks, File Explorer milik Windows tetap jadi yang terbaik.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa keterbatasan yang akan dirasakan ketika pindah dari Windows 11 ke ChromeOS. Tetap tertarik menjajal ChromeOS?