AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan kini makin populer dan digunakan di berbagai bidang. Kemunculan DeepSeek AI pada akhir-akhir ini, yang berhasil melampaui performa ChatGPT dalam beberapa benchmark, telah membuktikan bahwa model AI open source mampu bersaing dengan platform proprietari besar.
Tapi, tahukah kamu bahwa persaingan antara platform AI open source dan closed source sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelumnya? Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan tersendiri. Namun, ternyata komunitas open source terus menunjukkan kemajuan yang mengagumkan.
Sebagai contoh, DeepSeek berhasil merilis model yang performanya setara dengan GPT-4 meski ia dikembangkan dengan sumber daya yang jauh lebih terbatas. Hal ini membuat banyak pengembang dan perusahaan mulai mempertimbangkan ulang pilihan mereka. Mana yang sebenarnya lebih baik?
